100 Pemain Sepakbola Terbaik Dunia 2015 Versi FourFourTwo: 100-91

Ini dia! Daftar pertama dari deretan pemain sepak bola terbaik di dunia, termasuk pemain Manchester United yang kontroversial dan pemain yang membuat MLS menjadi sebuah arena bermain yang berbeda...

Penulis: Gary Parkinson, Andrew Murray, Ben Clark, Huw Davies, Adam Digby, Gregor Macgregor, dan Chris Flanagan.

100. Mohamed Salah

Tidak ada yang salah dengan menjadi korban dari sistem perekrutan pemain muda yang begitu rakus. Tanya saja kepada Kevin De Bruyne, yang keluar masuk pintu Cobham dalam dua tahun terakhir, dan sekarang kembali lagi ke Premier League sebagai salah satu playmaker paling dihormati di seluruh Eropa setelah membuktikan dirinya bersama Wolfsburg. Salah mungkin belum mencapai di level yang sama seperti pemain Belgia tersebut, tetapi ia sedang menjalani jejak yang mirip dengan pemain Manchester City tersebut.

Menjadi salah satu unsur dalam transfer Juan Cuadrado pada transfer musim dingin lalu, ia menunjukkan performa yang lumayan di Fiorentina (dengan sembilan gol dalam 26 pertandingan) untuk pindah ke klub Liga Champions, AS Roma, dalam kesepakatan peminjaman yang dengan cepat mengubahnya menjadi pemain permanen. Saat ini dia sudah mencetak setengah lusin gol untuk tim asuhan Rudi Garcia tersebut – termasuk satu gol di Florence yang membawa tim barunya ke puncak klasemen. Mungkin talenta kaki cepatnya adalah salah satu yang terlalu cepat dilepas Chelsea. – GP

99. Grzegorz Krychowiak

12 bulan yang lalu, hanya sedikit orang di luar Nervion – jantung ekonomi Sevilla, dan rumah bagi tim sepak bola terbesar di kota ini – bisa mengeja nama Krychowiak dengan benar, apalagi tahu bagaimana ia bermain. Sekarang, pemain Polandia ini adalah salah satu gelandang bertahan paling dicari di Eropa setelah menjadi bintang dalam kesuksesan Sevilla merebut gelar juara Europa League secara dua tahun berturut-turut dan menempati posisi kelima di La Liga.

Pemain berusia 25 tahun ini telah mengalami peningkatan yang cukup stabil setelah kepindahannya yang tak terlalu diperhatikan banyak orang dimana hanya menghabiskan dana sebesar €4,5 juta dari Reims pada musim panas 2014 lalu. Konsistensi dan permainannya yang dinamis membuat Yevhen Konoplyanka dan Ever Banega mempunyai kebebasan untuk menjadi kreator di posisi yang lebih ke depan dalam tim asuhan Unai Emery ini. Dengan Arsenal yang saat ini sedang membutuhkan gelandang bertahan baru untuk mengganti Francis Coquelin yang cedera, the Gunners bisa saja membeli pemain yang lebih buruk daripada membeli pemain kunci yang menjadi bagian dari kesuksesan Sevilla ini. Masalahnya. Krychowiak tidak akan dijual dengan harga yang murah. – AM

98. Ezequiel Garay

Satu tahun dengan dua sisi yang berbeda bagi bek tengah berusia 29 tahun ini, dia mengakhiri musim pertamanya di Saint Petersburg dengan gelar juara setelah Zenit merebut juara liga pertama mereka sejak 2011/12. Dan setelah melihat permainannya, dia mendapatkan gelar Pemain Terbaik Musim Ini Pilihan Fans, Garay kemudian terbang ke Cile untuk membantu negaranya nyaris menjuarai Copa America pertama mereka sejak 1993.

