5 Hal Menarik yang Terjadi di Sepakbola Indonesia Akhir Pekan Lalu (9-12 Juni 2016)

Apa saja yang terjadi di sepakbola Indonesia akhir pekan lalu?

Alfred Riedl Kembali Tangani Timnas Indonesia

Mengejutkan! Itulah yang terjadi pada bursa pemilihan pelatih kepala untuk timnas Indonesia baru-baru ini. Ya, PSSI pada akhirnya memilih nama Alfred Riedl sebagai orang yang akan mengisi kursi pelatih tim Garuda yang diproyeksikan untuk mengikuti perhelatan Piala AFF 2016 pada 19 November-17 Desember mendatang di Filipina dan Myanmar.

Lumrah saja hal ini mengagetkan banyak pihak karena sebelumnya otoritas sepakbola tertinggi di Indonesia tersebut sama sekali tidak menyebutkan nama pelatih yang pernah membawa Indonesia melangkah hingga babak final di ajang Piala AFF 2010 silam. PSSI hanya membeberkan tiga kandidat pelatih yang semuanya berasal dari dalam negeri, yakni Indra Sjafrie, Rahmad Darmawan dan Nilmaizar.

Tersiar kabar bahwa penunjukkan Riedl baru-baru ini ada campur tangan dari Kelompok 85 yang dipimpin oleh Letjend Edy Rahmayadi. Sebelumnya, banyak pemberitaan menyebutkan jika kelompok yang dibentuk agar Kongres Luar Biasa PSSI segera dilaksanakan ini memang ingin mencari pelatih asing untuk menukangi Evan Dimas cs dan nama pelatih asal Austria tersebut menjadi pilihan teratas.

Menanggapi kabar tersebut, Hinca Panjaitan selaku pelaksana tugas umum PSSI coba mengklarifikasi dengan menyatakan jika keputusan memilih Riedl tidak ada sangkut-pautnya dengan Kelompok 85. "Kami cari pelatih terbaik dan ini (Riedl) tak ada hubungannya dengan kelompok manapun. Komunikasi dengan kita cukup dan beliau bersedia gabung dengan kita karena komunikasi kita dengan dia cukup baik." ujar Hinca dikutip Goal.

"Kami ingin mengulang kesuksesan yang 2010, kalau soal 2014 itu karena ada masalah dan persiapan tidak cukup bagus," beber Hinca. "Kami berharap keputusan ini bisa diterima dan membuat keadaan cair dengan pemerintah." tambahnya.

Memilih Riedl untuk mengisi kursi pelatih bisa dikatakan sebagai tindakan yang paling logis. Meski harus membangun kerangka tim dari awal, dia adalah sosok tepat karena merupakan orang terakhir yang menangani timnas sebelum PSSI dibekukan oleh FIFA – dengan mengenyampingkan nama Pieter Huistra. Selain itu, Riedl sudah kenyang dengan pengalaman sepakbola Asia Tenggara, semifinal SEA Games bersama Laos dan juara Piala AFF 2007 bersama Vietnam adalah raihan terbaiknya sejauh ini.

Waktu singkat dalam mempersiapkan tim bisa diakali oleh Riedl untuk mengorek kembali apa yang bagus dan tidak selama dua periode menangani timnas. Terlebih, nama-nama yang pernah bekerja dengan Riedl, seperti Wolfgang Pikal dan Widodo C Putro, masih berkutat di persepakbolaan nasional hingga saat ini. Dengan begitu, mereka bisa kembali bekerja sama untuk menentukan membentuk tim dengan pemain-pemain yang lebih ideal.

Di sisi lain, Riedl pun dengan percaya diri mengatakan bahwa target yang ia canangkan terhadap timnas di Piala AFF 2016 mendatang adalah bisa menembus partai puncak. "Waktu memang sudah mepet, tetapi modal utamanya adalah antusiasme dan sikap positif dari semua pihak. Saya yakin dengan begitu, semoga target bisa tercapai. Itu keyakinan dari saya," katanya dilansir Detik.

"Saya selalu menargetkan tim yang saya asuh untuk mencapai final. Maka dari itu saya meminta semua pihak mendukung saya, pemain, dan lain-lain." 

Persija emoh turuti kemauan Persib

Keinginan Persib Bandung agar Persija Jakarta bersedia lebih dulu menjadi tuan rumah di ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) A pada tanggal 16 Juli 2016 nanti ternyata tidak dituruti oleh pihak Macan Kemayoran. Berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan, mestinya laga itu lebih dulu digelar di kandang Pangeran Biru.

Ini terjadi lantaran Persib masih terkendala sejumlah hal teknis di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Sementara itu, Si Jalak Harupat juga tengah direnovasi untuk persiapan PON 2016 Jawa Barat.

Sontak keinginan itu ditolak Persija karena nasib mereka juga setali tiga uang dengan rivalnya tersebut. Persija bahkan baru saja mengucapkan perpisahan kepada Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) yang akan direnovasi untuk menyambut perhelatan Asian Games 2018 mendatang.

Konfirmasi dilontarkan pihak Persija melalui akun Twitter resmi mereka. "Persija memahami kesulitan pihak Persib dalam mencari venue match. Namun, Persija belum bisa mengabulkan keinginan tersebut," tegas tim Persija.

"Saat ini fokus Persija Jakarta adalah mencari alternatif venue match terkait dengan renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno," tutupnya.