13 Jersey Sepakbola Terbaik Sepanjang Masa

Matt Allen membawa kita semua melihat jarsey-jersey retro paling keren yang pernah ada. Beli salah satunya dan Anda tidak akan perlu menghabiskan banyak uang untuk jersey lainnya lagi!

Lewati toko-toko olahraga di manapun saat ini adan Anda akan melihat begitu banyak jersey sepakbola dengan berbagai warna dan desain. Dari jersey Premier League Inggris, La Liga, Serie A, Bundesliga, dan bahkan MLS. Jersey futsal impian Anda pun sekarang bisa dengan mudah dibuat. Tapi keadaannya tidak selalu seperti ini. Pada tahun 60an, 70an, dan 80an, jersey sepakbola terbaru diperlakukan dengan hati-hati. Klub tidak mengganti desain mereka setiap lima menit dan jersey dengan sponsor, nomor punggung, dan edisi terbatas untuk kompetisi tertentu nyaris tidak pernah terdengar sebelumnya.

Jadi, yang manakah jersey yang pantas mendapatkan gelar sebagai yang terbaik sepanjang masa? Kami berdebat selama beberapa jam (dan terima kasih untuk Neal Heard yang membantu riset ini) untuk bisa memberikan pilihan koleksi ini.

1. Juventus, 1985

Juventus 1985

Sebuah mahakarya desain yang dibuat semakin seksi oleh para spesialis sepakbola yang menggunakannya, ditambah lagi dengan logo Kappa yang begitu sensual – berupa siluet dua orang duduk bersama dengan punggung mereka saling menempel. Jersey Juve ini, dilengkapi dengan logo Ariston yang futuristik, terlihat seperti sebuah jersey yang dikirim dari masa depan. Ditambah dengan celana pendek yang penuh gaya dan, khusus untuk Michel Platini, sepatu Patrick dengan talinya terikat di sekitar ankle-nya, ini adalah sebuah paket lengkap yang diinginkan semua fans sepakbola negeri saat itu.

2. Spurs, 1977-1980

Tottenham 1978

Spurs dianggap cukup unik di akhir tahun 70an, dan hal ini dikarenakan mereka mendatangkan dua “orang asing” dari Argentina bernama Ossie Ardilles dan Ricky Villa. Untungnya, mereka memiliki pendamping dalam perjalanan mereka melejit dari divisi dua menjadi juara Eropa berupa jersey Admiral yang dilengkapi kerah “Concorde” yang sangat lebar, ditambah logo Admiral yang yang bagus di bagian lengan.

Ini adalah jersey terakhir Spurs tanpa sponsor. Selanjutnya, jersey mereka diisi dengan logo-logo bir murah dan nyanyian Chas n’ Dave.

3. Denmark, 1986

Denmark 1986

Ada beberapa gaya yang layak dilihat dari Meksiko ’86: momen saat bek kanan Brasil Josimar melepaskan tembakan dari jarak sekitar 50 yards yang melesak masuk ke gawang lawan, contohnya. Keindahan sederhana dari Puma King dan sepatu Adidas Mondial. Atau perayaan dengan tangan digips ala Gary Lineker.

Meski begitu, ada satu jersey yang bersinar di antara semuanya: jersey ,merah putih Denmark yang mempesona dari Hummel, yang dipakai oleh pemain-pemain seperti Jesper Olsen, Michael Laudrup, dan Morton Olsen. Saat mereka melewati fase grup seperti sebuah ombak kencang yang tidak bisa dihentikan, garis warna yang kabur di jersey mereka membuat beberapa orang yang skeptic mengatakan bahwa warna jersey mereka itu adalah “girly pink”.

Tapi para hipster sepakbola tahu pasti seberapa bagusnya jersey ini. Seperti juga Tottenham Hotspur, Coventry City, dan Aston Villa yang kemudian menggunakan Hummel sebagai penyedia jersey mereka di musim selanjutnya.

4. Crystal Palace, 1979-1982

Crystal Palace 1980

Ini adalah, menurut Jimmy Greaves pada tahun 1979, ‘Tim Terbaik Tahun 80an’. Tim yang dimanajeri oleh Terry Venables, dan terlihat cukup bagus untuk menghentikan dominasi Liverpool di sepakbola domestik dan Eropa. Tetapi pada kenyataannya, ini adalah “Tim Terbaik Musim Gugur 1979” dan kebangkitan mereka hanyalah sebuah kemunculan kecil yang sebentar. Tapi, bloody hell, tidakkah Crystal Palace terlihat begitu keren dengan garis melintang merah dan biru itu?