4 GIF yang Memperlihatkan Bagaimana Pertahanan Atletico Menghentikan Bayern

Atletico Madrid sangat hebat secara defensif, dan kami memilih empat contoh bagaimana mereka menghentikan serangan. Lihat dan pelajari, Premier League...

Dalam empat pertandingan Liga Champions sebelumnya melawan Juventus dan Benfica, Bayern mencetak total sembilan gol. Tujuh di antaranya berawal dari permainan di sisi lapangan – dengan pemain-pemain seperti Arjen Robben atau Douglas Costa menusuk ke dalam, lewat umpan silang yang dilanjutkan sundulan, atau memanfaatkan bola yang tidak dibuang sempurna menyusul umpan silang di dalam kotak penalti.

Dalam pertemuan Simeone vs Guardiola pada tengah pekan ini, Atletico Madrid mengambil pendekatan yang berbeda untuk menghadapi senjata ofensif terbesar Bayern sejauh ini di Liga Champions: memulai serangan berbahaya di sepertiga lapangan terakhir lewat sisi lapangan. Full-back Atletico Madrid mengorbankan kohesivitas lini pertahanan mereka untuk memberikan tekanan ke kedua sayap Bayern. 

Man-mark para full-back

Di GIF di bawah ini, bek kanan Atletico, Juanfran, mengorbankan selisih ruang yang biasanya dijaga antara bek kanan dan bek tengah untuk memberikan tekanan kepada Costa. Dalam kasus ini, pemain Brasil tersebut – yang terbiasa menerima bola dengan lebih banyak ruang di depannya, mungkin terkejut dan membiarkan bola keluar lapangan untuk lemparan ke dalam Atleti.

Dalam kasus berikutnya, bahkan sebelum bola dimainkan, bek kiri Atletico Madrid, Filipe Luis, sudah berjarak begitu jauh dengan bek tengah dan membuatnya lebih dekat dengan rekan setimnya di lini tengah ketimbang sesama bek. Dalam sekejap, Filipe Luis bisa menjauhkan bola. 

Kasus ketiga di bawah ini mendemonstrasikan kembali ketika Atletico bekerja keras untuk mencegah Bayern dari menggerakkan bola dari sisi satu ke sisi lainnya dengan mengambil resiko munculnya kerapuhan defensif mereka dalam hal ruang di antara bek kanan dan bek tengah kanan. Juanfran menutup pergerakan Costa begitu cepat dan agresif sehingga ketika Bayern berusaha mengubah sisi serangan, mereka bahkan tidak bisa memberikan bola begitu jauh ke arah eks pemain Shakhtar itu.

Ruang yang terbuka di tengah

Dalam contoh-contoh di atas, Anda akan menyadari adanya jarak yang terbuka lebar antar bek tengah, Jose Gimenez dan Stefan Savic, dan para full-back mereka. Hasilnya, Bayern Munich harus menyerang lebih ke tengah: lebih sering daripada yang biasa mereka lakukan biasanya, untuk mencoba mengeksploitasi ruang yang dikorbankan Atletico Madrid menggunakan taktik ini (pada akhirnya Anda tidak bisa menutup setiap inci lapangan, tak peduli seberapa keras pun kerja Anda).

Namun, Atletico juga punya jawaban untuk itu. Di bawah ini adalah contoh ketika pemain Bayern berusaha menggunakan ruang antara Juanfran dan Gimenez, dan seorang gelandang tengah Atletico akan turun mundur di antara dua bek. Pergerakan dari tim Simeone ini mempertahankan bentuk kohesif defensif mereka dan memaksa Bayern untuk melakukan serangan yang tidak menggunakan sisi lapangan. 

Pertandingan ini akhirnya jatuh ke tangan Atletico Madrid. Bukan berarti Bayern tak punya kesempatan, tetapi tendangan jarak jauh David Alaba yang mengenai mistar gawang adalah peluang terbesar yang bisa diberikan Atletico dengan taktik defensif yang mereka gunakan. 

Lebih banyak fitur setiap harinya di FFT.com • Lainnya tentang Atletico MadridLainnya tentang Bayern Munich