Analisa

3 Alasan Mengapa Manchester United Tampil Luar Biasa vs Leicester City

Ranaditya Alief menggunakan Stats Zone untuk menganalisis apa yang membuat Manchester United bisa tampil begitu berbeda saat menang atas Leicester City akhir pekan kemarin, dibandingkan saat kalah dari Watford di pekan sebelumnya...

We are part of The Trust Project What is it?

Akhirnya krisis kecil yang dialami Manchester United usai sudah, setidaknya untuk satu pertandingan. Menjamu juara bertahan Leicester City di Old Trafford, anak-anak asuh Jose Mourinho menghadirkan penampilan yang begitu kontras dibandingkan saat melawan Watford pekan lalu. Perubahan permainan United yang tampil lebih dinamis baik dalam menyerang maupun bertahan tidak dapat dilepaskan dari keputusan Mourinho untuk mencadangkan Wayne Rooney dan Marouane Fellaini, serta memainkan Juan Mata dan Ander Herrera. 

Seperti apa dampaknya? Berikut analisisnya menggunakan aplikasi Stats Zone dari FourFourTwo.

1. Mata mengajarkan Rooney cara menjadi nomor 10

Saat menghadapi Watford, kontribusi Rooney nihil. Ia tidak mencetak gol, assist, bahkan satu pun peluang lewat permainan terbuka

Meski pada awal musim Mourinho mengatakan bahwa posisi terbaik Rooney adalah striker, sejauh ini Rooney justru lebih sering berperan menjadi pemain no. 10 di belakang Ibrahimovic. Dan terbukti saat menghadapi Watford, kontribusi Rooney nihil. Ia tidak mencetak gol, assist, bahkan satu pun peluang lewat permainan terbuka. Sebagian besar operannya di sepertiga terakhir berupa umpan panjang yang menyia-nyiakan kualitas penyerang-penyerang United.

Untungnya Sabtu kemarin Rooney mendekam di bangku cadangan. Setidaknya di sana ia bisa duduk tenang mengamati bagaimana Juan Mata memainkan posisinya dengan apik. Selain mencetak satu gol dan satu assist, Mata juga melakukan link-up play yang lebih luwes dengan pemain-pemain United lainnya melalui operan-operan pendek di wilayah pertahanan Leicester. Ya, kurang lebih sesuai job desc seorang pemain nomor 10.

2. Kontribusi defensif Herrera

Herrera bermain dengan disiplin dari posisi yang sedikit lebih dalam dari Pogba, dan bertahan dengan baik

Keroposnya double-pivot Pogba dan Fellaini dalam beberapa pertandingan terakhir menghadirkan tekanan dari media kepada Mourinho untuk mengubah formasi menjadi 4-3-3 atau pun menurunkan Carrick yang tampil impresif di Piala Liga. Mou being Mou, ia justru menurunkan Herrera yang lebih dikenal sebagai gelandang box-to-box.

Namun keputusan ini terbukti tepat, karena Herrera bermain dengan disiplin dari posisi yang sedikit lebih dalam dari Pogba, dan bertahan dengan baik. Kemampuannya mengantisipasi permainan lawan menjadi aset bagi United untuk mengubah pertahanan menjadi serangan. Enam intersepsi yang dilakukan Herrera jelas lebih baik dari aksi dagelan Marouane Fellaini pekan lalu.

3. Pogba merdeka

Barangkali dampak paling ampuh dari kedisiplinan Herrera adalah rasa aman bagi Pogba untuk lebih bebas menjelajahi lapangan. Dibandingkan pada pertandingan-pertandingan sebelumnya, Pogba jauh lebih terlibat dalam serangan United dan bahkan beberapa kali bertukar posisi ke kanan untuk mengacak-acak pertahanan Leicester. Satu gol dan tiga peluang yang dicetak Pogba mengindikasikan bahwa untuk ke depannya, inilah template cara menggunakan pemain termahal dunia dengan tepat.

BACA JUGA Ada apa dengan Paul Pogba?

Feature baru setiap harinya di FourFourTwo.com/ID