100 Pemain Sepakbola Terbaik Dunia 2016 Versi FourFourTwo: No.15 – Gonzalo Higuain

Huw Davies melihat kembali tahun di mana penyerang internasional Argentina ini memecahkan rekor…

Juventus rela membayar £75 juta untuk seorang striker yang berusia 29 tahun memperlihatkan banyak hal tentang sepakbola modern sekarang, terutama karena mereka tahu bahwa kemungkinan, mereka hanya akan mendapatkan dua tahun yang bagus saja dari dirinya. Bahwa mungkin saja mereka membuat keputusan yang tepat juga memperlihatkan banyak hal tentang Higuain.

Ada alasan mengapa Higuain naik 48 peringkat di FFT 100. Pada musim 2015/16, ia memecahkan rekor Capocannoniere (gelar top skorer) Serie A pasca-Perang Dunia Kedua (dan manyamai rekor terbaik sepanjang masa) dengan menciptakan 36 gol di liga untuk sang runner-up, Napoli. Jumlahnya adalah 36 gol, sementara rival terdekatnya menciptakan 19 gol. Bahkan, sejak tahun 1959, hanya satu orang, Luca Toni, yang bahkan bisa menyentuh angka 30 gol dalam satu musim, dan sepakbola Italia sudah menyaksikan banyak penyerang bagus dalam enam dekade terakhir ini. Higuain mengalahkan semuanya.

Pada 3 April, segalanya terlihat tak ada harapan. Perjalanan Napoli ke Udinese tampak cukup sederhana – Udinese bertarung di zona degradasi dan menciptakan tiga gol lebih sedikit musim ini dibandingkan Higuain sendirian – tapi dengan il Partenopei tertinggal 3-1 meski ada tendangan kencang orang Argentina ini dari jarak 20 yard, dua kartu kuning tidak perlu dari insiden tanpa bola membuat Higuain dihukum tiga pertandingan. Enam gol yang dibutuhkan dari tujuh pertandingan menjadi enam dari empat pertandingan. Kemudian, saat Napoli kalah 1-0 dari Roma setelah ia kembali, enam dari tiga pertandingan.

Drama akhir musim yang hebat

Sebulan kemudian, Juventus melemparkan nilai transfer terbesar ketiga sepanjang sejarah untuk memboyong bintang rival perebutan gelar juara mereka

Higuain memasuki 45 menit terakhir musim lalu, di tengah hujan deras menghadapi Frosinone, masih membutuhkan hattrick di babak kedua. Setelah sebuah voli first-time yang bagus, ia langsung mengambil bola dari jaring gawang. Voli first-time yang lebih bagus lagi 10 menit kemudian, dan Napoli merayakan kesuksesanya menyamai rekor gol pasca-perang. Dan 10 menit setelah itu, voli ketiga – bukan, sebuah tendangan salto dari 20 yard, bola melewati atas kiper seolah digambarkan di buku anak anak – dan rekor pun menjadi miliknya.

Setelah akhir musim yang konyol namun luar biasa tersebut, musim panas Higuain memberikan drama yang berbeda. Argentina lolos ke final Copa America Centenario, dengan Higuain menciptakan dua gol di perempat final dan dua lagi di semifinal, namun dalam dua tahun berurutan, mereka kalah dari Cile lagi dalam adu penalti.

Sebulan kemudian, Juventus melemparkan nilai transfer terbesar ketiga sepanjang sejarah untuk memboyong bintang rival perebutan gelar juara mereka. Tidak seperti Diego Maradona sebelum dirinya, Higuain tidak akan menjadi orang Argentina yang menjadi tenaga pendorong usaha Napoli meraih scudetto. Bukan hal mengejutkan juga fakta bahwa menerima uang sebanyak €75 juta tidak mengurangi kemarahan fans Napoli yang merasa dikhianati. Dan tidak mengejutkan juga, setelah Higuain di Turin, Juventus sekarang sudah unggul empat poin di puncak klasemen pada musim 2016/17 ini di Serie A, sementara Napoli terdampar di posisi tujuh.

Kejayaan di Eropa?

Tentu saja ia tidak akan menyamai musim 2015/16. Higuain saat itu tidak bisa dihentikan

Higuain belum setajam musim lalu – jelas mustahil untuk bisa kembali setajam itu – namun ia beradaptasi dengan baik dengan tantangan yang muncul di Juve. Ia tidak lagi tak tergantikan, meski harga transfernya; Massimiliano Allegri tidak takut untuk meminggirkan Higuain demi Mario Mandzukic untuk ‘pertandingan fisik’ menghadapi Inter, setelah sepertinya menyaksikan langsung seluruh episode The Crystal Maze. Sementara itu, cedera yang dideritanya membuatnya harus berlatih sendiran dan kemarahan fans Napoli dikabarkan membuatnya harus memiliki bantuan tenaga keamanan yang siaga 24 jam. Meski begitu, Higuain tetap menciptakan gol secara rutin.

Tentu saja ia tidak akan menyamai musim 2015/16. Higuain saat itu tidak bisa dihentikan: ia menciptakan dua gol di setiap lima pertandingan dalam tujuh pertandingan di sekitar Natal, dan waktu tidak mencetak gol paling lamanya hanya bertahan 200 menit di bulan Februari. Ini juga tidak berarti ia beberapa kali menghantam lawannya dengan kejam: tiga gol di laga terakhir itu adalah satu-satunya hattrick di musim lalu – sesuatu yang cukup luar biasa untuk catatan 36 gol dari 35 pertandingan – dan ia tidak mendiskriminasi siapapun, dengan menciptakan gol melawan 17 dari 19 tim lain di liga.

Scudetto dengan Juventus di musim ini tampaknya sudah terjain. Tugas utamanya: mengakhiri penantian 20 tahun mereka untuk gelar Liga Champions. Tantangan diterima.

Daftar lengkap #FFT100

100-91 • 90-81 • 80-71 • 70-61 • 60-51 • 50-41 • 40-31 • 30-26 • 25 • 24 • 23 • 22 • 21• 20 • 19 • 18 • 17 • 16 • 15 • 14 • 13 • 12 • 11 • 10 • 9 • 8 • 7 • 6 • 5 • 4 • 3 • 2 • 1

100 Pemain Sepakbola Terbaik Dunia 2016 Versi FourFourTwo