100 Pemain Asing Terbaik di Premier League Sepanjang Masa Versi FourFourTwo: 90-81

Kami melanjutkan daftar pemain terbaik non Inggris yang berkarier di Premier League

Oleh: Richard Edwards, Seb Stafford-Bloor, Jon Spurling, Chris Flanagan, Alex Hess.

90. Philippe Albert

Dengan pembawaannya yang santai dan gaya bermain yang elegan, bek asal Belgia ini menjadi pahlawan lokal di Tyneside. Kemampuan menyerangnya membantu Newcastle merepotkan lawan-lawan mereka, dan nyaris membawa The Entertainers mengakhiri masa paceklik gelar. 

Sementara gol indahnya untuk melengkapi kemenangan 5-0 atas Manchester United di Oktober 1996 layak dipertontonkan berkali-kali di program acara Premier League Years, kualitas bertahan Albert tidak boleh diabaikan. 

Dia menjalani lima tahun karier bersama Newcastle dan satu masa peminjaman di Fulham, sebelum kembali ke Belgia, di mana dia mengawali kehidupan baru dengan menjual buah dan sayur. RE

89. Dirk Kuyt

Direkrut dari Feyenoord sebagai pencetak gol andalan, Kuyt sepertinya akan mengalami nasib yang sama dengan para penyerang lainnya yang kesulitan beradaptasi dari Eredivisie ke Premier League. Namun, sebelum dia gagal sebagai striker, pemain Belanda ini mengubah dirinya menjadi seorang pemain sayap, atau lebih tepatnya, penyerang di sisi kanan dalam dalam formasi 4-2-3-1 yang menjadi tren taktik dalam satu dekade kemudian. 

Kuyt merupakan pahlawan terlupakan dalam keberhasilan Rafa Benitez membawa Liverpool ke puncak performa terbaiknya di musim 2008/09, saat mereka hanya kalah dua kali sepanjang musim dan nyaris meraih gelar. Tidak mengejutkan jika pendukung setia di Anfield semakin mencintai sang pemain yang memiliki karakter pekerja keras dan memiliki keahlian mencetak gol di laga-laga besar. AH

88. George Boateng

Boateng yang satu ini adalah pemain yang dicintai suporter dari setiap klub yang ia perkuat. Catatan hampir 400 penampilan di Premier League bersama Coventry, Aston Villa, Middlebrough, dan Hull menunjukkan besarnya kontribusi yang ia berikan. 

Sementara dia lebih dari sekedar seorang perebut bola, Boateng dikenal sebagai pesepakbola yang gigih dalam memburu dan merebut bola dari lawan. Apakah dia gelandang paling berbakat? Tidak. Tapi dia memberikan segalanya di setiap laga, dan menyaksikannya bermain adalah pengalaman yang berbeda bagi para penonton tradisional di antara kita. SSB

87. Bacary Sagna

Selama tujuh tahun di Arsenal, pemain Prancis ini merupakan teladan dalam hal konsistensi sekaligus arketipe full-back modern; ia kuat dalam tekel dan kerap mengawali serangan timnya. Hanya sedikit penampilan yang lebih baik daripada Sagna secara keseluruhan di Emirates, dengan model rambut kepangnya yang berwarna begitu menonjol. 

Dia hanya memenangi satu trofi dengan Arsenal, Piala FA 2014, sebelum mengumumkan pindah ke Manchester City. Dia secara perlahan mulai mendapatkan tempat di sana, meskipun di usianya yang sudah menginjak 34 tahun, dia harus sering membatasi pergerakannya di sayap kanan. JS