10 'Wonderkid' Real Madrid yang Gagal Menjadi Bintang

Ada kalanya La Fabrica dikenal sebagai salah satu akademi penghasil pemain-pemain bagus di Eropa, tapi era itu sudah lama berlalu dan pada akhirnya, tak semua lulusan akademi mereka berakhir seperti Raul atau Iker Casillas. Lalu, siapa saja yang pernah digadang-gadang akan menjadi bintang tapi akhirnya gagal?

La Fabrica alias akademi Real Madrid merupakan salah satu akademi sepakbola terbaik dunia selain La Masia Barcelona, Liverpool, AS Monaco, Olympique Lyonnais, dan Manchester United. Sudah banyak alumni yang keluar dari La Fabrica dan cukup dikenal penggila sepakbola Eropa.

Tapi sayang, tak semuanya mampu menciptakan sejarah bersama Madrid seperti halnya Iker Casillas, Guti Hernandez, Michel Salgado, dan Raul Gonzales. Beberapa di antara mereka sempat dijuluki wonderkid atau talenta yang diprediksi akan bersinar di masa depan, namun faktanya karier mereka justru meredup dan kemudian dicap gagal.

Gagal di sini tentu konteksnya tidak melulu pemain yang penampilannya semenjana atau tidak berkembang, melainkan pemain yang gagal menembus tim utama Madrid, atau mereka yang tampil baik di klub lain tanpa satupun meraih trofi. Siapa saja mereka?

1. Javier Portillo

Urutan teratas ditempati oleh pemecah rekor Raul di La Fabrica melalui 150 golnya dalam kurun waktu tujuh tahun. Portillo sudah bermain di akademi Madrid sejak 1994 hingga 2001, sebelum promosi perlahan ke Real Madrid Castilla dan kemudian Madrid pada 2002. Ia diharapkan dapat belajar banyak dari seniornya seperti Raul, Ronaldo (Brasil), dan Fernando Morientes.

Namun harapan itu tetap menjadi mimpi yang tak pernah terjadi. Dalam kurun waktu dua tahun, gol-gol indahnya ke gawang Panathinaikos, Valencia, dan Borussia Dortmund tinggal menjadi kenangan. Performa Portillo tak memenuhi harapan hingga ia dipinjamkan ke Fiorentina (2004) dan Club Brugge (2005/06) dengan torehan sembilan gol dari akumulasi 35 penampilannya.

Ketika kembali dari masa pinjamannya itu, pemain kelahiran Aranjuez ini tak lagi memiliki tempat seiring keberadaan Ronaldo, Ruud van Nistelrooy, dan Antonio Cassano, hingga Portillo dilego ke Gimnastic de Tarragona pada 2006. Sejak saat itu, namanya hilang dari peredaran dan kemudian bermain di Osasuna, Hercules, Las Palmas, dan pensiun di Hercules pada 2015.

Pages