11 Pemain Yang Bisa Jadi Penentu Piala Dunia Wanita 2015

Retno Nino dan Zee Ko memberikan nama-nama dari para pesepakbola wanita yang bisa menarik perhatian kita pada Piala Dunia Wanita yang digelar di Kanada musim panas kali ini...

Jika tidak tahu harus melihat siapa di gelaran piala dunia wanita tahun ini, tidak perlu takut karena FFT sudah merangkum siapa saja bisa bersinar di Kanada. Dari talenta berbakat Jepang, masa depan Spanyol, darah Algeria di Perancis termasuk juru gedor Inggris.

1) Erin McLeod (32, Kanada)

Tuan rumah akan berharap besar pada kepemimpinan McLeod di mistar gawang saat menghadapi Cina, Selandia Baru, dan Belanda. Penjaga gawang Houston Dash ini sudah 104 kali membela tim nasional semenjak debutnya pada 2002 silam, Dia juga menjadi bagian dari Kanada saat mengalahkan Perancis untuk meraih medali perunggu Olimpiade London 2012. Tidak mengenal rasa takut, jiwa pemimpin, dan mental baja menjadi karakternya, ini adalah keempat kalinya ia tampil di Piala Dunia, pengalamannya menjadi keuntungan dirinya serta tim nasionalnya. Dia juga merupakan duta besar untuk misi-misi sosial, panutan pemain muda di seluruh dunia.

2) Stephanie Catley (21, Australia)

Ini merupakan piala dunia pertama bagi Catley setelah permainan dan reputasinya yang semakin tinggi dalam beberapa tahun belakangan ini, dia juga mewakili generasi muda sepak bola Australia.

Pemain Portland Thorns yang berposisi sebagai full back ini menjalani debut bagi klub kampung halamannya, Melbourne Victory saat masih 15 tahun. Saat itu dia masih bermain sebagai gelandang dan karirnya semakin menanjak ketika dia berubah posisi sebagai pemain belakang pada 2011.

Tekel yang kuat serta memiliki kaki kiri yang spesial membuat performa Catley banyak mendapat review bagus dari para pengamat serta pecinta sepak bola dan ditambah dia juga mendapatkan banyak penghargaan di negaranya sebalum akhirnya memutuskan untuk pindah ke Liga Sepak bola Wanita AS. Banyak yang memberikan harapan kepada Catley untuk bisa memberikan dampak positif terhadap rekan-rekan satu timnya di Kanada seperti yang dilakukan rekan satu timnya, Caitlin Foord di Piala Dunia Wanita, Jerman 2011.

3) Nahomi Kawasumi (29, Jepang)

Pemain sayap INAC Kobe Leonessa ini adalah bagian penting dari Jepang dalam usaha mempertahankan gelar juara Piala Dunia 2011 yang mereka dapatkan. Nadeshiko jadi tim Asia pertama yang mampu menjuarai Piala Dunia usai mengalahkan Amerika Serikat dalam drama adu penalti, dengan Kawasumi yang mampu mencetak dua gol saat menaklukan Swedia 3-1 pada babak semi final. Banyak suporter mengingat proses gol nomor dua, sebuah tembakan jarak jauh 35 yard mampu menaklukan Hedvig Lindhal. Apakah dia bisa melakukan hal yang sama pada gelaran kali ini? Kawasumi bisa memaksimalkan pengalamannya saat menjalani masa pinjaman di Seattle Reign dari INAC musim lalu, dirinya tampil 20 kali dengan torehan sembilan gol yang cukup membuatnya masuk sebanyak dua kali sebagai NWSL Player of The Week Nominations.

4) Vero Boquete (28, Spanyol)

Veronica Boquete adalah ikon sepak bola wanita Spanyol saat ini. Dia membuat sejarah dengan menjadi yang pertama dari negeri Matador yang berhasil meraih Womens Champions League bersama Frankfurt, yang sukses mengalahkan PSG 2-1 pada babak final. Pemain berusia 28 tahun ini telah menandatangani kontrak bersama Bayern Munchen dan akan bermain membela tim Jerman tersebut setelah gelaran Piala Dunia Wanita ini usai. Spanyol tampil di putaran final setelah bermain sangat bagus pada babak kualifikasi dan Boquete yang masuk nominasi pemain terbaik FIFA ini, adalah bintang yang dikaruniai dengan kecepatan tinggi serta kemampuan menggiring bola yang sangat lihai, siap untuk mengancam lawan-lawannya.

5) Louisa Necib (28, Perancis)

Mendapat julukan sebagai "Zidane perempuan" oleh media Perancis, Necib banyak miliki kesamaan dengan Zizou bukan hanya persamaan darah Algeria yang mengalir dalam dirinya dan berasal dari Marseille. Dia berposisi sebagai gelandang serang, sentuhannya dengan bola, kemudian visi dan umpan akuratnya merupakan ancaman bagi lawan-lawannya di lini ketiga. Dirinya juga didaulat memiliki teknik paling sempurna di dunia. Perancis berharap banyak darinya untuk bisa berprestasi lebih dari Piala Dunia sebelumnya, dimana mereka hanya bisa menjadi juara empat di Jerman. Pemain kunci Lyon ini akan menjadi andalan negaranya sampai partai puncak. Tapi apapun yang terjadi pemain ini akan mampu menciptakan banyak peluang bagi tiga penyerang yang berada didepannya.

