100 laga terbaik Premier League: Pembuat sensasi, pemecah antarkota, dan penentu gelar

FourFourTwo mengurutkan 100 laga Premier League terbaik (Ya, termasuk yang itu. Oh Bukan yang itu, itu laga payah)--di posisi mana laga-laga itu bertengger?

Teks: James MawGary Parkinson, Joe BrewinPhil HaighRik SharmaJake GableJamie OrrellDan Caw, Matthew Vines, Stephen Wade, Vithushan Ehantharajah dan Mike Crocombe.

100. Sunderland 1-3 Charlton Athletic, 01/02/2003

Kalah dari Southampton di kandang sendiri membuat Sunderland jatuh ke posisi 19 di liga Premier, tapi kunjungan Charlton ke Stadium of Light empat hari kemudian memberi mereka peluang untuk keluar dari posisi tiga terbawah. Sayangnya mereka gagal dan mempermalukan diri sendiri –tiga kali.

Di suatu sore yang penuh dengan kekonyolan, tim Kucing Hitam yang malang membobol gawang mereka sendiri bukan cuma satu dua kali, tapi tiga kali. Bek Stephen Wright, adalah orang pertama yang menyebabkan gol bunuh diri itu, ketika mencoba membelokkan tembakan bek pemain Charlton Mark Fish ke Thomas Sorenson.  Michael Proctor tak sengaja terjerembab melewati garis setelah the Dane melakukan penyelamatan, sebelum lagi-lagi melesakkan bola ke gawangnya sendiri dan membuat fan mereka geram karena sudah tertinggal 3-0. Untungnya, Kevin Phillip mampu mengurangi ketertinggalan dengan gol tunggalnya, namun itu sudah sangat terlambat. Tampaknya Charlton akan pulang ke kandang mereka sambil menertawai kekonyolan itu habis-habisan. JM

99. Chelsea 8-0 Wigan, 09/05/2010

Jarang-jarang gelar liga diraih dengan cara seeksplisit kekalahan Wigan dari Chelsea di hari final laga musim 2009/10. Kubu London barat perlu menang agar mampu mengamankan mahkota Liga Premier ketiga mereka, karena perolehan poin yang cuma unggul satu poin dari Manchester United. The Blues tidak membuang-buang kesempatan.

Nicolas Anelka memberi kelegaan saat laga baru berlangsung enam menit, dan sejak itu mereka terus unggul. Didier Drogba menciptakan hattrik 17 detik sebelum babak satu berakhir. Tim asuhan Carlo Ancelotti sudah lebih dulu meraih tujuh gol dari laga melawan Sunderland, Aston Villa, dan Stoke di musim itu dan merampungkan musim dengan delapan gol indah di hadapan fan mereka sendiri. PH  

98. West Brom 5-5 Man United, 19/05/2013

Akhir era Manchester United dan juga Sir Alex Ferguson – tapi sayangnya, tidak berakhir dengan kesuksesan di tangan sang pelatih asal Skotlandia. Kala itu The Reds sudah merebut gelar liga Premier sebanyak 20 kali, tapi masih antusias untuk memastikan bahwa sang manajer yang telah lama mengasuh tim bisa pensiun dengan kemenangan akhir di laga ke 1500 yang juga adalah laga terakhirnya.  Seperti yang kemudian terjadi, ini adalah laga yang membuat Fergie bisa pensiun dengan tenang.

Setelah sembilan menit, tim Old Trafford langsung mampu memimpin dengan dua gol melalui Shinji Kagawa dan gol bunuh diri Jonas Olsson. Setelah setengah jam keunggulan mereka bertambah menjadi tiga berkat hasil jerih payah Alexander Buttner, namun James Morrison mampu menyumbangkan satu gol untuk West brom sebelum babak pertama usai. Tapi tetap saja tim The Baggies masih jauh tertinggal.

Keadaan itu bertahan hingga masuknya pemain pinjaman dari Chelsea Romelu Lukaku, yang kali ini juga melakoni laga terakhirnya di The Hawthorns dan hanya berhasil mencetak satu gol dari delapan pertandingan. Lima menit setelah babak kedua mulai, dia menorehkan satu gol yang membuat kedudukan menjadi 3-2. Laga semakin seru saat Robin van Persie sukses menambahkan gol keempat bagi United- gol ke26 yang ia cetak sejak bergabung ke United- dan Javier Hernandez menambah satu lagi keunggulan sepuluh menit kemudian.

