16 Transfer Pemain Teraneh dalam Sejarah Sepakbola Britania Raya

Allan Simonsen, Charlton Barcelona

Entah ada berapa banyak momen-momen mengejutkan dalam sejarah transfer pemain di sepakbola Britania, tulis Huw Davies

1. Kevin Keegan (Hamburg ke Southampton)

Keegan bermain di final Piala Champions tahun 1980 saat Hamburg kalah 1-0 dari Nottingham Forest, dan kemudian menjadi kapten Inggris di Piala Eropa sebelum akhirnya mendarat di Hampshire

Sekarang, pindah dari Hamburg ke Southampton akan tampak seperti naik kelas, namun tidak di bulan Februari 1980: ketika itu, Hamburg sedang mencoba mempertahankan gelar Bundesliga mereka, sedangkan The Saints masih mencoba menemukan posisi mereka di kasta tertinggi. Keegan, sementara itu, baru memenangi Ballon d’Or keduanya secara berurutan dengan klub Jerman ini enam pekan sebelumnya.

Namun, manajer Lawrie McMenemy mengumumkan Mighty Mouse akan bergabung dengan mereka di musim panas itu. Pengumuman ini tidak akan begitu mengejutkan jika Mighty Mouse sebenarnya lah yang ia datangkan.

Bulan-bulan selanjutnya hanya membuat transfer ini tampak lebih absurd lagi. Keegan bermain di final Piala Champions tahun 1980 saat Hamburg kalah 1-0 dari Nottingham Forest, dan kemudian menjadi kapten Inggris di Piala Eropa sebelum akhirnya mendarat di Hampshire.

Kevin Keegan, Southampton

Keegan menjadi PFA Player of the Year bersama The Saints pada 1982

Untuk Southampton, yang lebih impresif dari keberhasilan mendatangkan pemain ini adalah kesuksesan mereka menjaga rahasia ini. Bayangkan jika besok, Pemain Terbaik Eropa Tahun Ini tiba-tiba diperkenalkan di Crystal Palace dan tidak ada yang tahu soal ini. Twitter akan meledak.

2. Bebe (Vitoria de Guimaraes ke Manchester United)

Banyak hal-hal yang dikatakan tentang Bebe tidak sepenuhnya benar. Kedatangannya di tahun 2010 benar-benar tidak terduga, sampai-sampai fans Inggris dan para jurnalis menerima begitu saja rumor apapun tentangnya; bahwa ia pernah bermain di Homeless World Cup (tidak);  bahwa Manchester United membayar £7 juta untuk sebuah tim kecil (harga ini masuk ke tim lima besar Vitoria dan pemilik pihak ketiga); dan bahkan sampai rumor bahwa Bebe membandingkan dirinya dengan Cristiano Ronaldo (ia hanya menyebut Ronaldo adalah salah satu idolanya dan mereka berbagi gaya berlari dan menendang yang sama).

Yang paling aneh adalah kabar bahwa ia menghilang tanpa jejak. Faktanya, Bebe tampil secara rutin untuk Eibar di La Liga (seperti yang ia lakukan dengan Rayo Vallecano musim lalu), dan di 2013/14 menjaga Pacos de Ferreira bertahan di kasta tertinggi Portuga dengan selusin gol di liga. Dan ia menciptakan gol untuk United di Liga Champions, yang mana sesuatu yang lebih baik dari yang pernah dilakukan Marouane Fellaini.

Bebe, Eibar

Bebe punya karier yang lumayan sejak meninggalkan United pada 2014

Tapi fakta bahwa menghabiskan uang untuk seorang pemain 20 tahun, meski mengklaim belum pernah menyaksikan dirinya bermain, adalah keputusan paling aneh Ferguson – dan ini memang benar.

3. Julien Faubert (West Ham ke Real Madrid, loan)

Agen-agen sepakbola membicarkan kepindahan Faubert dari West Ham ke Real Madrid pada bulan Januari 2009 dengan kekaguman

“Agennya harus diberikan gelar oleh Sang Ratu.” Kata-kata dari Paul Merson, setelah insiden rekaman pertama yang membuat tim Soccer Saturday terdiam karena kaget.

Agen-agen sepakbola membicarkan kepindahan Faubert dari West Ham ke Real Madrid pada bulan Januari 2009 dengan kekaguman. Di luar dua penampilan untuk Galacticos, orang Perancis ini membalas usaha agennya dengan tampak tertidur di bangku cadangan dan tanpa sengaja terlewat waktu latihan (“Ia kebingungan,” ucap manajer Juande Ramos, yang mungkin juga bingung mengapa pemain ini bisa ada di klub ini.)

Madrid memutuskan untuk tidak menjadikan status pinjaman ini permanen. Mungkin mereka berbicara dengan Alfredo Di Stefano. Ekspresi wajah legenda klub ini, salah satu pemain terbaik di sepakbola, saat memperkenalkan Faubert menunjukkan segalanya.

4. Papy Djilobodji (Nantes ke Chelsea)

Bukah rahasia lagi bahwa prospek mempercayai pemain akademi mengisi hati Jose Mourinho dengan teror (masa muda mereka membuat dirinya mengingat usianya yang sudah tak muda lagi). Jadi saat usahanya untuk menarik perhatian John Stones dari Everton pada musim panas 2015 terbukti gagal, ia menempelkan iklan ‘Membutuhkan Bantuan’ berharap agar seseorang, siapapun, mau menjadi bek pilihan kelima di Chelsea.

Papy Djilobodji datang dengan harga £4 juta setelah bermain lebih dari 200 kali untuk Nantes, namun tidak dimasukkan namanya ke skuat Liga Champions adalah sebuah kutukan. “Kami akan sangat tidak beruntung jika membutuhkan Djilibodji saat kami punya John Terry, Gary Cahill, (Kurt) Zouma, dan Branislav Ivanovic,” ucap Mourinho, hanya 10 hari setelah mendatangkannya.

Djilobodji gagal membuat kagum saat mendapatkan kesempatan bermain selama 62 detik ketika menjadi pemain pengganti di masa injury time menghadapi Walsall, dan bergabung dengan kelompok kecil pemain The Blues yang dipinjamkan. Tiga hari kemudian, ia bermain 90 menit saat Werder Bremen (posisi 16) menang di laga tandang melawan Schalke (posisi 6), terus tampil bagus hingga akhir musim dan kemudian bergabung ke Sunderland dengan harga £8 juta, membuat Chelsea mendapatkan keuntungan ganda.  

Pages