8 Pelatih Asing Terbaik Yang Pernah Mengadu Nasib di Indonesia

Pelatih-pelatih asing ini datang ke Indonesia bukan untuk berlibur. Seolah seperti Ethan Hunt, seorang agen rahasia yang terkenal dalam film Mission Impossible, mereka datang ke Indonesia dengan misi yang nyaris mustahil, yaitu: memajukan sepakbola di negeri ini dengan segala macam permasalahannya. Renalto Setiawan dan Zakky BM memilih 8 nama pelatih asing terbaik yang pernah melatih di Indonesia...

Tak sedikit pelatih-pelatih asing yang pada awal kedatangannya ke Indonesia mengatakan bahwa mereka akan menjadikan sepakbola Indonesia sebagai salah satu yang terbaik di kawasan Asia, kemudian pulang ke negaranya dengan membawa kegagalan. Ada banyak alasan yang membuatnya seperti itu.  Namun, pelatih-pelatih asing ini dipastikan tidak termasuk di dalamnya.

Mereka tidak menjual omong kosong. Nama besar yang mereka miliki terlahir karena bukti. Insan sepakbola Indonesia patut bersyukur karena "warna" yang mereka berikan pada sepakbola di negeri ini. Pelatih-pelatih asing ini menganggap kerja keras dan sebuah proses merupakan hal yang sangat penting dalam sepakbola. Dan justru karena itulah prestasi datang menghampiri mereka dengan sendirinya.

Lalu siapa saja pelatih-pelatih asing ini?

Henk Wullems

Jika mengacu perjalanan kompetisi resmi sepakbola professional Indonesia, maka tercatat dalam hikayat Liga Indonesia yang dimulai pada 1995 lalu hingga yang terakhir adalah tahun 2014 lalu dimana Persib Bandung adalah juaranya. Uniknya sepanjang pagelaran tersebut, hanya empat pelatih asing yang sukses mengantarkan klub asal nusantara yang menjuarai kompetisi tersebut.

Nama Henk Wullems adalah pelatih asing pertama yang sukses membawa klub Mtrans Bandung Raya menggondol gelar Ligina 1996 lalu pasca setahun sebelumnya (1995), tetangga senior MBR di Bandung yaitu Persib melakukannya pada 1995.  Berkat kegemilangan Wullems, ia malahan diangkat sebagai pelatih tim nasional Indonesia.

Sayangnya, Wullems tak bertahan lama kariernya bersama tim Garuda. Catatan meneer asal Belanda ini juga bisa dibilang tak buruk-buruk amat meski memang tak memenuhi target emas di rumah sendiri (SEA Games di Jakarta). Medali perak SEA Games 1997 menjadi penanda prestasi Wullems bersama merah putih sebelum akhirnya hengkang ke PSM Makassar, Persikota Tangerang, dan Persegi Gianyar.

Ivan Kolev

Meski terkesan remeh dan biasa saja, kemenangan timnas Indonesia atas Bahrain di fase grup Piala Asia 2007 lalu adalah salah satu catatan baik bagi persepakbolaan Indonesia lebih banyak carut marutnya ketimbang suksesnya. Maka tak heran juga banyak dari supporter Indonesia yang cukup mengakui permainan timnas tahun 2007 tersebut.

Sosok dibalik layar timnas saat itu tak lain dan tak bukan adalah Ivan Kolev. Pria asal Bulgaria ini sebenarnya tak menangani timnas periode 2007 saat Piala Asia. Bahkan sejak Piala Tiger 2002 (nama lama Piala AFF), pelatih ini sudah menangani Indonesia meski hanya kalah di final saja.

Tahun 2010 lalu juga Ivan Kolev lagi-lagi sempat menangani tim nasional garuda, namun yang ini lebih naas. Hancur leburnya Indonesia oleh Suriah di kualifikasi Piala Dunia 2010 menjadi penanda akhir karier Kolev bersama Indonesia.

Saat ini, Kolev telah kembali lagi ke Indonesia dan menjadi pelatih PS TNI di Liga 1 2017.

Pages