Namun, hari itu tampaknya adalah hari keberuntungan Lukaku. Dia menorehkan gol keduanya melalui tembakan keras apik yang dilepaskannya di luar kotak penalti pada menit ke 81, yang disusul dengan gol tambahan lewat kaki Youssouf Mulumbu masih di menit yang sama, dan menyempurnakan comeback yang mengesankan (dan hattriknya) saat sisa waktu hanya empat menit. Satu drama akhir bagi Fergie sebelum lambaian terakhir di terowongan. JB

97. Burnley 1-0 Man United, 19/08/2009

The Clarets membuat kesan yang cukup manis di tahun debut mereka, di Liga Premier dengan menaklukkan sang juara di laga kandang mereka yang pertama.

Dengan United yang memenangkan laga pembuka musim, dan The Clarets yang kalah di laga awal, ada sedikit peringatan bahwa badai akan datang. Namun Burnley mampu meraih kesuksesan, meski cuma menguasai 37% bola dan hanya mampu melepaskan lebih sedikit 10 tembakan ke gawang United. Gol tunggal Burnley itu sangat cantik. Robbie Blake memamerkan teknik kelas satu dengan melepaskan tendangan voli yang tak dapat dijangkau oleh Ben Foster. Brian ‘The Beast’ Jensen mampu menangkis tendangan penalti Michael Carrick dan menghasilkan beberapa penyelamatan sempurna yang membuat tamu mereka frustrasi. PH 

96. Norwich 4-4 Middlesborough, 22/01/2005

The Canaries terseok-seok di laga papan atas pertama mereka setelah tak mampu lolos selama satu dekade, tapi kunjungan dari tim tangguh Middlesbrough, memberi mereka peluang untuk memanjat keluar dari zona degradasi.

Norwich berhasil unggul lewat Damian Francis, tapi Jimmy Floyd lansung membalasanya. Gol dobel Frank Queudrue di babak kedua dan tendangan bebas fantastis Hasslebaink di menit ke77 tampaknya akan menyempurnakan poin untuk tim tamu, namun Norwich masih belum menyerah. Dean Ashton membalas gol itu secepatnya, dan Leon Mckenzie mengurangi selisih gol menjadi satu semenit sebelum laga usai. Adam Drury menyempurnakan comebacknya dengan mencetak gol pada menit ke92 yang memberi Norwich poin yang memang layak mereka dapatkan. Sayangnya, semua sia-sia karena mereka terdegradasi empat bulan kemudian. SW  

95. Wolves 4-3 Leicester City, 25/10/2003

Ada tujuh gol yang dihasilkan oleh dua tim yang posisinya sangat berdekatan di klasemen ini saat mereka bertemu. Leicester lebih dulu unggul 3-0 di babak pertama berkat gol dobel Les Ferdinand dan gol unik Riccardo Scimeca. Namun Wolves mampu bangkit melalui gol balasan Colin Cameron di 15 menit pertama babak kedua, dan lewat sundulan Alex Rae. Benar saja, di menit ke 86, Henri Camara menyambar umpan silang Dennis Irwin untuk menuntaskan laga dengan kemenangan mengesankan di Molineux. GP

94. Man United 2-3 Blackburn, 31/12/2011

Sir Alex Ferguson tidak menerima hadiah ulang tahun yang ia harapkan, ketika tim terbawah klasemen Blackburn merusak pesta dengan memberikan kejutan terdahsyat musim itu dan mengagalkan United menduduki puncak klasemen.

Yakubu membuat tim tamu unggul, ia sukses mengeksekusi tendangan penalti setelah dijatuhkan oleh Dimitar Berbatov di kotak penalti. The Yak mengincar gawang United lagi setelah blunder Michael Carrick memberi peluang bagi sang penyerang Nigeria untuk mencoba membobol gawang David de Gea. Berbatov memperbaiki kesalahhan yang ia lakukan beberapa saat sebelumnya dengan meyundul tembakan meleset Rafael, kemudian    

Hasilnya membuat semua yang menonton di Old Trafford terpukau, dan berkat gol itu boss the Rovers Steve Kean tetep bisa mempertahankan pekerjaannya. Yang tentunya merupakan kabar baik bagi semua yang mengkhawtirkan dirinya....SW.

