2 Penyebab Liverpool Kesulitan Menaklukkan Tim yang Bertahan Dalam

Ada apa dengan Liverpool? Perlah tapi pasti, setiap tim yang melawan mereka, di setiap pertandingan selalu bisa meredam serangan ganas mereka. Arief Hadi dari FourFourTwo Indonesia mencoba menganalisisnya...

Sejak awal musim 2016/17 bergulir, Liverpool sudah dijagokan menjadi kandidat juara Premier League karena start yang apik kala melawan Arsenal. The Gunners dipermalukan di depan pendukungnya sendiri dengan skor 3-4 dan walaupun setelah itu Liverpool kalah 0-2 dari Burnley, namun mereka bangkit dan membalasnya dengan performa gemilang di laga-laga berikutnya.

Liverpool pun stabil di empat besar klasemen sementara Premier League dan sempat menempati tempat kedua di bawah Chelsea, sebelum akhirnya anti klimaks terjadi awal tahun 2017 ini. Tiga hasil imbang dan empat kekalahan menimpa Jordan Henderson dan kawan-kawan, di mana tiga kekalahan beruntun terjadi di Anfield.

Hanya dua kemenangan yang diraih Liverpool di awal 2017 ini. Dan ternyata, dari tim-tim yang berhasil menahan imbang atau mengalahkan Liverpool, mereka memiliki satu garis persamaan, yakni memiliki pertahanan yang kuat dan bertahan dalam.

Fakta itu memunculkan kesimpulan, bahwa satu cara jitu untuk menghentikan filosofi bermain Liverpool, adalah dengan menumpuk pertahanan dan bermain dengan serangan balik. Pertanyaannya adalah, mengapa Liverpool kesulitan menaklukkan tim yang bertahan dalam?

SELANJUTNYA: ALASAN PERTAMA MENGAPA GEGENPRESSING TIDAK MAKSIMAL

Wolves menjadi tim terakhir yang menaklukan gegenpressing Klopp