10 Transfer Terburuk yang Pernah Terjadi di Serie A Sejak Era 90an!

Jauh sebelum Premier League berjaya sebagai liga terbaik dunia, Serie A sudah lama menguasai sepakbola Eropa di era 90-an. Di masa itu, pecinta sepakbola dunia lebih banyak menyaksikan laga Serie A ketimbang pertandingan di Inggris, Spanyol, Jerman, apalagi Prancis. Tapi bak istilah tak ada gading yang tidak retak, Serie A juga pernah memilliki cerita buruk akan transfer pemain yang dilakukan klub peserta kasta sepakbola tertinggi Italia tersebut.

Bidone d’oro (Tempat Sampah Emas), merupakan penghargaan yang sangat dihindari tiap pemain yang berada di Serie A. Pasalnya penghargaan itu diberikan kepada flop player – alias pemain yang gagal tampil baik bersama klub barunya. Nah, beberapa pemain di bawah ini pernah menerimanya dan masuk catatan sejarah transfer terburuk Serie A. Diambil dari era 90-an hingga saat ini, siapa saja mereka?

1. Ronnie O’Brien

Entah apa yang ada di benak pikiran manajemen Juventus, kala memboyong O’Brien yang dilepas tim cadangan Middlesbrough pada 1999. Bianconeri membeli dan mengontraknya selama lima tahun (lima tahun? Yang benar saja). Secara teknis, pemain yang berposisi sebagai gelandang ini tak pernah bermain untuk Juventus.

O’Brien kemudian dipinjamkan ke AC Lugano, Crotone, Lecco, Dundee United, sebelum dilepas permanen ke FC Dallas pada 2002. Sampai saat ini, jika ada fans lawas Juventus yang melihat transfer ini, mungkin mereka juga masih bertanya-tanya, “Apa yang sebenarnya diinginkan Juventus dari O’Brien?”

Pages