Awal musim yang lebih cepat di sepak bola yang baru baginya di Rusia membuat Garay tidak mendapat istirahat yang cukup, tetapi di tengah kelelahan itu pun mantan pemain Real Madrid dan Benfica ini masih bisa berperan penting dalam tercapainya rekor 100% Zenit di Liga Champions. Namun cedera membuatnya harus absen di level internasional, dan Garay pun baru mencatatkan satu penampilan lagi sejak final Copa America itu. – BC

97. Ricardo Rodriguez

Banyak laporan yang menyebutkan bahwa Manchester United mungkin akan membeli bek kiri Ricardo Rodriguez sebagai pengganti Luke Shaw yang mengalami cedera panjang. Jika United hanya akan membuatnya menjadi seorang pelapis, maka ia adalah pelapis terbaik sejak Jimi Hendrix menghidupkan kembali All Along The Watchtower. Memiliki permainan yang sama seperti Leighton Baines, tetapi dilengkapi dengan kemampuan duel udara yang lebih baik dan rambut yang lebih buruk, Rodriguez memiliki umpan silang yang hebat dan eksekusi bola mati yang lebih hebat lagi. Ketika musim 2015/16 dimulai, ia telah berkontribusi lebih banyak gol (11) dan assist (18) daripada bek Bundesliga manapun sejak kedatangannya pada Januari 2012. Kemampuan defensifnya pun kini semakin membaik.

Pada perempat final DFB Pokal ketika Wolfsburg sukses menjadi juara – trofi kedua mereka – dirinya menunjukkan kemampuan bermain di kedua sisi: sang bek kiri bisa mengeksekusi penalti dengan sempurna untuk kemenangan 1-0 mereka atas Freiburg, sebelum sendirian menghentikan peluang lawan yang hampir pasti akan menjadi gol penyeimbang. Ia juga akan menjadi pemain kunci bagi Swiss dalam kelolosan mereka ke Euro 2016. – HD

96. Stephan Lichtsteiner

Mampu bermain sebagai bek sayap atau bek kanan ortodoks, Lichtsteiner adalah pemain kuncil yang bisa membuat bos Bianconeri, Max Allegri, mengubah formasi antara tiga dan empat bek, dan fleksibilitas itu sangat penting dalam perjalanan mereka menuju final Liga Champions. Bek asal Swiss ini kini telah memenangi gelar Serie A dalam empat musim terakhir, dan mencetak tiga gol serta lima assist pada 2014/15 ketika Si Nyonya Tua nyaris merebut treble.

Lichtsteiner dioperasi untuk memperbaiki detak jantungnya yang tak menentu pada Oktober lalu, dan bisa kembali bermain hanya 30 hari kemudian dan langsung mencetak gol di Borussia Monchengladbach dan menyelamatkan satu poin untuk timnya – sebuah bukti bagaimana luar biasa semangatnya dan intensitas yang menjadi ciri khas permainannya. – AD

95. Son Heung-min

Son adalah pemain Asia No.1. kami. Awal tahun ini, kami memberikan status mantan penyerang Bayer Leverkusen ini sebagai pemain terbaik dalam 50 Pemain Terbaik Asia kami. Sejak itu, pemain baru di Premier League ini pindah dengan nilai £18 juta dan menunjukkan kemampuannya di White Hart Lane dengan tiga gol dalam sembilan pertandingan di semua kompetisi, dan mempertahankan rataan golnya yang memang bagus. Pemain Korea Selatan ini juga mencetak lima gol dan memberikan dua assist dalam tiga penampilan internasional terakhirnya.

Cedera kakinya baru-baru ini membuat harapan pemain 23 tahun ini untuk memberi kesan mendalam bagi sepak bola Inggris tertahan, tetapi bisa dipastikan kita masih akan melihat lebih banyak lagi dari penyerang pekerja keras dan atletis ini. Ia mampu menendang dengan baik dari jarak jauh lewat kedua kakinya dan bisa ditempatkan di berbagai peran di lini depan. Harry Kane, bantuan untukmu telah tiba. – GM

94. Sebastian Giovinco

Ketika Yaya Toure menggunakan tenaganya untuk melewati pemain-pemain belakang lawan, ia seperti pemain berusia 16 tahun di pertandingan U-13. Pada MLS musim 2015, Giovinco terlihat seperti pemain berusia 13 tahun yang membuat malu ayah-ayah rekan setimnya di taman. Musim debut Si Semut Atom di MLS ini jauh lebih baik daripada bintang-bintang debutan lannya yaitu Kaka, Pirlo, Lampard, Gerrard, Drogba, dan Villa.

