5 Pelajaran Penting Dari Pertandingan West Ham 2-1 Chelsea

Chris Flanagan berada di tribun pers di Upton Park untuk menganalisis kemenangan West Ham atas Chelsea menggunakan Stats Zone – GRATIS di iOS dan Android...

1) Taktik Kejutan West Ham Berjalan Dengan Lancar di Upton Park

West Ham sudah mengalahkan Arsenal, Liverpool, dan Manchester City di laga tandang musim ini, tetapi ini pertama kalinya mereka menghadapi salah satu klub besar di Upton Park – meski Chelsea saat ini sedang dalam performa buruk.

Pertanyaannya adalah apakah West Ham telah menemukan formula untuk mengalahkan mereka, atau apakah taktik serangan balik Slaven Billic hanya bekerja saat laga tandang.

West Ham selalu bekerja keras di Upton Park musim ini tetapi kemauan Chelsea untuk mendominasi bola akhirnya malah menguntungkan tuan rumah, dan membuat mereka bisa bermain layaknya tim tandang di beberapa momen di pertandingan.

Meski hanya punya 10 pemain di lapangan di lebih dari setengah pertandingan, tim tamu mencatatkan 54% penguasaan bola dan 51% wilayah, menyelesaikan 359 umpan dibanding West Ham hanya 277. Tetapi The Hammers mengubah umpan-umpan mereka menjadi 12 tendangan sementara Chelsea hanya 8.

West Ham lebih dinamis dan lebih direct daripada Chelsea dalam hal serangan.Mereka memainkan 23 umpan jauh sementara tim tamu hanya 11, sementara Manuel Lanzini sukses 5 kali melewati lawan – terbanyak di pertandingan ini.

Cheikhou Kouyate menjadi pemain terbaik di laga ini setelah 6 kali menyelamatkan bola, sementara James Collins melakukan 7 ball recoveries saat West Ham menghentikan Chelsea dan kemudian berusaha untuk melakukan serangan.

Chelsea tidak kebobolan dalam lima laga mereka sebelumnya melawan West Ham, tetapi mereka gagal melanjutkan catatan itu kali ini. “Saya sangat bangga pada tim saya dan seluruh klub ini,” kata bos West Ham, Slaven Billic. “Adalah hal brilian bisa menang atas juara bertahan di kandang sendiri di hadapan para suporter kami sendiri. Itu hal yang luar biasa. Tidak ada salahnya mengaku bahwa kami bermain baik dan kami pantas menang.”

2) Serangan Chelsea Masih Tidak Meyakinkan

Penderitaan Chelsea berlanjut. Jika ada pikiran bahwa mereka mungkin telah bangkit dengan kemenangan atas Aston Villa pekan lalu, mereka kembali ke dasar di Upton Park.

Tidak ada penjelasan yang datang setelah laga, dengan Jose Mourinho memilih untuk langsung ke bis tim daripada berbicara dengan media. Mourinho menghabiskan babak kedua di tribun penonton setelah dikeluarkan wasit di saat jeda karena protesnya ke wasit Jon Moss menyusul kartu merah Nemanja Matic untuk kartu kuning kedua yang memang wajar. Asisten pelatih tim utama, Silvino Louro, juga diusir dari pinggir lapangan.

Bahkan Billic mengakui bahwa diusirnya Matic cukup kejam, tetapi dengan semua penguasaan bola mereka, Chelsea terlihat kurang percaya diri dan tak bisa mengambil keputusan dalam hal serangan, baik sebelum maupun sesudah mereka bermain dengan 10 orang. Eden Hazard, yang dipertahankan sebagai starter setelah tampil di Dynamo Kiev pada tengah pekan, hanya menciptakan satu peluang dari 50 umpan yang ia upayakan dan tidak melakukan satu tendangan pun ke gawang.

Diego Costa terlihat berbahaya di awal laga tetapi tendangannya tak mengarah gawang pada satu kesempatan dan ancaman darinya berkurang seiring berjalannya waktu. Ia hanya memenangi 2 dari 7 duel udara, dengan Collins memenangi pertarungan keduanya.

Permainan menyerang Chelsea sering terlalu lambat. Matic tidak kehilangan bola terlalu sering sebelum kartu merahnya, tetapi sepertiga dari umpan yang ia lakukan diarahkan ke bek kiri Cesar Azpilicueta.

