100 Pemain Sepakbola Terbaik Dunia 2016 Versi FourFourTwo: 80-71

Bagian ketiga dari daftar 100 pemain sepakbola terbaik dunia 2016 kami... 

Termasuk di dalam daftar ini: dua orang tukang teror milik Tottenham dan dua mesin gol kota Milan...

Oleh: Adam Digby, Chris Flanagan, Huw Davies, James Maw, Joe Brewin, David Cartlidge

80. Carlos Bacca

Sebuah pengecualian dari sesuatu yang normal saat ini di AC Milan: Carlos Bacca tidaklah muda, bukan orang Italia, dan bukan produk asli tim muda Rossoneri. Namun saat tim yang bermarkas di San Siro ini berusaha untuk membangun kembali reputasi tercoreng mereka dengan pemain-pemain semacam Gianluigi Donnarumma dan Manuel Locatelli, orang Kolombia berusia 30 tahun inilah yang tetap membuat mereka di atas.

Ia sudah menciptakan 26 gol dari 55 pertandingan, menjaga konsistensi dengan rataan gol yang ia catat di Sevilla (49 dari 108) meski pemain-pemain di sekitarnya kesulitan untuk menciptakan peluang. Sederhananya, tidak peduli seburuk apa Milan tampil, Bacca tetap saja bisa menciptakan gol dengan akurasi yang mematikan. – AD

79. Ilkay Gundogan

Pemain tengah ini menghabiskan dua tahun di luar FFT100 setelah tahun sensasinya di 2013, saat ia mencitakan gol di final Liga Champions untuk Borussia Dortmund. Namun pemain 26 tahun ini sudah layak dipanggil kembali oleh FourFourTwo setelah menjalani tahun di mana ia tampil impresif di Jerman dan Inggris, dengan diselingi cedera selama lima bulan.

Disebut akan pindah dari Dortmund selama beberapa waktu, fakta bahwa Pep Guardiola siap untuk menjadikannya pemain pertama dirinya di Manchester City pada bulan Juni lalu menunjukkan talentanya, meski ia baru mengalami cedera lutut pada saat latihan sebulan sebelumnya.

Pemain kunci di kebangkitan BVB musim lalu, ia semakin bersinar setelah kembali fit di City, di mana ia menggabungkan kemampuan passing dengan kemampuan untuk ikut membantu serangan dan menciptakan gol. Gundogan bahkan mampu menciptakan empat gol dalam jarak waktu empat hari di musim gugur ini, dengan menciptakan dua gol di West Bromwich Albion dan kemudian melengkapinya dengan dua gol lagi dalam kemenangan tak terlupakan di Liga Champions menghadapi Barcelona. – CF

78. Kevin Gameiro

Orang Perancis ini sudah menjadi pencetak gol secara rutin di sepanjang karirnya, namun paruh kedua musim 2015/16 terbukti membawanya ke level lebih tinggi lagi.

Gameiro menciptakan 20 gol untuk Sevilla setelah pergantian tahun, delapan di antaranya ia cetak dalam perjalanan Rojiblancos meraih gelar ketiga secara beruntun di Europa League. Sangat bisa diandalkan di depan gawang, ia secara krusial menciptakan tiga gol di semifinal melawan Shakhtar Donetsk, sebelum gol penyama kedudukan yang ia cetak 17 detik setelah babak kedua dimulai mengubah arah pertandingan menghadapi Liverpool pada final di Basel. Performa pemain 29 tahun ini menggoda Atletico Madrid untuk membayar €32 juta untuk membawanya ke Vicente Calderon, di mana ia juga sudah berada di daftar pencipta gol.

Seorang predator di kotak penalti, mantan pemain Strasbourg, Lorient, dan PSG ini mungkin tidak menciptakan banyak gol spektakuler, tapi ia sudah lama memahami betapa berartinya finishing sederhana di depan gawang. Bahkan sedikit saja kehilangan konsentrasi di lini belakang, Anda akan mendapatkan hukuman jika ada Gameiro di tim lawan. – CF

77. Samuel Umtiti

Hanya sedikit pemain yang bisa bergabung dengan Barcelona di usia 22 tahun dan langsung mendapatkan posisi di tim utama. Samuel Umtiti, meski begitu, tidak senang hanya duduk-duduk saja.

Bek tengah ini menjalani debut internasionalnya di Stade de France dalam pertandingan perempat final tuan rumah Euro 2016 (dan ia tidak melakukan kesalahan umpan sekalipun dari 76 kali percobaan). Ia mempertahankan posisinya di semifinal, dan kemudian final. Dan yang dibutuhkan agar ia mendapat kesempatan ini adalah Adil Rami mendapat hukuman, Mamadou Sakho absen, Raphael Varane dan Jeremy Matieu cedera, dan Eliaquim Mangala tampil busuk.

Umtiti mengambil kesempatan tersebut dan sekarang melakukan hal yang sama di Barcelona. Pada bulan September, manajer Luis Enrique mengakui rasa terkejutnya soal bagaimana bek ini, setelah hanya empat pertandingan, “beradaptasi dengan sangat cepat di posisi di mana klub selalu kesulitan.”

Semua tandanya ada: ia tampil luar biasa di musim yang hebat bersama Lyon pada 2015/16, di mana 11 kemenangan dari 14 pertandingan membawa mereka ke Liga Champions. Meski begitu, perkembangan Umtiti bahkan lebih cepat dari yang diperkirakan. – HD

Selanjutnya: Pemain Real Madrid yang paling kurang dihargai...