5 Alasan Mengapa Liverpool Bisa Menjuarai Premier League Untuk Pertama Kalinya Musim Depan

Mungkin sudah saatnya penantian ini diakhiri...

Saat pertama kali menjadi bagian dari Liverpool, Juergen Klopp memperkenalkan diri dengan cara brilian. Mengemban tugas sebagai pelatih Liverpool pertama kali di White Hart Lane, markas Tottenham Hotspur, dia memainkan “formasi pohon natal” (4-3-2-1). Publik sepakbola Inggris tentu saja langsung terbawa nostalgia saat Prince Albert, seorang Jerman yang menjadi suami Ratu Victoria, memperkenalkan tradisi pohon Natal di setiap malam Natal di Inggris jauh hari sebelumnya.   

Kini, Klopp sudah sekitar satu setengah musim menjadi juru taktik di Anfield. Harapan yang dibebankan kepadanya belum benar-benar terpenuhi. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa Liverpool telah mengalami perubahan ke arah yang diinginkan di bawah asuhan mantan pelatih Borussia Dortmund tersebut. Dan bukan tidak mungkin, ia akan membawa Liverpool kembali meraih banyak prestasi dalam waktu dekat. Di Premier League musim depan, ada sejumlah alasan yang bisa membuat Liverpool finis di posisi paling tinggi.

Klopp Sukses di Tahun Ketiganya Bersama Dortmund

FSV Mainz 05 memang sukses mengangkat nama Klopp ke atas permukaan, tetapi di Dortmund-lah dia berhasil meraih kesuksesan.

Mulai menangani Dortmund pada tahun 2008, secara bertahap Klopp terus melakukan perubahan terhadap salah satu tim Jerman yang pernah nyaris bangkrut tersebut. Kebijakan dalam mendatangkan bintang-bintang berharga mahal ditiadakan. Sebaliknya, pemain-pemain bergaji besar yang terus menguras brankas keuangan Dortmund justru dilego. Sebagai gantinya, Klopp mendatangkan pemain-pemain murah yang mempunyai potensi besar, memaksimalkan pemain muda, dan memilih pemain-pemain berpengalaman yang tepat.

Dengan kebijakan baru yang diterapkannya, Dortmund kemudian finis di urutan keenam pada akhir musim 2008/2009. Sebagai sebuah tim yang memiliki penyakit mematikan sebelumnya, pencapaian tersebut dapat dikatan bagus. Dan pada tahun keduanya, musim 2008/09, Klopp mampu membawa Dormund finis satu tingkat lebih tinggi di posisi kelima Bundesliga.

Semuanya kemudian berjalan tampak lebih mudah bagi Klopp di musim ketiganya bersama Dortmund. Pemain-pemain muda Dortmund mulai matang dan pemain-pemain potensial yang dimiliki Dormund mulai menjadi pemain bintang. Filosofi permainan yang diinginkan Klopp juga sudah mampu diterapkan dengan baik oleh pemain-pemain Dortmund. Hasilnya: mereka berhasil meraih gelar Bundesliga pada musim 2009/10. Dortmund kemudian tidak hanya menarik perhatian publik Jerman. Mereka sukses mengguncang Eropa, dan sisanya adalah sejarah.

Klopp membawa Dortmund juara Bundesliga di musim ketiga. Hal yang sama akan terjadi di Liverpool?

Dengan tingkat persaingan di Inggris yang lebih intens daripada di Jerman, apa yang berhasil dilakukan di Liverpool sejauh ini tentu saja patut untuk diberi apresiasi lebih. Di musim pertamanya, ia sukses membawa Liverpool ke final Europa League. Dan di tahun keduanya, setelah sempat menjadi salah satu pesaing untuk meraih gelar Premier League, Klopp berhasil membawa Liverpool finis di empat besar. Seperti di Dortmund, tahun ketiga Klopp bersama Liverpool mungkin bisa berjalan lebih mudah. Filosofi permainan Klopp seharusnya sudah dipahami betul oleh pemain-pemain Liverpool. Pemain-pemain potensial, seperti Jordan Henderson dan Roberto Firmino, juga mulai menjadi pemain bintang. Hal-hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa gelar Liga Inggris sudah saatnya untuk kembali lagi ke Anfield.

Pages