Analisa

16 Transfer Pemain Teraneh dalam Sejarah Sepakbola Britania Raya

Allan Simonsen, Charlton Barcelona
We are part of The Trust Project What is it?

13. Craig Davies (Oxford United ke Hellas Verona)

Banyak bertanya-tanya mengapa Davies berpikir bahwa dengan bergabung Verona, ia akan meningkatkan peluangnya bermain untuk tim nasional Wales. Namun pertanyaan sebenarnya adalah mengapa klub yang menargetkan promosi ke Serie A membeli pemain dari divisi empat Inggris.

Dibeli dengan harga £85 ribu dan diberi kontrak lima tahun, Davies yang saat itu berusia 20 tahun bermain satu pertandingan sebelum kembali ke negaranya bersama Wolves, karena rindu kampung halaman. Sementara itu, Verona dan Oxford malah terdegradasi. Semua orang menang!

Craig Davies, Oxford

Davies rindu keluarganya dan "rutinitas hariannya"

14. Esteban Cambiasso (Inter ke Leicester)

Namun, legenda Argentina ini seperti mengalami perubahan besar: dari memperkuat tim yang menjadi kandidat juara menjadi memperkuat tim yang berkutat di zona degradasi.

Banyak pemain tua yang berpindah-pindah klub demi mendapatkan pengalaman baru atau mencari banyak uang – itu sebabnya mereka tidak ada di daftar ini. Namun, Cambiasso melanjutkan kariernya yang cemerlang di Inter dengan bergabung ke Leicester yang baru saja promosi.

Dia tetap menjadi pemain kesayangan suporter, sebagai pemain besar yang juga mampu berkontribusi, seorang pemenang Liga Champions. Namun, legenda Argentina ini seperti mengalami perubahan besar: dari memperkuat tim yang menjadi kandidat juara menjadi memperkuat tim yang berkutat di zona degradasi.

15. Alejandro Sabella (River ke Sheffield United)

Sabella adalah gelandang yang dianggap sangat bagus ketika tim divisi kedua Sheffield United merekrutnya dari River Plate, setelah lebih dipilih ketimbang Maradona yang berusia 17 tahun

Tidak ada pemain berbakat yang dilupakan oleh generasi berikutnya hanya karena dia bukan Diego Maradona. Kecuali, Allan Simonsen. 

Sabella adalah gelandang yang dianggap sangat bagus ketika tim divisi kedua Sheffield United merekrutnya dari River Plate, setelah lebih dipilih ketimbang Maradona yang berusia 17 tahun namun lebih mahal. Sejak saat itu, Maradona menjadi pusat perhatian. Kepindahan Sabella dengan harga tinggi pasti membuat banyak orang bingung sekarang, seperti seorang anak yang kecewa karena hadiah ulang tahunnya tidak sebaik yang diharapkannya.

Tapi, suporter Sheffield United tidak merasa seperti itu: 'Alex' Sabella populer dan berkata, "Saya bahagia dengan karier saya di Inggris." Bertahun-tahun kemudian, ia mengantar Argentina ke final Piala Dunia sebagai pelatih. Rasakan itu, Diego.

16. Kyle Lafferty ke semua klub

Dia bergabung dengan Rangers dari Burnley (setelah awalnya kepindahan itu gagal), lalu meninggalkan klub Skotlandia itu untuk memperkuat Sion di Swiss, bermain bersama dan kemudian di bawah kepemimpinan si bengal yang terkenal, Gennaro Gattuso (FIFA turut campur untuk memuluskan transfer ini), lalu pindah dari Sion ke Palermo di Serie B (di mana presiden klub Maurizio Zamparini tak segan-segan menyebutnya sebagai 'perayu wanita, pria Irlandia tidak tahu aturan, dan tidak terkendali’), kemudian ke Norwich hanya untuk didepak, pindah ke Turki sebagai pemain pinjaman di Caykur Rizespor dan kembali ke Norfolk, semuanya terjadi sambil mengantar Irlandia Utara merasakan kompetisi Piala Eropa pertama mereka. Anda akan menemukannya di Birmingham sebagai pemain pinjaman saat ini.

All hail the king.

Temukan feature baru setiap harinya di FourFourTwo.com/IDBerita transfer