5 Pemain Asia Terbaik Sepanjang Sejarah Sepakbola Indonesia

Banyak klub-klub ISC yang masih ragu untuk merekrut pemain-pemain Asia karena menganggap kualitasnya tak jauh dengan pemain-pemain lokal. 5 pemain ini adalah bukti kalau anggapan itu tak sepenuhnya benar, tulis Renalto Setiawan...

Yoo Hyun-Koo (Korea Selatan)

Hari yang gelap dan basah pada bulan Januari, dan di atas rumput stadion Utama Gelora Bung Karno tekel itu memakan tuannya sendiri.

Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, Yoo Hyun-Koo, pemain yang paling banyak melakukan tekel sukses dalam gelaran Piala Jenderal Sudirman 2015, melakukan dua kali tekel ceroboh terhadap Rodrigo Dos Santos, gelandang serang Mitra Kukar. Dua tekel tersebut masing-masing dihadiahi kartu kuning oleh wasit, dan Hyun-Koo kemudian diusir dari pertandingan final Piala Jenderal Sudirman 2015 yang menegangkan.

Bersamaan dengan diusirnya Hyun-Koo, peruntungan Semen Padang berubah. Mitra Kukar yang semula tak berkembang terus-menerus menggempur tembok pertahanan Kabau Sirah. Pada akhirnya, Semen Padang harus menyerah. Dua gol telat dari Michael Orah dan Yogi Rahadian membuat Mitra Kukar membalikkan keadaan menjadi 2-1. Tentu saja, tindakan ceroboh Hyun-Koo menjadi penyebab utama kekalahan tersebut – sekaligus membuktikan bahwa peran gelandang asal Korea Selatan tersebut sangat penting bagi kelangsungan hidup timnya.

Yoo Hyun-koo

Tekel memang menjadi salah satu kelebihannya, tapi itu hanyalah bonus. Dua kemampuan utama yang dimiki Hyun-koo adalah kualitas passing-nya dan kecerdikannya dalam menjaga kedalaman

Gelandang bertahan yang pernah bermain bersama Gwangju Sangmu FC, klub militer yang kini berkiprah di divisi dua liga Korea Selatan, tersebut sudah lima tahun meniti karier di Indonesia. Tekel memang menjadi salah satu kelebihannya, tapi itu hanyalah bonus. Dua kemampuan utama yang dimiki Hyun-koo adalah kualitas passing-nya dan kecerdikannya dalam menjaga kedalaman.  

Tanpa kemampuan Hyun-Koo dalam menjaga kedalaman, zonal-marking yang menjadi andalan utama Semen Padang tak akan berjalan dengan lancar. Baru-baru ini Nil Maizar, pelatih Semen Padang, terlihat kesulitan menerapkan taktik terbaiknya dalam gelaran Piala Gubernur Kaltim 2016 setelah Hyun-Koo pindah ke Sriwijaya FC. Nil masih kesulitan mencari pemain yang tepat untuk mengisi peran yang ditinggalkan Hyun-Koo

Bersama Semen Padang, Hyun-Koo pernah mempersembahkan gelar Indonesia Premier League (IPL) 2011/12. Lalu, bagaimana dengan Sriwijaya FC?

Pages