11 Kakak Beradik yang Malang Melintang di Sepakbola Indonesia

Tak bisa dipungkiri jika sepak bola merupakan olahraga yang juga datang secara turun temurun. Banyak pesepak bola yang berasal dari keluarga bola, entah itu menurun dari kakek ataupun orang tua mereka. Bukan hal yang mengherankan jika di Indonesia, ada keluarga sepak bola yang bermain bersama dalam satu kompetisi, dan bahkan satu klub.

Di antara mereka ada meraih kesuksesan bersama dan ada pula yang tidak. Untuk itu FourFourTwo Indonesia mendaftar siapa saja kakak beradik yang pernah menghiasi sepak bola nasional.

Soegito dan Soetjipto Soentoro

Keluarga Soentoro Djajasapoetro memang memiliki anak-anak yang gila bola. Tercatat, ada tiga anak lelakinya yang masuk ke Persija Jakarta melalui klub PS Setia dan IPPI Kebayoran, yakni Soegija, Soegito dan Soetjipo.

Ketiga Soentoro itu bergabung ke PS Setia yang merupakan klub internal Persija. Klub tersebut bermarkas di Kebayoran, yang mana dekat dengan kediaman Soentoro di Gandaria.

Namun dari ketiga nama tersebut, Soetjipto lah yang menjadi bintang besar sepak bola Indonesia. Bergbung dengan Persija pada tahun 1957, usia Soetjipto kala itu masih 16 tahun. Bakat besarnya di sepak bola mendapat keistimewaan di Persija, dan ia pun langsung bergabung dengan tim senior.

Sedikit berbeda dengan sang adik, Soegito hanya bermain di Persija saja. Namun bersama Soetjipto, dirinya turut mengantar Persija menjadi juara kompetisi Perserikatan tahun 1964.

Soentoro bersaudara ikut membantu Persija menjuarai kompetisi tahun 1964 (Foto: Juara)

Didik Darmadi dan Adityo Darmadi

Ini dia pasangan kakak beradik klasik yang dimiliki Persija Jakarta. Didik sebagai kakak dan Adityo selalu bermain di klub yang sama, hingga bermain di timnas Indonesia.

Darmadi bersaudara datang ke Jakarta dan langsung mengangkat prestasi Persija. Keduanya masuk ke Persija saat tim mengalami fase terburuk tahun 1985.

Adityo dan Didik masuk setelah bergabung dari Indonesia Muda Solo ke Indonesia Muda di Jakarta, sehingga sudah bisa dimainkan Persija. Di Persija, Darmadi bersaudara menjadi andalan. Didik yang bermain sebagai full-back selalu sulit ditembus sayap lawan, termasuk oleh pemain top seperti Ajat Sudrajat. Sedangkan Adityo Darmadi adalah bomber maut Persija.

Darmadi bersaudara berseragam Persija (Foto: Persija Foundation)

Selain di Persija, Didik dan Adityo juga menjadi andalan tim nasional Indonesia di era 1980an. Keduanya memperkuat Indonesia di ajang Pra-Piala Dunia 1986, sekaligus menyumbangkan medali emas SEA Games tahun 1988 di Jakarta.

Pages