5 Pemain Sepakbola yang Menjadi Pemilik Klub Sepakbola

Didier Drogba mencatatkan rekor sebagai orang pertama yang mencatatkan diri sebagai pemilik klub sekaligus pemain. Siapa saja eks atau pesepakbola aktif yang juga menjadi pemilik klub sepakbola?

Apa yang umum dilakukan para pesepakbola saat mereka tak lagi mencari nafkah dengan mengeluarkan keringat di atas rumput hijau?

Menjadi manajer, pandit atau komentator adalah profesi populer bagi mereka-mereka yang menutup karier sebagai pemain. Lihat mantan bintang-bintang Premier League seperti Thierry Henry, Frank Lampard, dan Steven Gerrard yang selalu muncul di layar televisi Anda menganalisis sebuah pertandingan, atau bagaimana Pep Guardiola kini meracik strategi untuk Manchester City. Itu adalah profesi yang sepertinya menjadi pilihan mudah bagi para pensiunan lapangan hijau.

Namun, ada satu hal baru yang sedang menjadi tren belakangan ini. Alih-alih hanya 'sekadar' menjadi manajer, jabatan yang mengemban tekanan besar setiap pekan, atau duduk nyaman di studio sebagai pandit, para pensiunan lapangan hijau kini ramai-ramai menjadi pemilik klub. Mereka tak perlu mengkhawatirkan pemecatan seperti yang dialami para manajer, atau tidak bingung menentukan masa depan setelah kontrak mereka habis layaknya yang mereka rasakan semasa aktif berprofresi sebagai pemain. Kini, mereka yang mengatur semua itu. Perasaan yang mungkin asing tapi bisa jadi pengalaman yang menyenangkan bagi mereka.

Selain itu, menjadi pemilik klub sepakbola ternyata tidak cuma menjadi ambisi mereka-mereka yang sudah pensiun. Ada beberapa nama yang tengah mengais rezeki dengan bisnis di luar lapangan sembari melanjutkan aktivitas mereka sebagai pemain profesional. Jadi, inilah daftar klub sepakbola yang dimiliki baik oleh mantan pemain sepakbola maupun yang masih aktif menendang si kulit bundar...

1) Didier Drogba (Phoenix Rising)

Eks penyerang Chelsea ini mencetak sejarah sebagai sosok pertama yang menjabat sebagai pemain dan pemilik klub sekaligus. Setelah menolak tawaran untuk bermain di Corinthians, Drogba menandatangani kontrak bersama Phoenix Rising FC pada April 2017 lalu, tidak hanya sebagai pemain namun juga menjadi salah satu pemilik klub yang bermarkas di Amerika Serikat tersebut.  

Pria Pantai Gading ini memang tak setengah-setengah menunjukkan ambisi-ambisi apa yang ingin dicapainya sebagai pemain dan ketika karier sepakbolanya menuju titik akhir. Saat Jose Mourinho dipecat dari Stamford Bridge pada Desember 2015, santer beredar kabar bahwa Drogba akan menjadi asisten Guus Hiddink yang saat itu ditunjuk sebagai manajer sementara. Namun, setelah pembicaraan yang panjang dengan Montreal, klubnya saat itu, Drogba memutuskan untuk kembali ke Amerika Serikat ketimbang mendampingi pria Belanda di pinggir lapangan.

"Ini kesempatan yang sangat menarik karena ini adalah transisi yang bagus. Sekarang, selain menjadi pesepakbola, saya punya kesempatan untuk menjadi pemilik klub. Tantangan yang bagus dan baru bagi saya dan saya tak sabar menantikannya," ujar Drogba pada April silam. 

Pages