4 Momen Terbaik yang Terjadi di ISC A 2016 Selama Bulan Juli

Selebrasi, perpisahan, dan comeback yang menegangkan. Inilah beberapa kejadian menarik yang terjadi di ISC A 2016 selama bulan Juli kemarin!

Meski sempat diinterupsi libur lebaran, kompetisi liga tertinggi di Indonesia saat ini, Indonesia Soccer Championship A, tetap memberikan banyak hiburan selama bulan Juli lalu dan telah melewati pekan ke-13nya akhir pekan kemarin. Banyak momen-momen menarik yang patut disimak dan tak boleh terlewatkan di bulan Juli ini, khususnya oleh para penggemar sepakbola lokal.

Apa saja momen-momen menarik tersebut?

Comeback rollercoaster a la Djanur

Setelah pemecatan Dejan Antonic pasca kekalahan memalukan oleh Bhayangkara Surabaya United, Persib Bandung memilih Herrie Setiawan sebagai pelatih sementara untuk mengisi posisi yang lowong tersebut. Namun kepemimpinan pria berkepala plontos tersebut praktis hanya berumur dua pertandingan. Manajemen Persib tanpa ragu membawa pulang Djadjang Nurdjaman untuk kembali memimpin Persib di sisa musim ini.

Meski pengumuman tersebut dilakukan pada bulan Juni, Djanur, sapaan akrab Djadjang Nurdjaman melakukan comeback sebagai pelatih Persib pada Sabtu, 2 Juli 2016, di laga melawan PSM Makassar. Jika saja bukan karena tekad bek anyar Persib, Purwaka Yudhi, untuk menebus ‘dosanya’ yang berujung pada gol penyeimbang PSM oleh Muhlis Hadi, skuat Maung Bandung pasti tertunduk lesu karena harus membawa satu poin saja. Beruntung, Purwaka berhasil memanfaatkan kemelut di kotak penalti PSM di penghujung pertandingan tersebut.

Purwaka Yudhi sukses menebus "dosa" dan memberikan kemenangan di comeback Djadjang Nurdjaman (Foto: GTS)

“Saya rasa kinerja di babak kedua ada penurunan kondisi fisik, jadi tidak semulus di babak pertama, tapi saya cukup puas dengan penampilan perdana malam hari ini,” ulas pelatih berkumis tersebut seperti yang dikutip dari laman Simamaung.com.

Tak diduga, sang legenda Persib ini benar-benar dipaksa menaiki wahana rollercoaster di pertandingan comeback-nya kali ini.

Adelmund pulang untuk sang Ayah

Kisah mengharukan datang dari pemain asing dari klub Persela Lamongan, Kristian Adelmund. Pria asal Belanda ini harus menghentikan (sementara) karier sepakbolanya di Indonesia setelah memutuskan untuk merawat ayahnya yang sedang terbaring lemah karena penyakit kanker.

"Ayah saya adalah alasan saya bisa bermain sepakbola. Saya pulang ke Belanda pun karena saya ingin fokus merawat ayah saya. Walau tak menutup kemungkinan saya mempertimbangkan tawaran yang datang, saya tidak ada pikiran untuk mencari klub di sana. Saya ingin fokus dulu pada ayah saya," ujar Adelmund seperti yang dilansir dari laman Pandit Football.

Kristian Adelmund

"Ayah saya adalah alasan saya bisa bermain sepakbola."

Idealnya, perpisahan akan lebih baik digelar di kandang sendiri dan ditutup dengan kemenangan. Namun kenyataan berbicara lain. Persela harus menjalani pertandingan tandangnya ke Bandung dan takluk dengan skor tipis 1-0 dari Persib.

Laga perpisahan boleh berakhir dengan kekalahan, namun dalam pertarungan melawan kanker, pastikan ayahmu menang, Adelmund!

BACA JUGA Kristian Adelmund: Ayah Saya Lebih Penting Daripada Hidup Saya Sekarang