Jelas tidak ada upaya untuk memecah kebuntuan. The Blues turun ke posisi 15 di klasemen dan kini telah kalah dari 5 dari 10 pertandingan liga – dua lebih banyak dari yang mereka catatkan di sepanjang musim kemarin.

3) West Ham Sengaja Menyerang Zouma Yang Bermain di Sisi Kanan Pertahanan Chelsea

Chelsea mempertahankan line-up seperti saat mereka imbang 0-0 dengan Kiev di tengah pekan, yang berarti Kurt Zouma menjadi bek kanan sekali lagi. Tetapi pemain ini bukanlah bek sayap alami dan West Ham berusaha keras untuk menyerang ke arahnya.

Itu sangat terlihat di babak pertama, ketika banyak serangan The Hammers dilakukan melalui sisi kiri mereka, dengan seringnya mereka mengandalkan bintang mereka, Dimitri Payet.

Umpan silang Payet agak mengecewakan di laga ini – ia hanya sukses melakukan 2 dari 9 percobaan – tetapi tim-tim lain akan meniru cara West Ham jika Zouma tetap bermain di sana.

Zouma bermain terlalu ke tengah di satu momen dan membiarkan Lanzini punya ruang besar di sisi lapangan, namun tendangan pemain Argentina ini melambung di atas gawang. Sang bek hanya melakukan 2 dari 6 sapuan dan menyelesaikan 13 dari 21 umpan.

4) Carroll Masih Memiliki Peran Penting di West Ham United

Jika gaya bermain Andy Carroll sempurna bagi Sam Allardyce, yang memboyongnya dari Liverpool, gayanya tak terlalu cocok dengan filosofi Bilic, yang menekankan pada kecepatan dan kemampuan menggiring bola dalam tim yang senang menyerang balik miliknya.

Allardyce mungkin akan senang untuk membawa Carroll ke Sunderland jika diberikan kesempatan, tetapi sang striker menunjukkan saat melawan Chelsea bahwa ia masih bisa mempunyai peran besar di Upton Park. Carroll digunakan sebagai pemain pengganti yang bisa memberikan imbas besar bagi timnya dan ia jelas memberikan imbas yang diinginkan dalam laga ini, yaitu dengan mencetak gol kemenangan lewat sundulan. Sang penyerang sukses menarik Azpilicueta, yang lebih kecil darinya, di tiang jauh karena sadar kalau kesempatannya akan lebih besar daripada jika menghadapi John Terry atau Gary Cahill. Chelsea kini telah kebobolan enam gol lewat sundulan musim ini – lebih banyak daripada klub Premier League lainnya.

Carroll memberikan West Ham rencana B yang sangat berguna, dan kemampuannya itu akan memperbesar peluang mereka untuk mempertahankan posisi bagus mereka di klasemen dan menantang perburuan tempat di enam besar musim ini.

“Ia memberikan Anda opsi tetapi tidak hanya untuk bola-bola lambung, ia adalah pemain yang hebat,” kata Bilic. “Kualitasnya tidak pernah diragukan, kami hanya ingin ia bisa fit dan tidak cedera jangka panjang. Sekarang ia dalam situasi bagus dengan hal itu. West Ham, dan mungkin Inggris, seharusnya akan mendapatkan keuntungan besar.”

5) Fabregas Siap Untuk di Korbankan

Cesc Fabregas diganti pada jeda oleh Mourinho, dengan bos Chelsea ini memainkan John Obi Mikel untuk menambal posisi gelandang bertahan menyusul kartu merah Matic di babak pertama. Fabreggas akhirnya menyelesaikan 32 umpan di babak pertama, lebih banyak daripada pemain lain di lapangan. Tetapi segalanya tidak berjalan sesuai keinginannya. Ia mencetak gol yang sayangnya dianulir (padahal seharusnya tidak) karena offside dan mendapatkan kartu karena reaksinya atas kartu merah Matic.

Seperti Hazard, ia gagal memanfaatkan penguasaan bola ia lakukan dan hanya 10 dari 15 umpannya di wilayah lawan mencapai sasaran. Bahwa Mourinho sudah siap mengorbankan Fabregas adalah ilustrasi lain bagaimana buruknya performanya saat ini, dan fakta bahwa ia tak lagi menjadi pemain penting seperti musim lalu.

Analisis sendiri pertandingan West Ham 2-1 Chelsea menggunakan Stats Zone

STATS ZONE Gratis di iOS • Gratis di Android