93. Blackburn 3-2 Burnley, 18/10/2009

Dua lawan terberat Lancashire di liga papan atas ini dipertemukan untuk pertama kali sejak 1 Januari 1966 dan pertarungan tersebut adalah salah satu laga yang seru untuk ditonton. Semua kebuntuan akhirnya berakhir setelah empat menit ketika tendangan melengkung Robbie Blake membuahkan gol untuk tim tamu, namun setelah lima menit kapten Blackburn David Dunn mampu menyeimbangkan kedudukan dengan tendangan melengkungnya sendiri.
 
Yang membuat pertandingan semakin menarik adalah punggawa setia Rovers Dunn mampu meningkatkan kinerja kubu Sam Allardyce dan penyerang pinjaman dari Chelsea mampu memetik keuntungan dari kecerobohan kiper Brian Jensen dan bek abadi mereka Graham Alexander  Pascal Chimbonda berhasil menorehkan satu gol lagi sebelum babak pertama usai dan tak ada harapan lagi bagi tim Owen Coyle, kecuali gol Chris Eagles di saat-saat terakhir. GP
 

92. Everton 3-3 Liverpool, 23/11/2013

Sampai saat itu, derbi Merseyside telah dikenal sebagai laga yang biasa saja- kecuali satu laga berikut  yang diwarnai dengan kartu merah terbanyak dalam sejarah Liga Premier. Namun, yang ini sungguh mencengangkan. Dalam laga di mana kedua belah pihak berupaya keras agar bisa mengungguli satu sama lain,  laga klasik di Goodison Park ini dikenang karena keapikannya. 
 
Philippe Coutinho memanfaatkan beberapa celah di lini pertahanan Everton dan berhasil menorehkan gol pembuka di menit kelima, namun Everton membalasnya tiga menit kemudian ketika Kevin Mirallas sukses melesakkan bola ke gawang dari dalam kotak penalti. The Reds unggul lagi di pertengahan babak pertama lewat gol brilian Suarez yang ia tembakkan dari jarak 25 yard – yang merupakan gol kesembilannya dalam tujuh laga setelah tidak diperbolehkan bermain sebanyak 10 pertandingan- dan keunggulan itu bertahan hingga babak pertama usai. 
 
Dan kedudukan tetap sama hingga menit ke72, hingga tim tuan rumah mampu menyeimbangkan kedudukan melalui gol yang dihasilkan oleh punggung kaki Romelu Lukaku. Sepuluh menit kemudian, pemain yang dipinjam dari Chelsea itu melakukannya lagi, kali ini sukses menyundul bola hasil tendangan pojok Mirallas yang membawa Everton unggul untuk pertama kalinya. Namun, The Toffees tak akan dibiarkan menang bagaimanapun caranya. Daniel Sturridge telah sukses mencetak gol di 11 laga Liverpool musim tersebut, dan pemain asal Inggris itu mencetak gol lagi ketika timnya membutuhkannya untuk melesakkan bola hasil tendangan bebas brilian Steven Gerrard satu menit sebelum laga usai. JB
 

91. Sunderland 4-1 Chelsea, 04/12/1999

Kerjasama apik antar pemain bongsor dengan pemain mungil membuahkan keajaiban bagi Peter Reid selama masa kejayaannya di Stadium of Light, dan salah satu yang paling menuai decak kagum dari penampilan duo ini adalah ketika melawan Chelsea. 
 
Tim Black Cats sangat bersemangat untuk membalas kekalahan 4-0 yang harus mereka telan pada laga pembukaan musim, dan dalam waktu 40 menit saja mereka sudah sukses menorehkan empat gol. Kevin Phillips dan Niall Quinn sama-sama berhasil menghasilkan gol dobel pada laga ini, yang memastikan kemenangan bagi tim dari Wearsiders. Gustavo Poyet akhirnya sedikit mampu menyelamatkan muka The Blues dengan gol tunggal yang dicetaknya.  JG
 
 

Pages