Top 10/50/100

11 Momen Terpenting dalam 21 Tahun Karier Arsene Wenger di Arsenal

Pekan ini, Arsene Wenger merayakan 20 tahunnya di Arsenal, dan kami di FourFourTwo ingin memberikan penghormatan padanya dengan mengenang momen-momen terpenting dalam kariernya di London utara

We are part of The Trust Project What is it?

1. Kemenangan derby yang hebat: Arsenal 3-1 Spurs, Nov 1996

Dua bulan setelah ditunjuk menjadi manajer Arsenal pada September 1996, Arsene Wenger yang terpelajar bersiap untuk menghadapi derby London utara pertamanya. Setelah mengubah diet para pemainnya, memperkenalkan kebiasaan pemanasan dan pendinginan, timnya harus menghadapi Tottenham di Highbury dengan hujan deras mewarnai.

Kedua tim imbang 1-1 sampai menit ke-85 (dan George Graham pasti akan memerintahkan timnya untuk mengamankan satu poin itu), The Gunners terus menyerang dan kapten tim, Tony Adams, melepaskan tendangan voli yang membawa tuan rumah unggul, sebelum Dennis Bergkamp memberikan gol injury time yang sempurna, dengan tendangan melengkungnya yang sublim untuk membuat skor menjadi 3-1. Dengan penuh gairah, Arsenal menaklukkan sang rival. “Kami mengalahkan ‘para sampah’ 3-1,” teriak fans Gunners. Pengaruh Wenger benar-benar terasa.

2. Hari yang sempurna: Arsenal 4-0 Everton, Mei 1998 

Ini adalah titik tertinggi Wengerisme sejauh ini. Di sore yang cerah di Highbury, mitos-mitos lawas Arsenal akhirnya takluk ketika Gunners memastikan gelar juara liga pertama mereka di bawah manajer asal Prancis ini, dengan menghancurkan The Toffees berkat penampilan luar biasa Marc Overmars.

Di menit-menit terakhir, Tony Adams mengontrol bola dengan dadanya dan melepaskan tendangan keras ke gawang di depan tribun North Bank untuk membuat skor menjadi 4-0 dan memastikan gelar juara liga di depan fans mereka sendiri.

Arsenal melengkapinya menjadi gelar ganda seminggu kemudian. Gaya defensif tim ini yang telah menjadi tradisi bertahun-tahun dihilangkan, dan mulai memperlihatkan sepakbola modern penuh teknik, di mana Wenger memadukan gaya sepakbola Belanda, Prancis, serta kengototan Inggris yang membuat gelar juara 1998 ini adalah yang terbaik dari semua gelar mereka. 

Pages