100 Pesepakbola Terhebat Sepanjang Masa versi FourFourTwo: 40-31

Italy’s golden boy, Spain’s only Ballon d’Or winner and the ageless Wizard of the Dribble 

40. Kenny Dalglish

Kenny Dalglish

Kenapa ia berada di daftar ini?
‘King Kenny’ sudah memenangi empat gelar Liga Skotlandia bersama Celtic sebelum pergi ke Inggris untuk bergabung dengan Liverpool-nya Bob Paisley di tahun 1977. Ia mungkin bukan pemain paling cepat, tapi menurut Paisley, "(Ia melihat) beberapa meter pertama di dalam kepalanya". Dalglish meneror lini belakang lawan dengan kualitas individunya (dan juga sisi belakangnya) dan memenangi banyak gelar domestik dan Eropa. Di samping berbagai kesuksesan bersama tim, ia menjadi pemain pertama yang mencetak 100 gol di Liga Inggris dan Skotlandia.

Titik tertinggi dalam karier
Sama bagusnya dalam urusan menciptakan assist dan gol, tendangan cungkil yang tenang dari Dalglish saat menjuarai Liga Champions 1978 dengan menang atas Bruges menunjukkan bahwa ia adalah salah satu penyelesai peluang terbaik di olahraga ini.

Oleh: Jon Spurling

39. Nandor Hidegkuti

Nandor Hidegkuti

Kenapa ia berada di daftar ini?
Salah satu 'false nine' pertama dalam sejarah ini adalah seorang striker sekaligus playmaker. Ia menciptakan gol dalam jumlah yang luar biasa, tapi juga senang bergerak turun ke belakang, mengatur permainan, dan memberikan umpan terobosan yang manis untuk rekan-rekannya. Visi yang ia miliki tak tertandingi, dan ini menjadikannya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam tim fantastis Hungaria yang lolos ke final Piala Dunia 1954, di mana mereka seharusnya menjadi juara.

Titik tertinggi dalam karier
Hidegkuti menciptakan gol di menit pertama dan melanjutkannya dengan mencatatkan hattrick dalam pertandingan yang dijuluki sebagai 'Pertandingan Abad Ini' - sebuah kemenangan Hungaria 6-3 atas Inggris di Wembley pada bulan November 1953, yang terus dikenang sejarah.

Oleh: Michael Yokhin

38. Gianni Rivera

Gianni Rivera

Kenapa ia berada di daftar ini?
Saat diminta untuk menyebutkan empat pemain terbaik Italia menjelang Piala Dunia 1970, manajer Inggris, Alf Ramsey, dengan bercanda menjawab, "Rivera. Rivera. Rivera. Rivera."

Jawaban Ramsey ini menunjukkan pesona luar biasa yang dimiliki bintang Milan ini, yang mencatatkan 501 penampilan dari tahun 1960 hingga 1979. Namun ia tidak begitu dicintai di Italia; penulis kontroversial Gianni Brera melabeli dirinya abatino (Pendeta Muda), merujuk pada fakta bahwa ia adalah pemain 'mewah' yang cenderung menghindari bentrok fisik di lapangan. Meski begitu, hal tersebut sama sekali tidak menghalangi para manajer Milan untuk membangun tim mereka di sekitar talenta hebat sang 'Anak Emas'.

Titik tertinggi dalam karier
"Baginya, yang ia lakukan semudah membuatkan teh untuk saya," ucap striker Milan, Jose Altafini, setelah Rivera memberikan assist padanya dalam kemenangan Milan di final Piala Champions melawan Benfica.

Oleh: Jon Spurling

Pages