11 Pemain Hebat Dunia yang Gagal Bersinar di Premier League

Tidak semua pemain terbaik dunia mampu menjiplak performa bagusnya di level internasional ke liga paling kompetitif di dunia, Premier League, seperti yang dijelaskan oleh Kevin Stewart...

Diego Forlan

Forlan pensiun dari sepak bola internasional pada tahun 2015 sebagai pemain kedua Uruguay yang paling banyak tampil sepanjang masa (112) dan pencetak gol terbanyak ketiga terbanyak mereka (36 gol). Dia adalah striker tajam Uruguay di Piala Dunia 2010 dengan lima gol, dan mendapat penghargaan Sepatu Emas sebagai pemain terbaik turnamen – namun dia gagal mencapai standar yang sama di Premier League.

Forlan menandatangani kontrak dengan Manchester United pada 2002 dari klub Argentina, Independiente, sebagai pemain berusia 22 tahun yang menjanjikan. Dia menghabiskan waktu lebih dari dua setengah tahun di Old Trafford, namun dalam 63 pertandingan Premier League dia hanya berhasil mengoleksi 10 gol – dan gol pertamanya baru tercipta di pertandingan ke-24nya.

Forlan

Diego Forlorn

Yang membuat kegagalannya di Inggris sangat mengejutkan adalah dia secara rutin mencetak gol di negara-negara lain tempatnya bermain: Argentina, Spanyol, Italia, Brasil, Jepang, Uruguay, dan India (di mana dia masih bermain sekarang untuk Mumbai City pada usia tua 37 tahun). Salah satu contoh sahih kepindahan yang terlalu dini tak memberikan hasil yang bagus

Robinho

Manchester City membayar £32,5 juta ke Real Madrid untuk memboyong bintang Brasil ini pada 2008, namun ia kesulitan untuk membuktikan kelayakan harganya atau meneruskan performa yang telah membuatnya menorehkan 100 penampilan, mencetak 28 gol, dan tampil di dua Piala Dunia untuk Seleção.

Dalam 41 pertandingan Premier League bersama City, dia hanya mencetak 14 gol – semuanya tercipta pada musim pertamanya yang menjanjikan di tahun 2008/09. Tapi, dia tidak menjalani musim keduanya dengan penuh dan tersingkir dari daftar pemain inti setelah cedera dan kemudian dipinjamkan ke klub pertamanya, Santos, di paruh kedua musim.

Robinho

Robinho memulai kariernya di City dengan bagus, tapi dengan cepat kemudian meredup

"Saya mengawali musim dengan baik, tapi sayangnya tidak banyak nama hebat (di City saat itu) seperti sekarang ini," kata pemain Brasil itu kepada FourFourTwo baru-baru ini. "Manchester City adalah satu-satunya tim yang saya tinggalkan tanpa memenangi gelar."

Dia sekarang berusia 33 tahun dan bermain untuk Atletico Mineiro di negara asalnya, tapi dia masih kerap dipanggil oleh tim nasional Brasil setelah membukukan 12 gol dalam Serie A Brasil musim 2016.

    Andriy Shevchenko

    Kata 'legenda' banyak digunakan sembarangan akhir-akhir ini, terutama di sepak bola, tapi Shevchenko adalah salah satu pemain yang pantas mendapatkan label tersebut. Ikon sepakbola Ukraina ini adalah pencetak gol terbanyak negaranya sepanjang masa (48 gol) dan pemain kedua dengan penampilan terbanyak (111). Dia memenangi Liga Champions bersama Milan dan hanya ada satu pemain yang mencetak lebih banyak gol daripada dirinya di klub raksasa Italia tersebut.

    Dia memenangi Liga Champions bersama Milan dan hanya ada satu pemain yang mencetak lebih banyak gol daripada dirinya di klub raksasa Italia tersebut

    Pada tahun 2006, ia bergabung dengan Chelsea dengan nilai transfer sebesar £30,8 juta dari Milan. Bahkan meski ia memenangi gelar Ballon d'Or sekalipun, itu adalah harga yang sangat besar saat itu – dan ini terbukti sebagai pembelian yang kemahalan.

    Dia hanya mencetak sembilan gol dalam 48 penampilan di Premier League dan itu adalah kegagalan yang besar sampai-sampai dia hanya menjadi pemain cadangan dan dipinjamkan kembali ke Milan sepanjang musim 2008/09. Dia kembali ke klub pertamanya, Dynamo Kiev, secara permanen di tahun 2009, di mana dia mendapatkan kembali ketajamannya dalam mencetak gol, yang membuat Milan membelinya dari klub tersebut sebelumnya.

    Shevchenko

    Mengapa Sheva gagal di Chelsea masih menjadi misteri

    Shevchenko pensiun pada 2012 sebagai salah satu striker terhebat sepakbola Eropa. Kegagalannya untuk bersinar di Chelsea akan selamanya menjadi salah satu misteri terbesar Premier League – dan sepak bola. Dia sekarang menjadi manajer tim nasional Ukraina. 

    Sergei Rebrov

    Hanya ada tiga pemain yang pernah mencetak lebih banyak gol untuk Dynamo Kiev dari Shevchenko – dan salah satu di antaranya adalah mantan rekan duet Shevchenko.

    Rebrov juga tampil sangat baik untuk tim nasional Ukraina bersama Sheva, di mana ia mencetak 15 gol dalam 75 penampilan sebagai pemain pendukung rekannya tersebut, yang memang lebih produktif. Namun ia gagal total saat berseragam Spurs dan West Ham di Premier League.

    Rebrov datang ke White Hart Lane pada tahun 2000 dengan harga £11 juta, tapi hanya mencetak 10 gol dalam 59 pertandingan selama dua musim. Dia dipinjamkan ke Fenerbahce selama berada di London utara dan akhirnya meninggalkan klub dengan status bebas transfer untuk bergabung dengan West Ham yang merupakan klub Divisi Championship saat itu (catatan: 27 penampilan liga, satu gol).

    Dia menutup kariernya di Rubin Kazan di Rusia pada tahun 2009 dan pria berusia 42 tahun itu kini melatih Dynamo Kiev.