Analisa

12 Pemain Berumur di Atas 30 Tahun yang Akan Memberikan Dampak Besar di Piala Dunia 2018

Tim Cahill Australia World Cup

Usia hanya angka, bukan? Barney Lane memberikan daftar pemain veteran yang akan membuktikan diri mereka di Rusia pada musim ini.

We are part of The Trust Project What is it?

Paolo Guerrero (Peru, 34)

Paolo Guerrero Peru

Peru mendapat dukungan moral yang besar pada dua pekan lalu ketika mereka mendapat info bahwa larangan bermain akibat skandal kasus doping pemain veteran, Guerrero – yang bisa membuatnya absen dari Piala Dunia – telah dicabut oleh pengadilan Swiss. Pemain nomor 9 dari Flamengo ini mendapat hasil positif terlah menggunakan kokain metabolit benzoylecgonine pada bulan Oktober tapi mengaku tidak bersalah setelah mengklaim obat itu terkontaminasi dalam teh Coca-nya. Meski demikian, ia sempat dilarang bermain oleh FIFA selama 12 bulan.

Hukuman Guerrero dikurangi setengahnya setelah mengajukan banding, tapi Pengadilan Arbitrasi Olahraga memperpanjangnya menjadi 14 bulan. Namun sekarang ia akan pergi bermain setelah penangguhan sementara dari hukumannya – dan itu kabar baik bagi Peru yang dapat mengandalkan pencetak gol terbanyak mereka sepanjang masa di Rusia nanti. Ia telah mencetak lima gol dalam babak kualifikasi dan akan menjadi pilihan utama oleh sang pelatih, Ricardo Gareca. 

Tim Cahill (Australia, 38)

Memasuki usia 38 tahun (dan enam bulan), Cahill pergi ke Rusia pada musim panas ini sebagai salah satu pemain tertua di Piala Dunia. Kontribusinya terbukti menentukan dalam membantu Australia lolos ke turnamen ini, namun dua golnya saat melawan Suriah di babak playoff sangat penting karena mengirim Socceroos untuk bertempur meraih tiket terakhir dengan tim dari benua lain, Honduras.

Sebelas gol dalam kualifikasi juga membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak keempat di seluruh dunia (meskipun dalam zona yang cukup lemah) bersama dengan Romelu Lukaku, Christian Eriksen, dan Sardar Azmoun dari Iran – dan kedua setelah Cristiano Ronaldo dan Robert Lewandowski.

Sekarang ia menjadi pemain penting dari bangku cadangan, tapi ia berpotensi bisa menjadi pemain keempat yang mencetak gol di empat turnamen Piala Dunia – bergabung dengan Uwe Seeler, Pele, dan Miroslav Klose.  

Kari Arnason (Islandia, 35)

Arnason Iceland

Pendukung Inggris sudah mengenal pemain berusia 35 tahun ini dengan sangat baik berkat penampilan heroiknya melawan The Three Lions di Euro 2016. Pemain bertahan setinggi 191 cm ini tidak hanya membuat Harry Kane dan kawan-kawan tak berkutik selama 90 menit, tetapi ia juga memberikan assist brilian dari sundulan untuk rekan duetnya, Ragnar Sigurdsson saat Islandia menyingkirkan anak asuh Roy Hodgson di babak 16 besar.

Arnason sebenarnya memiliki hubungan yang lebih dekat dengan Inggris. Ia menghabiskan enam tahun dari kariernya di sana antara tahun 2009 dan 2015 dengan bermain di Plymouth, Aberdeen, dan Rotherham. Ia sempat kembali bergabung dengan Aberdeen pada musim panas lalu, tetapi kali ini ia akan kembali bermain di negaranya bersama Vikingur pada 2018/19.

Pemain veteran ini kembali berperan di tim asuhan Heimir Hallgrimsson yang lolos dari kualifikasi. Ia berkontribusi mencetak dua gol selama kualifikasi untuk membantu Islandia duduk sebagai pemuncak Grup I atas Kroasia. Arnason juga mencetak gol dalam penampilan terakhirnya untuk negara Nordik itu juga yaitu hasil seri 2-2 dengan Ghana. Hú!

Andres Iniesta (Spanyol, 34)

Sepak bola internasional akan melambaikan tanda perpisahan ke salah satu pemain terhebat sepanjang masa ketika Iniesta yang berusia 34 tahun ini akan pensiun dari kancah internasional setelah turnamen (“jika tidak ada halangan, Piala Dunia ini akan menjadi partisipasi terakhir saya,” ucapnya pada bulan Maret lalu). Untungnya masih ada satu kesempatan terakhir untuk menyaksikan El Ilusionista dalam semua kemegahannya.

Pesepak bola paling berprestasi di Spanyol ini tetap menjadi pemain favorit dari tim asuhan Fernando Hierro dan sebagai bukti kualitasnya yang abadi, kemungkinan besar ia akan membuat Saul Niguez dan Marco Asensio yang sangat berbakat terdepak dari sebelas pemain utama La Roja untuk pertandingan terbesar di Rusia.

Iniesta berperan penting untuk mencetak gol paling penting untuk negaranya. Golnya pada perpanjangan waktu yang menjadi kunci dari final Piala Dunia 2010 melawan Belanda sekaligus membuat Spanyol mendapatkan gelar juara Piala Dunia untuk pertama kalinya. Masih ada sihir di kakinya.