Analisa

20 Kutipan Terbaik dari 21 Tahun Karier Arsene Wenger di Arsenal

We are part of The Trust Project What is it?

7. “Saya seorang pelindung dari badai petir.”

Manajer asal Perancis ini berjanji melindungi para pemainnya dari kritikan media pada 1997.

8. “Saya bukanlah seorang tukang sihir, saya hanya seorang pelatih sepakbola.”

Tetapi ia juga punya batas kemampuan, seperti yang ia akui pada 2002.

9. “Jika Anda makan caviar [sajian dari telur ikan] setiap hari, sulit untuk kembali ke sosis.”

Kali ini Wenger menggunakan makanan untuk menanggapi sorakan para fans Arsenal setelah imbang 1-1 dengan Middlesbrough pada 1998.

10. “Ini seperti anak kecil yang terbiasa makan es krim kapanpun ia mau. Ketika yang ia mau tidak ada, ia bisa bingung dan gugup.”

Dan sekarang Wenger menggunakan makanan penutup untuk mendeskripsikan bagaimana kehilangan posisi puncak klasemen di Premiership pada 2004.

11. “Semua orang berpikir mereka mempunyai istri tercantik di rumah.”

Balasan untuk klaim Sir Alex Ferguson yang mengatakan bahwa Manchester United, yang finis di posisi ketiga, lebih superior ketimbang sang juara, Arsenal, pada 2001/02.

12. “Ferguson sudah di luar batas. Ia kehilangan kemampuan mencerna realita. Ia keluar mencari masalah kemudian meminta orang yang ia konfrontasi untuk meminta maaf. Ia terlalu jauh kali ini.”

Sekali lagi membicarakan Fergie, kali ini pada tahun 2005.

13. “Ia di luar batas, tak menyadari realita dan tak menghormati orang lain. Ketika Anda memberikan kesuksesan pada orang bodoh, hal itu terkadang membuat mereka semakin bodoh dan bukannya semakin cerdas.”

Di tahun yang sama, Wenger juga menyerang Jose Mourinho..

14. “Jika Anda punya anak yang seorang musisi yang bagus, apa reaksi pertamamu? Memasukkannya ke sebuah sekolah musik yang bagus, bukan sekolah yang biasa-biasa. Jadi mengapa hal itu tidak terjadi di sepakbola?”

Jawabannya atas saran Michel Platini dan Sepp Blatter bahwa usaha klub-klub top untuk mengejar para pemain muda mirip seperti “perbudakan anak” dan “jual-beli anak”.