5 Catatan Penting dari ISC A Akhir Pekan Lalu (30 Juni-3 Juli)

Pekan kesembilan ISC A, alias pekan terakhir ISC sebelum lebaran, telah berakhir akhir pekan kemarin. Apa saja hal-hal menarik yang terjadi selama pekan ke-9 kemarin?

Minggu tersubur

Pekan kesembilan ISC A, yang dimulai hari Kamis (30/6/16) dan ditutup pada hari Minggu (4/7/16), bisa dikatakan menjadi pekan yang paling menghibur bagi penikmat sepakbola Indonesia. Menjelang masa liburan, layaknya seorang pegawai yang sangat bisa diandalkan, hampir semua tim yang berlaga bermain habis-habisan.

Sebagai pertandingan pembuka pekan kesembilan, pertarungan antara Persiba Balikpapan melawan Persegres Gresik United di Kalimantan berjalan secara terbuka. Kedua tim saling hantam. Tampil spartan. Dan ketika wasit mengakhiri jalannya pertandingan dengan peluit panjangnya, ada delapan gol yang sudah tercipta. Lima untuk Persiba dan tiga untuk Persegres. Shohei Matsunaga, legiun asing Persiba asal Jepang, tampil setajam samurai malam itu. Dia berhasil mencetak dua gol dan layak dinobatkan sebagai man of the match.

Setelah itu, ada enam gol di Banjarmasin, lima gol di Bandung dan Madura, tiga gol di Borneo, dan empat gol di Cibinong dan di Sidoarjo. Sementara itu, dalam pertandingan yang super ketat, Arema Cronus, sang pemuncak klasemen sementara, dan Sriwijaya FC masing-masing hanya mampu menang satu gol dari Semen Padang dan Persipura Jayapura. Arema Cronus unggul berkat sontekan gelandang flamboyan mereka, Esteban Viscarra, dan Sriwijaya unggul melalui tendangan bebas ciamik Hilton Moriera. Secara keseluruhan pekan kesembilan ISC A menghasilkan 37 gol dan menjadi pekan tersubur di ISC A sejauh ini.

Bomber asing masih superior

Pekan kesembilan ISC A ditutup dengan gol indah Hilton Moriera, penyerang Sriwijaya FC, ke gawang Yoo Jae-hoon, kiper Persipura Jayapura. Bola meluncur ke pojok kanan gawang Jae-hoon, dan kiper asal Korea Selatan tersebut hanya mampu bereaksi tanpa hasil.

Gol Hilton tersebut tidak hanya membuat Sriwijaya FC menang untuk kemudian menempel ketat Arema Cronus yang berada di peringkat pertama, tetapi gol Hilton tersebut juga mewakili ganasnya penyerang-penyerang asing di ISC A sejauh ini. Dari daftar pencetak gol sementara, penyerang-penyerang lokal seperti ditelan bumi.

Luis Carlos Junior, bomber Barito Putera, menjadi top skorer sementara dengan torehan 10 golnya. Artinya, penyerang asal Brasil tersebut rata-rata mencetak lebih dari satu gol dalam satu pertandingan. Terakhir, saat Barito Putera menghajar Perseru Serui 5-1, Luis Carlos mengamuk dengan tiga kali mencatatkan namanya di papan skor. Di tempat kedua ada penyerang Madura United, Pablo Rodriguez, dengan enam golnya. Dan di tempat ketiga, Shohei Matsunaga, gelandang serang Persiba Balikpapan, nangkring dengan torehan lima gol.

Sementara itu, Boaz Salossa dan Nur Iskandar menjadi bomber lokal paling subur di ISC A sementara ini. Mereka masing-masing sudah mencetak tiga gol.