Analisa

8 Pelatih Asing Terbaik Yang Pernah Mengadu Nasib di Indonesia

We are part of The Trust Project What is it?

Anatoly Polosin

Sebelum anak-anak ajaib dengan jubah timnas U-19 berhasil menggondol gelar Juara Piala AFF U-19, prestasi bergengsi terakhir yang diterohkan timnas Indonesia adalah medali emas Sea Games 1991 yang dilangsungkan di kota Manila, Filipna. Tanpa sifat keras kepala Anatoly Polosin, pelatih timnas pada saat itu, medali emas tersebut mungkin saja tidak akan bisa diraih.

Tanpa sifat keras kepala Anatoly Polosin, pelatih timnas pada saat itu, medali emas SEA Games 1991 mungkin saja tidak akan bisa diraih

Dengan tingkat disiplin tinggi khas Eropa Timur, sepak terjang Polosin sebagai pelatih timnas Indonesia sempat mendapatkan kritikan dari banyak kalangan. Metode kepelatihannya yang berorientasi pada kekuatan fisik membuat sejumlah pemain Indonesia bertumbangan. Bahkan, tak jarang para pemain mengalami muntah-muntah saat latihan. Fachry Husaini dan Ansyari Lubis, dua pemain andalan timnas, mundur dari timnas karena tak tahan dengan latihan fisik yang diterapkan oleh Polosin. Namun, hal tersebut tidak mempengaruhi Polosin. Dia tetap setia dengan metodenya, karena menurutnya tanpa fisik yang mumpuni taktik dan strategi apapun tidak akan berjalan dengan lancar.

Sempat babak belur pada gelaran President Cup di Korea Selatan (sepanjang turnamen timnas Indonesia hanya mampu mencetak 1 gol dan kemasukkan 17 gol), anak asuh Polosin tampil trengginas pada gelaran Sea Games 1991. Pada laga awal, sang musuh bebuyutan, Malaysia, mereka tumbangkan 2-0. Vietnam, Filipina, Singapura, dan Thailand adalah korban mereka selanjutnya.

Hingga pertandingan final  Indonesia memang tak banyak menciptakan gol (Indonesia menang adu penalti pada babak semifinal dan final). Tetapi pertahanan mereka begitu kokoh, sangat kontras dengan peforma mereka pada gelaran Presiden Cup di Korea Selatan, membuat Indonesia hanya kebobolan satu gol sepanjang SEA Games 1991.

Timnas Indonesia pada ajang Sea Games 1991 memang bukanlah timnas terbaik. Tim ini sebagian besar dihuni oleh pemain dengan kemampuan biasa saja, tetapi memiliki daya juang luar biasa. Tim ini tidak bisa bermain cantki,  tetapi bisa bermain sangat efektif. Dan tim ini hanya dilatih oleh orang asing keras kepala, tetapi berhasil membuat banyak orang angkat topi untuk mengapresiasi kinerjanya.