Analisa

11 Calon Bintang Sepak Bola Asia Tenggara Yang Bermain di SEA Games

We are part of The Trust Project What is it?

Timor Leste – Jose Carlos Da Fonseca

Bermain di Thailand dengan Phayao Football Club, Jose Carlos Da Fonseca datang ke SEA Games dengan standar yang tinggi usai membawa timnya menang di dua leg melawan Mongolia dalam kemenangan bersejarah Timor Leste untuk melaju ke babak kedua kualifikasi Piala Dunia 2018 di bulan Maret.
 
Bermain di kedua pertandingan yang berakhir 5-1 secara agregat, pemain berusia 20 tahun ini akan berupaya mendapatkan hasil-hasil yang bagus dalam beberapa hari mendatang. Wakil kapten Timor Leste yang cepat ini telah mencetak gol melawan juara bertahan Thailand di SEA Games sebelumnya dan kemungkinan akan memimpin lini serang kali ini.

Malaysia – Gary Robbat

Malaysia akan mengandalkan pemain Johor Darul Takzim, Gary Steven Robbat, untuk memberikan agresivitas di lini tengah dalam pertandingan yang akan dijalani.
 
Pemuda berumur 22 ini tahun ini tentu akan bermain dengan senang hati setelah mendapatkan skorsing tiga bulan dari Federasi Sepakbola Malaysia (FAM). Untungnya, sang gelandang mampu menjaga kebugarannya setelah diberi kesempatan untuk berlatih dengan klub Jerman, Borussia Dortmund, dalam masa skorsingnya.
 
SEA Games akan menjadi waktu yang tepat untuk mengingatkan semua orang mengapa ia diinginkan oleh Pahang, JDT dan Kedah menyusul pengeluarannya dari tim nasional. Pengalamannya di final AFF Suzuki Cup 2014 juga akan memungkinkan dia untuk membimbing rekan-rekan setimnya yang lebih muda.

Gary Robbat. Sumber: Singapore SEA Games Organising Committee/ Action Images via Reuters

Kamboja – Prak Mony Udom

Kapten Kamboja, Prak Mony Udom adalah andalan baik bagi klub dan negaranya dan merupakan bagian dari tim Kamboja U-22 yang meraih kemenangan mengejutkan 3-1 atas Singapura U-23 pada bulan Maret tahun ini.
 
Gelandang menyerang Svay Rieng berusia 21 tahun ini begitu mematikan dalam hal bola mati dan selalu menyumbang gol sepanjang keterlibatannya di tim nasional. Setelah memenangkan tiga Piala Hun Sen dengan Svay Rieng, terakhir pada tahun 2015, Kamboja akan mengandalkannya untuk menjadi inspirasi di lapangan.