11 Wonderkid yang Gagal Total di Eropa

Tidak semua 'wonderkid' bisa sesukses Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi. Beberapa bakat-bakat muda yang dilabeli sebagai calon bintang masa depan dunia sepakbola ini bisa malah gagal total...

Melabeli seorang pemain dengan kata “wonderkid” ternyata bukanlah hal yang sulit. Setiap tahunnya pasti muncul beberapa nama yang menyandang gelar ini. Ditambah juga dengan label-label macam “The Next Messi” atau “The Next Ronaldo”. Label-label seperti ini bisa dianggap sebagai anugerah bagi beberapa orang, tapi juga bisa menjadi kutukan yang menyebalkan untuk yang lainnya.

Bagi yang sukses membuktikan tanda-tanda brilian di awal karir dan terus konsisten untuk menjadi bintang di klubnya, sang wonderkid dipastikan akan menjadi bintang besar yang benar-benar meneruskan jejak para wonderkid sukses terdahulu macam Messi dan Ronaldo. Jika tidak, maka kemungkinan besar akan menjadi bahan cibiran banyak fans atau malah, mungkin lebih buruk lagi, terlupakan.

Berikut ini 11 nama yang terjerumus masuk ke golongan yang kedua.

1. Freddy Adu

Nama Freddy Adu amat sangat menghebohkan banyak orang di masa mudanya. Para pemain game Football Manager di manapun ketika itu kemungkinan besar akan membeli Adu dan menjadikannya andalan di lini depan. Di dunia nyata, ia menjadi pemain termuda di MLS saat bergabung dengan DC United ketika masih berusia 14 tahun.

Selanjutnya? Pada akhirnya ada satu tim di Eropa yang rela menghabiskan uang untuk membeli pemain ini: Benfica. $2 juta AS mereka keluarkan demi mendapatkan pemain yang dijuluki sebagai penerus Pele ini. Firasat tim-tim lain yang memutuskan untuk mengabaikan salah satu sumber kehebohan terbesar dari sepakbola Amerika Serikat ini terbukti benar. Adu hanya bermain 11 kali untuk Benfica dan dilemparkan ke berbagai klub dengan status pinjaman. Tidak sekalipun ia berhasil membuktikan potensi yang mungkin benar-benar sempat muncul di masa kecilnya dulu.

Tak heran jika Pele pun pernah mengakuinya sebagai "penerusnya".

2. Keirrison

Emmm… siapa? Bagi yang lupa, Kierrison adalah pemain Brasil yang dibeli oleh Barcelona dengan harga sekitar £10 juta. Angka yang sebenarnya tidak terlalu besar mengingat prestasi pemain ini sebagai top skorer termuda di Brasil dan sempat meraih gelar striker dan Pemain Terbaik di Serie A Brazil. Aksinya membuat Palmeiras tertarik, dan akhirnya... Barcelona.

Ia langsung dipinjamkan ke Benfica dan Fiorentina untuk membuktikan diri. Tapi masa peminjaman di kedua klub tersebut berakhir dengan kegagalan besar dan membuatnya gagal menarik perhatian seorang Pep Guardiola. Hasil akhirnya: Ia tidak cukup bagus untuk bermain di klub sebesar Barça. Para fans juga tampaknya setuju dan menilai dirinya sebagai salah satu transfer terburuk klub kesayangan mereka. Setelah dipinjamkan (lagi) ke banyak klub, ia akhirnya benar-benar dilepaskan dan pulang ke Coritiba. Dan Keirrison pun tetap tidak bersinar seterang masa mudanya.

Menjadi top skorer muda di Brasil, tapi gagal total di Barcelona

Pages