Analisa

100 Pemain Muda Terbaik Dunia 2017 versi FourFourTwo: 100-81

Mari kita mulai! Hari ini, kami memulai hitung mundur daftar 100 pesepakbola muda berusia di bawah 20 tahun yang terbaik di dunia saat ini; dibantu oleh jaringan pemandu bakat berisi 1.100 orang milik Football Manager...

We are part of The Trust Project What is it?

Oleh: Michael Yokhin, Joe Brewin

100. Reiss Nelson (Arsenal)

Yang Perlu Diketahui: Kerap dibanding-bandingkan dengan ikon Arsenal Thierry Henry, pemain sayap The Gunners ini tentu sangat senang. Tapi, Nelson berusaha tetap rendah hati, dan sikapnya itu mendapatkan pujian dari Arsene Wenger.

Lincah dan berbakat secara teknis, Nelson belajar untuk membantu lini pertahanan dan dimainkan sebagai bek sayap dalam pertandingan Piala Liga dan Europa League pada 2017/18. Pemain berusia 17 tahun itu juga mencetak sembilan gol dalam 10 pertandingan untuk tim nasional Inggris U-17 dan merupakan bagian dari skuat yang mencapai perempat final Piala Eropa 2016.

Pencapaian Terbaik: Nelson pasti merasa sangat beruntung saat ia masuk sebagai pemain pengganti di Stadion Wembley dalam laga Community Shield 2017. Dia hanya bermain tiga menit melawan Chelsea, namun berada di pihak tim yang memenangi laga. MY

99. Fabian Reese (Schalke)

Yang perlu diketahui: Hanya sedikit yang memprediksi Reese bisa tampil untuk Schalke setelah kariernya yang tidak berjalan mulus di Karlsruhe sebagai pemain pinjaman, yang terdegradasi ke divisi ketiga pada 2016/17. Tapi bos Schalke, Domenico Tedesco, memberikan kepercayaannya kepada anak muda yang dijuluki 'Super Fabi' ini, dan telah memainkannya di enam pertandingan sebagai pemain pengganti di Bundesliga musim ini.

Memiliki tubuh yang tinggi dan andal dalam duel udara, Reese mencoba meniru idolanya Robin van Persie. Dia mendapatkan pujian atas tingkat kinerjanya, motivasi, dan kecerdasannya, namun perlu memperbaiki aspek taktis dari permainannya.

Pencapaian Terbaik: Reese memenangi kompetisi Bundesliga U-19 bersama Schalke pada 2014/15 dan kemudian mencetak 14 gol di musim berikutnya. MY

98. Mile Svilar (Benfica)

Yang Perlu Diketahui: Svilar tidak akan pernah melupakan 'pengalaman pertamanya yang sangat buruk' - seperti yang dijelaskan oleh manajernya sendiri, Rui Vitoria - saat menjadi kiper termuda di Liga Champions dalam usia 18 tahun dan 52 hari melawan Manchester United pada pertengahan Oktober lalu. Laga itu berakhir dengan kekalahan 1-0 dan satu-satunya gol yang terjadi adalah berkat kesalahan yang dilakukan kiper kelahiran Antwerp itu. Namun, responsnya sangat bagus di laga berikutnya.

Dalam pertandingan di Old Trafford, performa gemilang Svilar - termasuk menggagalkan penalti - membuat United kesulitan, sampai sebuah sepakan keras dari Nemanja Matic yang membentur tiang kemudian malah memantul ke badannya dan membawa bola masuk ke gawangnya sendiri. "Kami hanya perlu berbicara tentang dia berusia 18 tahun karena kartu identitasnya mengatakan itu," kata Vitoria sebelum pertandingan. "Dia benar-benar menunjukkan kedewasaan di atas usianya yang sebenarnya."

Kalian bisa menebak-nebak tim mana yang menginginkan jasanya dalam jangka panjang. 

Pencapaian Terbaik: Menyelamatkan penalti Anthony Martial... dan melakukan hal itu di Old Trafford. "Di usia saya itu sesuatu yang spesial," ujar Svilar setelah pertandingan. Dia ada benarnya. JB

97. Nicolas Schiappacasse (Atletico Madrid)

Yang Perlu diketahui: Dia memiliki paspor Italia, seperti namanya mungkin, tapi Schiappacasse mewakili Uruguay dan dianggap sebagai salah satu pemain muda terbaik di Amerika Selatan.

River Plate (klub Montevideo) memberinya debut pada pada usia 16 tahun, dan pemandu bakat dari Atletico Madrid langsung bergerak cepat. Schiappacasse belum menunjukkan apapun di Spanyol, tapi dia sangat dihargai oleh Diego Simeone dan telah diundang untuk berlatih dengan tim utama dalam beberapa kesempatan.

Pencapaian Terbaik: Schiappacasse mencetak gol kemenangan di akhir pertandingan untuk River Plate pada pertandingan menghadapi Defensor Sporting di tahun 2015. MY

96. Jordan Lotomba (Young Boys)

Yang Perlu Diketahui: Serbabisa dan sudah berpengalaman, Lotomba terlihat ditakdirkan untuk masa depan yang sangat cerah. Dia mampu bermain di lini pertahanan dan kedua sisi sayap lini tengah, dengan menggabungkan kemampuan tekel yang lugas dan kepekaan terhadap posisi dengan kecepatan dan naluri menyerang.

Setelah diorbitkan sebagai bek kanan untuk Swiss U-21, Lotomba sekarang sering dimainkan sebagai bek kiri di Young Boys, yang merekrutnya dari Lausanne di musim panas lalu. Mimpinya adalah bergabung dengan klub top Spanyol, dan seharusnya dia bisa mewujudkan hal itu.

Pencapaian Terbaik: Lotomba mencetak gol krusial yang membantu Young Boys mengalahkan Dynamo Kiev di kualifikasi Liga Champions – meskipun juga dibantu dengan blunder kiper lawan. MY

Pages