11 Momen Ajaib dan Tak Terlupakan Dari Ronaldinho

Ronaldinho

Pemain yang menjadi cover utama FourFourTwo edisi Maret 2017 ini kerap melakukan trik mengesankan yang melejitkan namanya ke dunia sepakbola di masa kejayaannya, dan Jack Lang memilih momen-momen terbaiknya... 

1. Menipu Dunga (1999)

Saat remaja, Ronaldinho bermimpi bisa mengikuti jejak saudaranya dan bermain untuk Gremio. Dia mewujudkannya dengan cara yang luar biasa, dia menjalani debut pada usia 18 tahun dan dengan cepat menjadi pemain kesayangan suporter karena karakternya yang bersemangat dan menghibur. 
 
Sorotan di awal kariernya datang dalam laga final Rio Grande do Sul melawan Internacional, rival tersengit Gremio. Ronaldinho mencetak dua gol dalam tiga laga dan juga berhasil mempermalukan Dunga, kapten tim nasional Brazil yang menjuarai Piala Dunia 1994, dengan dua ketrampilan yang mengesankan.

"Saya ingin berbuat lebih, tapi dia lolos!" ungkap Dunga bertahun-tahun kemudian. "Saya telah mempelajari cara menggiring bola seperti itu. Itu memang tercipta untuknya." 

2. "Olha o que ele fez!" (1999)

Ronaldinho dipanggil ke skuat Brazil untuk Copa América 1999 dan dia sudah menjadi bahan pembicaraan berkat golnya ke gawang Internacional. Ronaldinho yang masih remaja tampil di laga persahabatan melawan Latvia, tapi pada laga pembuka Brazil di Copa America melawan Venezuela lah Ronaldinho membuat sebuah momen tak terlupakan saat timnya meraih kemenangan 5-0 dengan gol individu yang menakjubkan.
 
Gol itu mungkin menjadi yang paling dikenang di Brazil karena komentar yang mengiringinya. Komentator Globo, Galvão Bueno, begitu larut dengan kejeniusan Ronnie hingga ia meneriakkan kata-kata "Lihatlah apa yang dia lakukan (Olha o que ele fez)!" berulang kali melalui mikrofon.

Mari semuanya bersama-sama: "Olha o que ele fez! Olha o que ele fez! Olha o que ele fez Olha o que ele fez!"

3. Gol ke Gawang Inggris (2002)

Anda mungkin sudah cukup sering membaca tentang golnya yang satu ini ke gawang Inggris, tapi  Ronaldinho selalu bersikeras bahwa ia memang berniat mencetak gol ini dan bukan karena keberuntungan. "Saya tidak tahu berapa kali saya telah ditanyai hal ini, mungkin sudah lebih dari ribuan kali," katanya pada 2012. "Jawaban saya selalu sama: saya menembakkan bola (dengan niat mencetak gol)." 

4. Pergerakan Brilian Melawan Guingamp (2003) 

Gol menakjubkan di Stade de Roudourou di Brittany mungkin merupakan bagian dari kualitas Ronaldinho selama dua tahun berseragam PSG.  Gol ini menonjolkan kekuatan dan keseimbangan luar biasa, membuat bek-bek lawan kewalahan mengejarnya, termasuk Didier Drogba, yang tekelnya gagal menghentikan aksi Ronaldinho. 

"Dia begitu cepat saat membawa bola," ujar mantan gelandang Guingamp, Christope Le Roux, dalam sebuah wawancara dengan France Football tahun lalu. "Dia menggunakan setiap bagian kakinya untuk membawa bola ke depan. Saat Anda mencari gol terbaik di kanal YouTube, gol itu salah satu di antaranya. Saya bisa memberi tahu anak-anak saya bahwa saya ada di sana!"