Analisa

100 Pemain Sepakbola Terbaik Dunia 2016 Versi FourFourTwo: 50-41

Kini kita telah melewati garis tengah dalam daftar pemain terbaik dunia kami… 

We are part of The Trust Project What is it?

Termasuk dalam daftar ini: pemasok utama gol-gol Chelsea dan juara Eropa di level klub maupun negara...

Oleh: Greg Lea, Andy Murray, Tom Kundert, Andrew Gibney, David Cartlidge, Alex Hess, Simon Harrison, Adam Digby

50. Mats Hummels

Hummels adalah pemain terbaru yang pindah dari Borussia Dortmund ke Bayern Munich di musim panas, bergabung dengan Mario Gotze dan Robert Lewandowski yang sebelumnya juga berganti seragam hitam kuning ke warna merah putih.

Bisa dipahami jika pendukung Dortmund merasa kesal karena harus melepas pemain mereka ke rival utama, tetapi Hummels tidak akan menyesali kepindahannya ke salah satu tim terkuat Eropa. Apalagi, performa pemain berusia 27 tahun ini kembali bangkit setelah tampil mengecewakan di tahun 2015 dan menunjukkan mengapa ia layak disebut salah satu bek tengah terbaik dunia tahun ini.

"Bagi saya, Mats Hummels tetap merupakan bek terbaik di Jerman karena dia yang paling komplet," ujar kepala eksekutif Borussia Dortmund, Hans-Joachim Watzke kepada Sport1 pada bulan Agustus. "Saya menilainya lebih baik ketimbang Jerome Boateng, tapi itu persaingan terbuka."

Satu hal yang pasti: Bayern memiliki duet bek tengah yang mengerikan di skuatnya. – GL

49. Koke

Pada usia yang baru menginjak 24 tahun, Koke telah membuat lebih dari 200 penampilan untuk tim utama dan tim B Atletico Madrid, dan peran pentingnya untuk pasukan Diego Simeone tidak dapat diabaikan. Saat Atleti mengalami evolusi, pemain Spanyol ini juga memiliki kesempatan untuk lebih sering bermain di kancah internasional.

Meskipun Koke telah bermain untuk La Roja sejak 2013, kualitas lini tengah Spanyol membuatnya kesulitan mendapatkan kesempatan bermain. Namun, di bawah pelatih baru, Julen Lopetegui, gelandang Atleti ini telah menjadi pilihan utama sepanjang babak kualifikasi Piala Dunia tahun ini dan tampaknya akan mendapatkan kesempatan yang telah lama dinantikannya saat mantan pelatih FC Porto itu berupaya membangun sebuah era baru.

Pria Spanyol ini membukukan 14 assist di liga musim lalu, namun gagal membawa timnya menang di final Liga Champions. Kekecewaan semacam itu hanya akan semakin mendorongnya untuk kembali menunjukkan performa terbaik di bawah kepelatihan Diego Simeone. – SH

48. Raphael Guerreiro

Para suporter timnas Prancis mungkin berharap Raphael Guerreiro lebih memilih negara kelahirannya daripada kewarganegaraan yang sama dengan ayahnya saat mereka menyaksikan permainan ulet dan lincah bek kiri ini berhasil meredam Paul Pogba, melepaskan tendangan bebas yang membentur mistar, dan menunjukkan performa luar biasa di final Piala Eropa.

Selain pemainannya yang enerjik dan cerdas, pemahaman taktis Guerreiro memungkinkan dia untuk bermain sama efektifnya di beberapa posisi, dan kecerdasannya di lapangan tercermin dari keberhasilannya menata kariernya. Setelah terus menanjak selama beberapa tahun di Prancis bersama Lorient, dia dengan sabar menunggu kesempatan yang tepat untuk melanjutkan kariernya, yang datang pada musim panas ini dengan pindah ke Borussia Dortmund setelah menolak tawaran dari PSG dan Barcelona.

Dia beradaptasi dengan cepat di Jerman, bermain sebagai bek kiri, pemain sayap kiri, dan bahkan di lapangan tengah. "Guerreiro terlalu bagus untuk dibatasi untuk  hanya bermain di satu posisi," kata pelatih Thomas Tuchel. – TK

47. Paulo Dybala

Saat musim lalu dimulai, tanda tanya terbesar bagi Juventus adalah bagaimana Paulo Dybala akan bereaksi dengan nilai transfernya yang sebesar €32 juta dari Palermo ke Turin. Pemain muda Argentina yang menjadi bintang di Sisilia ini menjawab setiap keraguan, memastikan Bianconeri tidak merasa kehilangan Carlos Tevez sedikit pun, dan catatan 23 gol dan sembilan assistnya datang hampir seluruhnya dari kaki kirinya.

Dia juga kerap mengecoh lawan di Liga Champions, mencetak gol dalam hasil imbang 2-2 dengan Bayern Munich sebelum absen di leg berikutnya karena cedera yang semakin menegaskan peran pentingnya di tim saat mereka tersingkir.

"Dybala pemain yang unik," kata Carlo Ancelotti kepada Tuttosport baru-baru ini. "Dia penyerang modern, mengombinasikan pergerakan dan dinamisme dengan bakatnya. Dia bisa membuat sejarah dengan Juve selama 10 tahun ke depan." Siapa yang berani membantah Ancelotti? – AD

Selanjutnya: Bek keras yang brilian