20 Pemain Asing Terbaik di Asia Tenggara

Para pemain asing berperan begitu besar terhadap kesuksesan sebuah klub di Asia Tenggara. Tapi dari ratusan nama yang pernah merumput di sana, siapa sajakah yang bisa dinilai istimewa? Kami menjelejahi kawasan ini dan membuka arsip-arsip penting untuk memilih 20 pemain asing terbaik di Asia Tenggara...

Ditulis oleh Kenneth Tan, Vijhay Vick, John Duerden, dan Scott McIntyre

20. Peres de Oliveira

Playmaker Brasil ini adalah pesepakbola dengan permainan menghibur di S.League pada tahun 2000an, dengan kemampuan teknik dan keinginan yang besar untuk menunjukkan bakatnya spektakuler. Dia menghabiskan 10 tahun di Singapura, memenangi satu gelar S.League dan empat Piala Singapura dengan dua klub.

Datang dengan rekomendasi dari rekan senegaranya Egmar Goncalves, pada tahun 2001, Peres membuktikan prestasinya bersama Home United engan mencetak 21 gol di musim debutnya, 17 pada musim berikutnya, sebelum mencetak 30 gol di musim juara mereka pada tahun 2003 sekaligus meraih penghargaan Sepatu Emas dan Pemain Terbaik di musim tersebut.

Dengan Peres bermain di posisi No.10, Goncalves dan Indra Sahdan bisa lebih bebas menebar ancaman di lini depan.

Dia memainkan peran besar dalam membawa Home menuju semifinal Piala AFC pada tahun 2004 dan mencetak gol ke-100  bersama klub singapura tersebut, sebelum diizinkan pergi ke Tampines Rovers dua tahun kemudian di mana dia mencetak 35 gol dalam 75 pertandingan.

Itu adalah keputusan klub yang kemudian diakui sebagai sebuah kesalahan saat ia kembali bergabung dengan The Protectors di tahun 2008.

Meski sudah berusia 30-an, ia masih memiliki kualitas dalam permainannya dan mencetak 14 gol pada musim berikutnya sebelum dilepas pada 2010 karena berseteru dengan pelatih asal Korea Selatan, Lee Lim-Saeng. – KT

19. Merzagua Abderrazak 

Penang mungkin sudah kehilangan statusnya sebagai klub papan atas di Malaysia Super League, tapi dulu mereka adalah tim yang ditakuti dan striker timnas Maroko ini menjadi andalan mereka di lini depan. 

Merzagua, yang terpilih sebagai Pemain Asing Terbaik di Malaysia pada 1996, membawa Penang promosi ke divisi teratas pada tahun 1998 dan 2001. Mereka juga merupakan runner-up pada tahun 1999 dan 2000 dalam masa keemasan klub.

Merzagua kembali ke Penang sebagai pelatih pada musim Liga FAM 2013, kemudian menjuarai divisi ketiga dan mendapatkan promosi. Namun ia terpaksa meninggalkan klub karena ia tidak memiliki lisensi yang yang menjadi syarat untuk melatih klub di dua divisi teratas Malaysia.

Dia menyelesaikan lisensinya pada tahun 2015 dan melatih Sg. Ara FC, klub kecil di Penang, selama satu musim. Dia kerap dikaitkan dengan The Panthers setiap pembukaan musim sejak 2016. Para suporter  akan menyambutnya dengan tangan terbuka setiap saat jika itu terwujud.  – VV

18. Egmar Goncalves

Selain perannya dalam mendatangkan Peres de Oliveira ke Singapura, Goncalves adalah pemain yang luar biasa selama 11 musim berkarier di S.League.

Dia tiba di musim perdana S.League pada tahun 1996 dan mengoleksi 239 gol pada saat dia meninggalkan liga itu pada tahun 2007. Pemain asal Brasil itu bukan hanya soosk yang berbahaya di kotak penalti, tapi juga seorang pekerja keras yang menciptakan peluang bagi sesama penyerang untuk mencetak gol.

Sang predator mematikan tersebut menjadi pemain pertama yang mencetak 100 gol di S.League pada tahun 2001, pada tahun yang sama ia mencetak empat gol dalam satu pertandingan untuk membantu Home menaklukkan SAFFC (sekarang Warriors FC) dalam sebuah laga bertajuk Derby Uniform.

Goncalves juga merupakan top skorer terbanyak bersama secara keseluruhan dalam perjalanan Home menuju semifinal Piala AFC pada tahun 2004, sekaligus memenangi dua gelar S.League dan empat Piala Singapura sebelum meninggalkan Kota Singa.

Kariernya sedikit tercoreng oleh keputusannya untuk melepas kewarganegaraan Singapura demi kembali ke negara asalnya, namun kontribusinya tidak terbantahkan terhadap liga Singapura yang masih berumur sangat muda. – KT

17. Yaya Soumahoro

Dia bukan pemain paling terkenal yang pernah berkarier di Asia Tenggara, namun fakta bahwa pemain Pantai Gading ini pindah ke klub Belgia, Gent, dengan harga sekitar €500 ribu menunjukkan betapa bagus kualitas yang dimilikinya.

Gelandang serang tersebut tiba di Muangthong United pada tahun 2008 tanpa menarik perhatian besar, seapalagi The kirins hanya berkompetisi di divisi kedua. Namun Soumahoro sepertinya tidak butuh waktu untuk beradaptasi dan segera memikat para penggemar dengan bakatnya. Pergerakannya, giringan bolanya, dan tipuannya sangat menarik perhatian, tapi ada lebih banyak atribut lagi dalam dirinya.

Selain mencetak banyak gol, ia juga mencetak assist untuk membantu United mencapai promosi di musim pertamanya dan kemudian bahkan memberikan kontribusi yang lebih besar lagi di tingkat utama dalam perjalanan Muangthong meraih juara.

Namun bukan hanya kesuksesannya yang layak dibicarakan, tapi cara bermainnya dan sikapnya kepada para suporter yang membuatnya dicintai oleh penggemarnya yang juga begitu ia cintai. – JD

16. Frank Acheampong

Tidak banyak pemain dengan nama Frank meraih kesuksesan Asia Tenggara, namun tak banyak juga yang memiliki bakat seperti pemain asal Ghana ini. Dia baru berusia 17 tahun ketika dia tiba di Buriram United pada 2011, bakatnya masih mentah seperti halnya ambisi klubnya saat itu.

Terlepas dari awal kariernya yang tak terlalu menonjol, dia memiliki semua yang Anda inginkan dari seorang pemain asing: kecepatan, bakat, dan kemampuan untuk melakukan sesuatu yang berbeda yang membuat para penggemar begitu bersemangat begitu dia menyentuh bola.

Gol dan assistnya memainkan peran besar dalam gelar liga pertama yang diraihnya di tahun 2011, yang hanya salah satu dari trofi yang diraihnya musim itu dari tiga gelar. Dia meneruskan performa bagusnya pada tahun 2012, termasuk saat merepotkan pertahanan Evergrande Guangzhou dalam kemenangan 2-1 yang terkenal di kandang tim raksasa Asia itu.

Dia kemudian pindah ke klub raksasa Belgia, Anderlecht, dan baru-baru ini dikaitkan dengan sejumlah klub Premier League sebelum pindah ke Liga Super Tiongkok dengan status sebagai pemain pinjaman, namun Acheampong akan selalu memiliki tempat khusus di hati penggemar Buriram. – JD

Pages