5 Hal Penting dari Sepakbola Indonesia Sepekan Terakhir: Indra Sjafri Kembali

Pelatih-pelatih anyar tim nasional Indonesia telah dipastikan, sementara nama Indonesia Super League kini tinggal kenangan. Inilah beberapa kabar penting dari sepakbola Indonesia sepekan terakhir...

Indra Sjafri Kembali Besut Indonesia U-19 (Kamis, 19 Januari)

Indra Sjafri kembali ditunjuk sebagai pelatih timnas Indonesia U-19, setelah sebelumnya bersaing dengan Wolfgang Pikal. Kepastian tersebut datang pada tanggal 19 Januari oleh PSSI.

"Sudah (ditetapkan untuk pelatih) U-19 si (Indra) Sjafri, untuk U-15 mantan kapten kesebelasan timnas dulu, Fakhri Husaini. Nanti akan diresmikan bersamaan (dengan pelatih timnas senior)," kata Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi.

Indra Sjafri menjadi legenda baru sepakbola Indonesia setelah membawa timnas U-19 juara

Indra yang kini melatih Bali United, sebelumnya pernah meraih sukses bersama timnas Indonesia U-19 pada tahun 2013 lalu. Pelatih asal Sumatera Barat itu sukses memoles bakat-bakat muda terbaik dari penjuru Indonesia dan menjadikan Garuda Muda juara Piala AFF tahun tersebut. Nama-nama seperti Evan Dimas, Maldini Pali, Hansamu Yama, Muchlis Hadi hingga Paulo Sitanggang lahir dari program 'blusukan' ala Indra Sjafri.

Luis Milla Resmi Latih Timnas Indonesia (Jumat, 20 Januari)

PSSI resmi menetapkan Luis Milla sebagai pelatih timnas Indonesia pada Jumat, 20 Januari 2017. Mantan pelatih Spanyol U-21 itu akan menangani skuat merah-putih hingga dua tahun ke depan.

Milla diproyeksikan akan rangkap tugas menukangi timnas Indonesia U-22 yang diproyeksikan tampil di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.

"Saya sangat senang dengan sambutan yang diberikan sejak saya tiba di Jakarta. Sangat penting untuk saya menerima pekerjaan ini. Ini adalah sebuah tanggung jawab yang sangat penting dan saya yakin bisa membentuk tim yang bagus," ujar Milla.

Prestasi terbaik Milla adalah membawa Spanyol U-21 meraih gelar juara Piala Eropa U-21 2011. Hal itulah yang tampaknya disukai oleh PSSI era ini yang ingin membangun timnas lewat pemain-pemain muda.

PSSI Ubah Nama Kompetisi (Jumat, 20 Januari)

PSSI, lewat Sekretaris Jenderal-nya, Ade Wellington, mengumumkan perubahan nama kompetisi mulai musim 2017 ini. Tidak ada lagi Indonesia Super League, Divisi Utama, ataupun Liga Nusantara. ISL kini berubah menjadi Liga 1, Divisi Utama menjadi Liga 2, dan Liga Nusantara menjadi Liga 3.

Ini menjadi sebuah upaya PSSI untuk memperjelas piramida kompetisi sepakbola di Indonesia. ISL sendiri mulai digelar pada tahun 2008 lalu sebagai liga profesional pertama di sepakbola Indonesia, meski dalam perjalanannya, usaha untuk profesional itu tak begitu mulus.

ISL kini tinggal kenangan

Ini bukan pertama kalinya ISL ‘ganti nama’. Pada edisi musim 2015 lalu, hanya dua hari sebelum laga pertama dimulai, ISL berganti nama menjadi QNB League karena kesepakatan dengan sponsor – sebelum akhirnya liga ini dihentikan karena kisruh sepakbola nasional.