5 Pelajaran Penting dari Kemenangan 4-3 Liverpool atas Arsenal

Sebuah laga yang luar biasa seru tersaji di Emirates Stadium pada Minggu malam (14/8) waktu Indonesia. Tak tanggung-tanggung; tujuh gol tercipta dalam 90 menit penuh serangan-serangan terbuka antara kedua tim! Bergas Agung pun menganalisis apa saja yang bisa dipelajari dari laga tersebut...

Jika berbicara soal pekan pertama Premier League, kita pasti sepakat jika pertandingan antara Arsenal kontra Liverpool adalah pertandingan yang paling menarik. Bagaimana tidak, tujuh gol tersaji dalam partai yang berlangsung di Emirates Stadium, Minggu (14/8) lalu itu. Kemenangan 4-3 yang diraih Liverpool jelas membuktikan jika Premier League masih akan sangat menarik musim 2016/17 ini.

Dari pertunjukan-pertunjukan itu, banyak sebenarnya yang dapat kita pelajari dari laga Arsenal menghadapi Liverpool itu. Berikut beberapa di antaranya…

Lini pertahanan kedua tim masih buruk

Karena ini pekan perdana, jelas laga di Emirates Stadium ini belum menunjukkan jika kedua tim ini telah matang untuk menjalani musim 2016/17. Persoalan yang paling jelas terlihat adalah pada urusan pertahanan. Tengoklah bagaimana gol-gol Liverpool yang dihasilkan Philippe Coutinho, Adam Lallana, dan Sadio Mane menunjukkan lini tengah Arsenal masih keropos. Sebaliknya, gol Alex Oxlaide-Chamberlain, Chalum Chambers, dan Theo Walcott jelas menjadi bukti kalau lini belakang The Reds belum padu.

Di kubu Gunners, mereka boleh berdalih jika absennya Per Mertesacker, Laurent Koscielny, dan Gabriel adalah penyebab keroposnya lini pertahanan mereka. Apalagi, yang menjadi pengganti dan dipercaya Arsene Wenger pada laga tersebut hanyalah duo bek belia, Rob Holding dan Chalum Chambers. Kendati demikian, Arsenal tetaplah harus sadar jika mereka sebenarnya memang membutuhkan sosok bek baru di lini belakang. Urung datangnya Skhodran Mustafi atau Kalidou Koulibaly ke Emirates Stadium jelas akan merugikan mereka. Pasalnya, Arsenal memang membutuhkan sosok bek baru dengan kualitas top untuk membuat lini pertahanan mereka semakin kokoh.

Sementara itu, kendala di lini belakang Liverpool yang mereka alami musim lalu, setidaknya masih berlangsung hingga pekan perdana Premier League 2016/17 ini. Duet Dejan Lovren dan rekan barunya, Ragnar Klavan, terlihat masih belum terlalu padu. Selain itu, The Reds – sama seperti musim lalu – masih belum tahu caranya tak mudah kebobolan dari situasi bola mati. Yang paling fatal dan jelas terlihat adalah jika mereka membutuhkan sosok bek kiri baru karena Alberto Moreno tampil buruk dan seperti orang kebingungan di sepanjang laga.

Suksesnya peran baru Henderson           

Tak ada yang salah dengan Emre Can, tetapi pada laga menghadapi Arsenal, Jurgen Klopp justru menurunkan Jordan Henderson di posisi gelandang bertahan. Klopp jelas tidak menurunkan sang kapten untuk mengambil peran Can sebagai gelandang pemutus serangan lawan. Namun pada pertandingan tersebut, Henderson mendapatkan peran baru yakni sebagai seorang regista. Ia menjadi pengalir dan penyambung bola dari lini pertahanan ke lini depan, sekaligus sebagai kreator serangan.

Tak percaya? Tengok saja torehan statistik Henderson dalam soal mengalirkan bola. Pada pertandingan tersebut, pemain tim nasional Inggris itu merupakan pemain yang paling banyak melepaskan umpan, yakni total 71 umpan dengan presentase sukses 87 persen. 89 sentuhan sepanjang laga yang dimiliki Henderson adalah yang terbanyak di kubu The Reds. Selain itu, dua umpan kunci, dua umpan silang, dan tujuh umpan panjang dalam laga tersebut menunjukkan jika dirinya sukses menjalankan peran barunya itu.

Tak hanya itu, Henderson juga tak buruk-buruk amat dalam soal menjaga pertahanan The Reds. Tengok saja bagaimana pemain berusia 26 tahun itu melakukan lima tekel sepanjang laga, terbanyak kedua di kubu Liverpool setelah Sadio Mane. Selain itu, dua sapuan bola dan satu intersep membuktikan jika Henderson juga mampu mengemban peran Can.

Arsenal butuh penyerang baru    

Absennya Olivier Giroud memang jelas berpengaruh besar bagi lini depan Arsenal. Tanpa kehadiran Giroud, lini depan Gunners tidak bisa berbuat apa-apa. Arsene Wenger jelas membutuhkan sosok penyerang baru. Setelah gagal mendatangkan Jamie Vardy dan Gonzalo Higuain, nama Alexandre Lacazette semakin kencang berhembus akan merapat ke Emirates Stadium. Namun, banyak pihak juga percaya Lacazette tak akan pergi dari Lyon dan Arsenal tak akan mendatangkan bomber berkualitas.

Jika ternyata Arsenal tak mendatangkan bomber berkualitas musim ini, mereka akan dalam keadaan yang gawat. Tengok saja, pada laga melawan Liverpool, Alexis Sanchez yang diplot sebagai penyerang tengah tak bisa berbuat apa-apa. Bahkan sepanjang laga, Sanzhez hanya mampu melepaskan satu tendangan dan itu pun tidak mengarah ke gawang. Ketiga gol yang dicetak Gunners pun tercipta tanpa bantuan pemain depan, khususnya Sanchez. Gol Theo Walcott lahir akibat kecerobohan bek Liverpool, Alberto Moreno. Selain itu gol Alex-Oxlaide Chamberlain yang berasal dari aksi individunya, sementara gol Chalum Chambers yang berasal dari tendangan bebas, menunjukkan jika lini depan Arsenal belum mampu menunjukkan ketajaman.