Analisa

8 Pelatih Asing Terbaik Yang Pernah Mengadu Nasib di Indonesia

We are part of The Trust Project What is it?

Jacksen F. Tiago

Pelatih asal Brasil ini menghabiskan enam tahun karier kepelatihannya di Persipura (2008-2014). Dan itu adalah enam tahun yang menyenangkan: Persipura tiga kali menjadi juara ISL dan dua kali menjadi runner-up.

Bersama Jacksen Tiago, di kancah Asia, Persipura juga mampu berbuat banyak. Tercatat mereka mampu melaju hingga babak perempat-final AFC Cup 2011. Bahkan, Persipura mampu melaju hingga babak semi-final di ajang yang sama pada tahun 2014 lalu -- Persipura menjadi klub pertama Indonesia yang pernah lolos hingga babak semifinal AFC Cup.

Dari generasi Rully Nere pada awal tahun 80-an hingga generasi Boaz Salossa sekarang, Persipura memang tak pernah kehabisan talenta-talenta sepakbola terbaik di negeri ini. Hampir setiap tahun generasi baru muncul dari setiap penjuru Papua untuk menjadi bintang masa depan Persipura. Meski demikian, bukan perkara mudah bagi seorang pelatih untuk bisa sukses bersama Persipura. Kadang memiliki kecerdasan dan intuisi saja tidak cukup, mereka haruslah orang-orang pilihan. Big Man, sapaan akrab Jacksen Tiago, adalah salah satunya.

"Tuhan yang membawa saya ke Persipura," begitu kata Jacksen Tiago menyoal kariernya bersama Persipura.

Di bawah asuhan Jacksen Tiago, Persipura nyaris selalu tampil dengan gaya bermain yang jauh berbeda dari tim asal Indonesia kebanyakan. Mereka selalu mengandalkan penguasaan bola, build-up serangan mereka dimulai dari lini belakang, dan pergerakan pemainnya begitu cair. Organisasi permainan mereka pun rapi, tidak ada jarak yang berarti di antara setiap lini. Persipura mampu bermain secara kohesif baik saat menyerang maupun saat bertahan. Dengan pendekatan tersebut, Persipura kemudian mampu merajai sepak bola Indonesia -- Persipura memenangi ISL tiga kali, terbanyak di antara tim-tim Indonesia lainnya.

Setelah hengkang dari Persipura, Big Man sempat menangani timnas Indonesia. Namun itu hanya sebentar. Kini,  Jacksen Tiago menangani Penang FA, salah satu klub di liga Malaysia. Di sana prestasinya terus berlanjut. Pada musim perdananya, Dia berhasil membawa Penang FA promosi ke Liga Super Malaysia, divisi tertinggi dalam sepakbola Malaysia. Sayang ia tak lama di negeri Jiran. Ia telah kembali ke Indonesia dan kini menangani Barito Putera.