100 Pesepakbola Terhebat Sepanjang Masa versi FourFourTwo: 80-71

Ada pemain yang bisa menjadi bek bagus dan striker bagus, dan beberapa penyerang luar biasa dalam sejarah sepakbola. Mereka ada di urutan 80-71 di daftar 100 pesepakbola terhebat sepanjang masa

80. Thierry Henry

Thierry Henry

Kenapa ia berada di daftar ini?
Pemain yang benar-benar fantastis selama setengah dekade puncak kariernya ini membawa Arsenal menjalani masa-masa paling hebat dalam sejarah modern mereka dengan cara yang luar biasa. Sebagai satu dari sedikit pemain yang memiliki beberapa tipe gol khas -berhadapan satu lawan satu dengan lawan di sisi kiri lapangan sebelum melesakkan bola ke arah pojok jauh gawang dengan tendangan kaki kanan - ia menciptakan lebih dari 20 gol selama lima musim secara beruntun, di era ketika jumlah ini adalah jumlah yang luar biasa untuk para striker elit.

Pemain asal Perancis ini andal menggunakan kedua kakinya, bisa menyelesaikan peluang dengan tendangan keras maupun sentuhan halus, dan tidak pernah kalah dalam hal kecepatan ataupun arogansi. Ia bisa dikatakan sebagai salah satu striker paling mengerikan di era Premier League; selain itu, Henry juga mencatat rekor 51 gol untuk tim nasional Perancis.

Titik tertinggi dalam Karir
Walaupun ia memberikan semua kualitas terbaiknya di Arsenal, namun keterlibatannya dalam awal masa keperkasaan Barcelona asuhan Pep Guardiola, termasuk merebut treble di tahun 2009, tampak seperti puncak karirnya.

Oleh: Alex Hess

79. Gigi Riva

Gigi Riva

Kenapa ia berada di daftar ini?
Pencetak gol terbanyak sepanjang masa Italia ini adalah pemain perkasa dengan kaki kiri yang bisa melepaskan tendangan yang tak terhentikan, yang mampu membawa tim biasa-biasa saja meraih Juara. Riva dipaksa pensiun dini pada usia 32 tahun setelah diganggu serangkaian cedera, namun saat itu, ia sudah mencapai segalanya: ia menghabiskan 13 tahun di Cagliari, menciptakan 207 gol di level klub, dan 35 gol (dalam hanya 42 pertandingan) untuk negaranya.

Bersama Italia, pencapaiannya ini menjadi kunci penting saat timnasnya meraih juara di Piala Eropa 1968, dan keberhasilan mereka menjadi runner-up di Piala Dunia dua tahun kemudian, tapi pencapaian terbesarnya terjadi di Serie A.

Titik tertinggi dalam Karir
Membawa Cagliari meraih gelar Scudetto pertama dan satu-satunya milik mereka, di mana 21 gol dari 28 pertandingan yang ia ciptakan menjadi elemen vital dalam pencapaian bersejarah ini.

Oleh: Alex Hess

78. Just Fontaine

Just Fontaine

Kenapa ia berada di daftar ini?
Berpasangan dengan Raymond Kopa di Stade de Reims, Fontaine yang memiliki dua kaki yang sama bagusnya dan pergerakan yang mulus mampu menciptakan banyak gol. Ia terus mencetak gol bahkan setelah Kopa pergi ke Real Madrid di tahun 1958, hingga akhirnya mencatatkan 121 gol dalam 6 tahun bersama Reims.

Fontaine, yang menciptakan hattrick di laga debut internasionalnya melawan Luxemburg, meraih popularitas tertingginya saat menciptakan 13 gol dalam Piala Dunia 1958. Ia tetap berada di peringkat empat pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia, meski hanya menciptakan gol di satu turnamen saja.

Titik tertinggi dalam Karir
Empat gol yang diciptakan Fountaine dalam perebutan posisi ketiga melawan juara bertahan Jerman Barat membuatnya melewati rekor 11 gol Sandor Kocsis di Piala Dunia 1954 - sebuah momen yang layak dikenang.

Oleh: Jon Spurling

Pages