Analisa

5 Alasan Manchester United Lebih Baik Tanpa Paul Pogba

Sepanjang waktu, Manchester United berada di pusaran masalah bersama Paul Pogba. Apa yang terjadi kalau United bisa tampil tanpa adanya kehadiran Pogba?

We are part of The Trust Project What is it?

1. BISA MENDAPAT PEMAIN YANG LEBIH BAGUS DAN LAYAK

Pogba selalu menjadi pembicaraan bombastis sejak ia merumput di Juventus dan puncaknya ketika pindah kembali ke United pada 2016 silam dengan menjadi pemain termahal di dunia saat itu. Sayangnya semakin ke sini, Pogba masih belum mampu menampilkan permainan terbaiknya padahal ia sudah ditebus dengan harga fenomenal.

Jika saja United tidak membeli Pogba, mungkin saat ini mereka sudah mendapatkan nama lain yang harganya lebih murah dibandingkan bintang Prancis itu sekaligus permainannya jauh lebih cocok dengan gaya bermain United di bawah racikan Jose Mourinho – tidak hanya memikirkan soal branding saja seperti yang dituduhkan ke Pogba ketika ia memutuskan ‘pulang kampung’.

2. PERMAINAN LEBIH MENGALIR

Pogba dikenal sebagai gelandang yang suka show-off – bagaimana caranya ia terus menjadi bintang di atas lapangan dan mengendalikan permainan untuk menarik perhatian para penonton. Sayangnya itu menjadi bumerang tersendiri untuk United yang menampilkan gaya bertahan dalam hampir setiap pertandingan – tidak terkecuali melawan tim-tim semenjana.

Ketika United butuh transisi cepat dari bertahan ke menyerang, Pogba yang sedang mendapatkan bola lebih sering men-delay permainan dan bergaya layaknya Andrea Pirlo – tengok kiri-kanan untuk mencari kawan. Sayangnya dengan gaya seperti itu, momentum yang didapat United untuk membuat serangan balik jadi hilang karena lawan sudah kembali ke posisi bertahan mereka. Dengan hilangnya gaya delay Pogba, seharusnya Mourinho bisa lebih lancar menjalankan taktiknya.

3. TIDAK ADA DRAMA STAR SYNDROME

Ketika di Juventus, Pogba dikenal pemain yang kalem. Wajar saja, ia dikelilingi oleh pemain-pemain kelas dunia seperti Andrea Pirlo, Arturo Vidal dan Claudio Marchisio. Egonya pun tidak bisa ia keluarkan seenak jidat. Tapi ketika ia pindah ke United, Pogba sudah berubah 180 derajat. Ia adalah bintang di sana, semua mata tertuju kepadanya dan itu adalah sinar terang yang siap dilahap masalah.

Sekarang, Pogba berseteru dengan Mourinho. Keduanya saling menyerang ketika menghadapi para wartawan Inggris yang juga senang dengan asupan berita berbau konflik, apalagi ketika menyangkut United-Pogba-Mourinho. Dan masalah ini membuat ruang ganti United menjadi tidak kondusif yang tentunya berpengaruh dengan performa mereka di lapangan. Sudah lini serang sedang mandul, gaya bertahan yang semakin tidak efektif, ditambah drama yang diciptakan Pogba, United terus berada di pusaran masalah.