13 Kemarahan Terbesar di Sepakbola: Dari Ledakan Drogba hingga Protes Tevez

Tensi kerapkali memanas di atas lapangan, Jake Cooneely dan Dan Steeden memilih beberapa momen ketika para pemain benar-benar kehilangan kendali. 

1. Tevez menolak melakukan pemanasan    

Ia mengatakan kepada Mancini bahwa ia tidak akan melakukan pemanasan selama pertandingan Liga Champions antara City dengan Bayern Munich

Carlos Tevez tidak pernah jauh dari masalah semasa berkarier di Premier League; bahkan transfer yang membawanya ke Inggris juga dipenuhi kontroversi.

Meskipun bermain selama tujuh tahun di klub London dan Manchester, striker Argentina itu selalu memiliki kendala karena bahasa. Namun, dia tidak punya masalah berkomunikasi dengan manajer Manchester City, Roberto Mancini, di Allianz Arena pada 2011, saat ia mengatakan kepada pelatih asal Italia itu bahwa ia tidak akan melakukan pemanasan selama pertandingan Liga Champions antara City dengan Bayern Munich.

Mancini yang marah menegaskan Tevez tidak akan bermain untuk klub lagi, tapi Tevez kembali ke tim inti hanya enam bulan berselang.

2. Kemarahan William Gallas

Gallas melancarkan aksi protes dengan duduk di tegah lapangan di akhir laga ketika rekan-rekannya sudah menuju lorong pemain untuk ke ruang ganti

William Gallas bukanlah sosok yang asing dengan kontroversi ketika sesuatu tidak berjalan sesuai harapannya, namun kemarahannya pada 2008 memang cukup berlebihan. 

Gol penalti di akhir laga dari James McFadden membuat Birmingham berhasil meraih satu poin kontra Arsenal yang peluang The Gunners untuk menjuarai gelar liga terancam setelah kegagalan meraih kemenangan di laga itu.  Gallas kemudian melancarkan aksi protes dengan duduk di tegah lapangan di akhir laga ketika rekan-rekannya sudah menuju lorong pemain untuk ke ruang ganti. 

Fakta bahwa rekan setimnya, Eduardo Da Silva, mengalami cedera mengerikan di laga itu membuatnya semakin emosional, namun sang bek akhirnya mengakui bahwa reaksinya atas penalti yang diberikan kepada lawan adalah sebuah kesalahan.

3. Protes Sang Sheikh

Sheikh Fahid Al-Ahmad-Al Sabah turun ke lapangan untuk memprotes wasit

Pemilik Manchester City bukan satu-satunya Sheikh yang memiliki pengaruh dalam dunia sepakbola. Saat Prancis dihadiahi penalti dalam laga Piala Dunia 1982 mereka menghadapi Kuwait, presiden dari Federasi Sepakbola Kuwait, Sheikh Fahid Al-Ahmad-Al Sabah, turun ke lapangan untuk memprotes wasit. 

Yang luar biasa, wasit akhirnya mengubah keputusannya dan membatalkan hadiah penalti.

Pages