100 Pemain Sepakbola Terbaik Dunia 2016 Versi FourFourTwo: No.18 – Zlatan Ibrahimovic

Huw Davies melihat kembali 12 bulan terakhir dalam karier penyerang utama Manchester United ini… 

“Anda tidak sedang membual jika bisa membuktikannya.” Salah satu kalimat yang selalu dikaitkan dengan Muhammad Ali, yang telah meninggal tahun ini, bisa dengan mudah dikatakan oleh Zlatan Ibrahimovic. Karir sang striker didorong oleh dua kekuatan: kesombongan dan pembuktian. Tahun ini, pembuktian itu lebih dibutuhkannya daripada sebelum-sebelumnya.

Tak masalah jika Anda bercanda atau menggertak: saat Anda berkata, “Saya tidak akan menjadi raja di Manchester – saya akan menjadi Dewa Manchester,” Anda cenderung mengundang pengawasan, khususnya di iklim sepakbola Inggris yang mendewakan kompetisi sendiri. Selain itu, Inggris tak pernah mengijinkan diri mereka untuk meyakini kualitas seorang Ibrahimovic. Karenanya, setelah ia bergabung dengan Manchester United, adalah sangat penting bagi image sang pemain untuk membuktikan ucapan bombastisnya.

Ini juga amat penting bagi Mourinho: dengan reputasinya, ‘kegagalan’ tidak ada dalam kamus lelaki berusia 53 tahun ini. Dan ini juga penting untuk Manchester United, yang terpojok untuk menunjuknya karena pembangunan yang terkalkulasi rapi yang dilakukan rival sekota mereka dan karena kehancuran yang mereka buat sendiri pada masa transisi pasca era Fergie.

Setelah Mourinho, United mendatangkan Ibrahimovic dan Paul Pogba sebagai pernyataan ke Liga, memilih untuk mengabaikan masalah kecil pada sistem 4-2-3-1 Mourinho yang tak cocok dengan mereka. Ibrahimovic adalah seorang letnan bagi Mourinho di lapangan, dan berkata, “Saya membutuhkan orang-orang di lapangan untuk membaca permainan dan mengerti apa yang kami inginkan” (catatan: ‘kami’ dibaca ‘saya’) – tapi sejauh ini, momen-momen terbaik Ibrahimovic dan Pogba dalam jersey merah muncul dari kemampuan alami mereka.

Dan dengan begitu, Ibrahimovic telah gagal di Inggris. Ya kan? Salah.

Efek yang instan

Empat gol dalam empat laga perdana di Premier League juga termasuk sebuah gol yang kurang dihargai pada derby Manchester pertamanya

Ibrahimovic langsung memberikan hasil. Setelah membuka keran golnya dengan tembakan voli akrobatik di pra-musim, dia mencetak gol kemenangan United di Community Shield, dan kemudian melesakkan gol dari jarak 25 meter pada debutnya saat menghadapi Bournemouth.

Empat gol dalam empat laga perdana di Premier League juga termasuk sebuah gol yang kurang dihargai pada derby Manchester pertamanya (tonton lagi dan sebutkan tiga pemain lain di dunia yang bisa mencetak gol seperti itu).

Dan kemudian: enam pertandingan, tanpa gol, lebih banyak pertanyaan. Dia menjawab dengan tipikal Zlatan, “Gol akan datang: Saya punya lebih dari 450 gol dalam karir saya jadi ini adalah hal terakhir yang membuat saya khawatir” dan mencetak dua gol ke gawang Swansea, namun orang lain risau dengan kilasan performa bagus seperti itu.

Jika kami membuat daftar ini beberapa bulan lalu, ia akan naik peringkat dari tahun lalu, di mana ia berada di posisi 16.  Tapi, dia kini malah turun dua tempat. Jadi, Anda mungkin bertanya, mengapa dia ada di posisi 20 besar kami?

Gol, gol, dan gol

Ibrahimovic memenangkan penghargaan Sepatu Emas di Ligue 1 dengan catatan tertinggi kedua dalam 85 tahun. Dia juga membuat rekor pribadi: 50 gol dalam satu musim, di semua kompetisi

Penting untuk mengingat musim 2015/16. Perlu diingat bahwa kami tidak hanya menilai penampilannya musim ini. Dan Zlatan punya musim yang luar biasa di 2015/16.

Bahkan jika Anda berpikir Ligue 1 tak begitu bagus – tim-tim asal Prancis yang terus mengalahkan tim-tim Inggris di Eropa tidak akan setuju – sulit untuk melihat catatan gol Ibrahimovic tanpa decak kagum. Musim lalu, catatannya benar-benar di luar batas: 29 penampilan, 38 gol, 13 assist. Secara langsung ia berkontribusi pada 59 gol dari 29 laga? Itu gila. Ibrahimovic memenangkan penghargaan Sepatu Emas di Ligue 1 dengan catatan tertinggi kedua dalam 85 tahun. Dia juga membuat rekor pribadi: 50 gol dalam satu musim, di semua kompetisi. 

PSG membutuhkan gol-gol tersebut. Ketika Ibrahimovic tidak bermain di 9 laga, mereka hanya mencetak 9 gol. Itu artinya hanya satu gol per laga. Saat dia bermain di 29 pertandingan, mereka melesakkan 93 gol. Rata-ratanya, PSG mencetak 3,2 gol per pertandingan di semua pertandingan liga saat Ibrahimovic bermain. Itu efek kehadirannya.

Bayangkan apa yang bisa dilakukan Manchester United dengan gol-gol itu sekarang. Ibrahimovic masih punya PR yang harus ia kerjakan di musim 2016/17 – dan juga 2017/18, dengan pemain 35 tahun itu mungkin sudah mendapatkan perpanjangan satu tahun tambahan. Saatnya untuk membuktikannya.

Daftar lengkap #FFT100

100-91 • 90-81 • 80-71 • 70-61 • 60-51 • 50-41 • 40-31 • 30-26 • 25 • 24 • 23 • 22 • 21• 20 • 19 • 18 • 17 • 16 • 15 • 14 • 13 • 12 • 11 • 10 • 9 • 8 • 7 • 6 • 5 • 4 • 3 • 2 • 1

100 Pemain Sepakbola Terbaik Dunia 2016 Versi FourFourTwo