6) Celia Sasic (26, Jerman )

Jika gol yang Anda cari maka jangan melihat pemain lain selain Sasic. Pemain Jerman ini adalah top skorer Frauen Bundesliga dua musim terakhir, dia sukses mencetak 33 gol dari 31 laga bersama Frankfurt. Musim lalu dia juga membawa klubnya menjadi juara UEFA Women Champions League dengan torehan 14 gol darinya. Rekor dirinya di tim nasional ada di angka 57 dari 104 penampilannya. Sasic lahir dari Ayah yang berasal dari Kamerun dan Ibunya yang berasal dari Perancis, dia baru resmi mendapatkan paspor Jerman pada tahun 2004 dan telah menjalani debut nasional pada umur 16, dan semenjak itu Celia Sasic terus menerus menjadi andalan, Sasic adalah pemain yang wajib Anda perhatikan di Kanada.

7) Christen Press (26, Amerika Serikat)

Karena Alex Morgan cedera dan harus absen di piala dunia kali ini, maka awak media merasa sekarang adalah saat yang tepat bagi generasi baru Amerika Serikat di ajang nomor satu sepak bola wanita ini. Penyerang Chicago Red Stars, Christen Press mampu membuat gol dimanapun ia berada, dia menghabiskan dua musim di Damallsvenskan bersama Goteberg dan Tyreso sebelum akhirnya kembali ke Amerika Serikat pada 2014. Media dibuat terkejut setelah Press menciptakan dua gol di laga debutnya pada 2013, tambahan delapan gol lagi tercipta dalam 12 pertandingan pertamanya, kini ia sudah mencetak 20 gol dari 45 penampilannya dan coba untuk terus menambahnya di bulan Juni ini. Berhati-hatilah para pemain bertahan yang menjaganya.

8) Lara Dickenmann (29, Swiss)

Kemampuan Dickenmann untuk bermain di berbagai posisi sangat menguntungkan Swiss. Lara Dickenmann bisa bermain di tengah atau full back di kedua sisi sama baiknya, dia hampir 100 kali turun membela Swiss semenjak melakukan debut di usia 16 tahun. Dickenmann kini membela klub besar Perancis, Lyon sejak 2009 dan baru saja persembahkan double winners, tapi dia saat ini sedang proses untuk pindah ke Vfl Wolfsburg. Kehadirannya mampu membawa Swiss untuk tampil pertama kalinya di ajang sebesar ini, pengalaman serta kemampuannya untuk menciptakan peluang dan membuat gol tidak diragukan lagi, Dickenmann jelas salah satu pemain terbaik Eropa.

9) Marta (29, Brazil)

Marta bukanlah nama yang asing bagi para pecinta sepak bola wanita. Lima kali meraih penghargaan FIFA Women’s Player of The Year, ia terus masuk nominasi tersebut dalam 10 tahun terakhir dan mungkin menjadi pemain wanita paling terkenal. Penyerang FC Rosengard ini akan berpartisipasi dalam Piala Dunia keempatnya, salah satu incarannya adalah menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dimana bersama Birgit Prinz, dia total telah mencetak 14 gol sepanjang keikutsertaannya di Piala Dunia. Walau terus tampil di ajang ini, belum sekalipun Marta membawa Brazil menjadi juara. Marta akan memainkan peran penting untuk mencapai impian tersebut jadi kenyataan.

10) Eniola Aluko (28, Inggris)

Kakak dari penyerang Hull City Sone Aluko, Eni memutuskan untuk membela Inggris ketimbang membela tanah kelahirannya, Nigeria. Dia menjalani laga debut senior pada usia 17 tahun dan sudah 90 kali membela Inggris. Tajam dalam urusan mencetak gol, serta kecepatan penyerang Chelsea ini akan menjadi ancaman pemain belakang lawan bersama rekannya Toni Duggan. 13 gol dari 10 pertandingan di babak kualifikasi menuju Kanada adalah bukti betapa tajam dirinya di depan gawang, Inggris membutuhkan lebih dari itu jika tidak ingin malu dalam Piala Dunia kali ini.

11) Nilla Fischer (30, Swedia)

Fischer telah tampil lebih dari 120 kali bersama Swedia dan menjadi salah satu pemain belakang paling tangguh di dunia. Mengejutkan, karena hampir seluruh karirnya ia habiskan sebagai gelandang bertahan dan dia baru saja berpindah posisi di tahun 2013 akibat instruksi pelatih Pia Sundhage. Percobaan tersebut berhasil dan membuahkan hasil di saat puncak karir Fischer, ia juga masuk nominasi pemain terbaik FIFA tahun 2013 dan 2014 dan menjadi pencetak gol terbanyak kedua saat mencapai semi final Euro 2013 di kandang sendiri. Fischer adalah kapten Vfl Wolfsburg saat Nadine Kessler absen, dan berhasil bawa tim meraih DFB-Pokal musim ini.

Continental terus melanjutkan dukungannya untuk mengembangkan sepak bola wanita di Inggris. Dari sponsor pertandingan dan program bagi para komunitas, hingga FA WSL, Piala FA wanita dan tim nasional wanita Inggris. Continental berkomitmen untuk memberikan dukungan dan jalan bagi para Duggan, Aluko atau Carney baru.