4-2-3-1 dan Diego Costa, Dua Kunci Utama Chelsea di 2015/16

Chelsea akan memasuki Premier League musim 2015/16 sebagai favorit utama juara setelah musim 2014/15 yang luar biasa. 

Meski rival-rivalnya banyak membeli pemain anyar demi melancarkan upaya mereka mendongkel The Blues dari singgasana, klub penghuni Stamford Bridge ini tetap tenang dan hanya memboyong Radamel Falcao sebagai pinjaman dan Asmir Begovic dengan harga 8 juta pounds sebagai pengganti Petr Cech yang menyeberang ke London Utara. Melihat minimnya perubahan yang terjadi di skuat Chelsea saat ini, bisa ditebak bahwa Jose Mourinho, manajer Chelsea, mungkin tidak akan banyak melakukan perubahan taktik pada musim ketiganya di The Bridge setelah kembali dari petualangannya di Italia dan Spanyol ini.

4-2-3-1 dengan variasi ke 4-3-3 sepertinya akan tetap menjadi pilihan utama Mourinho. Dengan menggunakan dua gelandang pivot di depan empat pemain belakang, Chelsea bisa meredam serangan lawan baik dari tengah maupun dari kedua sisi, dan memulai serangan mereka dari titik ini juga. Nemanja Matic dan Cesc Fabregas bisa dipastikan akan tetap menjadi penghuni utama dua posisi ini, dengan duet Inggris, John Terry dan Gary Cahill, tepat berada di belakang mereka sebagai duo bek tengah.

Matic, jangkar dan pusat permainan dari Chelsea

Cesar Azpilicueta akan tetap menjadi pilihan Mourinho di sisi kiri pertahanan, apalagi Filipe Luis akhirnya kembali ke Spanyol setelah gagal mencuri tempat utama di tim karena solidnya Azpilicueta. Sementara di sisi kanan, Branislav Ivanovic tetap akan menjadi andalan meski usianya kini sudah tak muda lagi. Selain andal dalam bertahan, Ivanovic juga patut diwaspadai lawan karena ia sering sekali berlari ke depan dan bahkan beberapa kali mencetak gol musim lalu. Dengan kepergian Cech, posisi Thibaut Courtois di bawah mistar gawang juga tak akan banyak terganggu. Begovic mungkin harus puas bermain di Piala Liga alias Capital One Cup saja musim ini.

Satu nama lain yang posisinya nyaris tidak tergantikan adalah Eden Hazard di sisi kiri penyerangan. Hazard adalah pemain emas Mourinho – ia bisa menjadi seorang pembeda di pertandingan, seseorang yang diharapkan sentuhan emasnya di Chelsea sebagaimana Barcelona berharap pada Lionel Messi dan Real Madrid sangat mengandalkan Cristiano Ronaldo. Tetapi rotasi pemain mungkin akan terjadi di dua posisi lain dalam tiga pemain sejajar di belakang penyerang depan, dengan Oscar dan Willian tetap menjadi kandidat utama untuk mengusus dua posisi tersebut.

Tapi bukan berarti mereka bisa bersantai. Di bangku cadangan, ada nama Juan Cuadrado yang mungkin sudah selesai beradaptasi dengan sepakbola Inggris setelah setengah musim berkarier di sana. Ada juga Victor Moses, yang sudah kembali dari peminjamannya, dan bisa saja menemukan kembali performa terbaiknya yang hilang setelah pindah ke Chelsea. Juga ada Ramires yang mungkin akan dimainkan oleh Mourinho ketika timnya membutuhkan seorang gelandang perusak tambahan dalam situasi tertentu. Ramires bisa dimainkan di sisi kanan penyerangan untuk membantu Ivanovic dalam bertahan atau di tengah bersama Matic, dengan Fabregas akan bergeser ke depan untuk mengisi posisi Oscar atau malah membentuk trio gelandang tengah dan membuat tim berubah formasi menjadi 4-3-3.

Masalah ada di lini depan Chelsea. Diego Costa semestinya tetap menjadi pilihan utama Mourinho, tetapi ia terlalu sering cedera. Gaya mainnya yang brutal tak ditopang dengan hamstring yang kuat, dan imbasnya, ia terlalu sering berlibur di ruang perawatan alih-alih bermain bola bersama teman-temannya. Loic Remy bukan pemain jelek, tetapi ia tidak sebanding dengan kualitas penghancur Costa. Remy juga punya masalah cedera yang, meskipun tak separah rekannya dari Spanyol tersebut, tetap terasa mengganggu.

Bagaimana dengan Radamel Falcao?

Bisakah Falcao dirinya menjadi pengganti yang pantas bagi Diego Costa? (Sumber: Gettyimages)

Mourinho boleh saja berharap ia bisa membangkitkan kembali karier Falcao yang terpuruk pasca berseragam Manchester United musim 2014/15 lalu. Tapi apa yang diperlihatkan oleh pemain yang pernah disebut sebagai penyerang terbaik di dunia ini justru mengindikasikan hal sebaliknya. Terakhir, dalam laga melawan Fiorentina di Stamford Bridge pada tengah pekan ini (5/8/2015), ia sekali lagi mempertontonkan bahwa ia hanyalah bayangan dari Falcao yang dulu. Kecepatannya hilang, dan sepertinya begitu juga dengan ketajamannya. Falcao mungkin masih berusaha beradaptasi, tetapi Mourinho dan suporter Chelsea tentu tidak akan terlalu baik untuk memberikan waktu banyak baginya untuk membuktikan diri.

Mourinho masih punya waktu kurang dari satu bulan lagi untuk belanja pemain. Tetapi siapapun pemain yang mungkin akan ia boyong, sepertinya ia tidak akan mengubah pakem 4-3-2-1 dan 4-3-3 yang menjadi ciri khas Chelsea musim lalu. Tetapi jika musim lalu Chelsea bisa menunjukkan permaina menyerang yang luar biasa di paruh pertama musim, mungkin hal yang sama tidak bisa mereka perlihatkan musim ini melihat masalah cedera yang terus dialami oleh penyerang utama mereka. Chelsea musim ini mungkin akan melanjutkan gaya bermain di paruh kedua musim lalu, kecuali Costa sudah menemukan kembali kebugarannya dan Fabregas bisa kembali bersinar seperti sebelum pergantian tahun 2015 lalu dan membuat banyak assist.

Otak dari kesuksesan Chelsea ada di diri Jose Mourinho