FITUR Bagaimana Giovinco membuat Toronto kagum dengnnya dan membantu MLS menuju level lebih tinggi

Dirinya menjadi top skorer di liga dengan 22 gol dan pencetak assist terbanyak dengan 16 assist, Giovinco bisa mencetak gol untuk Toronto dari jarak jauh maupun dekat – tidak dengan sundulan, tentu saja – sementara dribelnya yang kejam banyak ditonton di YouTube dan membuat generasi muda tertarik pada MLS. Pada pertengahan Oktober lalu, ia mendarat di Toronto dari Italia – penampilannya membuat Azzurri memanggilnya kembali – 75 menit sebelum pertandingan krusial di mana golnya, yang disebut-sebut sebagai gol terbaik sepanjang masa Toronto, memberikan mereka kepastian lolos ke babak kualifikasi play-off untuk pertama kalinya. Perjalanan panjang itu mungkin akan menjadi masa lalu jika Barcelona benar-benar melanjutkan ketertarikan mereka untuk memboyongnya pada Januari. – GP

93. Anthony Martial

Membayar £36 juta, yang berpotensi menjadi £58 juta, untuk seorang pemuda yang kurang dikenal? Jelas ini adalah sebuah pembelian panik. Martial hanya perlu 20 menit untuk membuktikan bahwa itu tidak benar. Setelah gol indahnya ke gawang Liverpool, yang kemudian menjadi empat gol dalam empat pertandingan pertamanya, ia menunjukkan bahwa harga itu pantas. Louis van Gaal harus memikirkan ulang klaim bahwa Martial dibeli “untuk manajer selanjutnya”; banyak yang berpikir kenapa ia harus bermain di sayap ketika Wayne Rooney terus mengecewakan.

Perjalanannya tidaklah begitu mulus. Paul Scholes, yang tiba-tiba menjadi gemar berkomentar, mengatakan tentang Martial “tidak terlihat terganggu jika ia gagal memanfaatkan peluang”. Jika ia membaca FourFourTwo, Scholes akan tahu bahwa itu tak terlalu penting. Armand Garrido, mantan pelatih Martial, menjelaskannya, “Ia begitu santai, ia tak merasakan tekanan. Jika ia gagal memanfaatkan peluang, ia hanya tersenyum. Itu membantunya.” Dengan kesempatan di depan terbuka dan dengan Piala Eropa 2016 dilaksanakan di negara sendiri, Martial seharusnya akan lebih banyak tersenyum tahun depan. – HD

92. Carlos Bacca

FFT100 berpisah dengan Radamel Falcao tahun ini, sebuah penurunan yang drastis dari posisi keempatnya dua tahun lalu – terutama karena fakta bahwa ia bermain begitu buruk sejak saat itu, dan dipersulit dengan cedera lutut serius yang ia alami sejak awal 2014. Yang mengisi posisinya adalah penyerang Kolombia lainnya dengan catatan gol-gol di final Europa League..

Bacca mencetak dua gol untuk Sevilla pada final kompetisi tersebut pada bulan Mei melawan Dnipro di Warsawa – termasuk gol kemenangan klub Spanyol ini, sebuah penyelesaian akhir yang hebat. Pemain berusia 29 tahun ini memiliki insting membunuh yang tak diragukan lagi di area penalti, dan dengan 17 gol di paruh kedua musim 2014/15 membuat mantan bintang Club Brugge ini pindah dengan harga senilai £21 juta ke Milan pada musim panas lalu, dan telah mencetak setengah lusin gol sampai pada awal November lalu. – CF

91. Wayne Rooney

“Rooney, Rooney, Rooney,” dinyanyikan di Wembley ketika pencetak gol terbanyak sepanjang masa Inggris ini mentahbiskan dirinya pada 8 September tahun ini, dan membuatnya memecahkan rekor Sir Bobby Charlton yang telah lama dibuat. Tetapi Anda tidak berada di FFT100 hanya lewat tujuh gol di kualifikasi Euro 2016 dan sentimen saja. Kapten Manchester United ini terus diperdebatkan apakah ia masih merupakan pemain terbaik Inggris. Hasil akhirnya adalah, masih, dengan mempertimbangkan ke-serba bisa-annya di berbagai posisi di lapangan, industri, kepemimpinan, dan kemampuannya menghadapi tekanan tinggi di klub dan negaranya. (Namun tentu saja kami tahu Kane menikmati tahun 2015 yang lebih baik.)

Tetapi dua gol di sepanjang musim dan menjadi pemain pembantu bagi Robin van Persie dan Falcao musim lalu menunjukkan penurunan pemain berusia 30 tahun ini. Penurunan sebanyak 42 posisi menunjukkan bahwa ia perlu jauh lebih baik lagi jika ia ingin bertahan di daftar ini. – GM

#FFT100 100 Pemain Sepakbola Terbaik di Dunia: Daftar dan Fitur semua terangkum di sini