Analisa

5 Tim yang Cocok Untuk Arsene Wenger

Kemampuan Arsene Wenger tidak pernah luntur dan karismanya masih dibutuhkan oleh beberapa tim lain di luar sana. Bagaimana kalau ia melatih salah satu dari lima tim di daftar ini?

We are part of The Trust Project What is it?

Menjalani kehidupan sebagai Arsene Wenger adalah sebuah proses yang penuh lika-liku. Karier sepakbola profesional Wenger dilalui tanpa ada satu pun yang berbekas. Ia hanya pemain kelas dunia, tak menarik dan tidak berbekas di benak siapa pun. Namun ketika ia memutuskan untuk menjadi seorang pelatih, di sanalah tempat yang seharusnya untuk Wenger.

Memulai karier kepelatihannya pada tahun 1984 di klub asal Prancis, Nancy, Wenger perlahan-lahan naik ke permukaan. Setelah itu ia pindah ke AS Monaco dan secara mengejutkan menerima tawaran dari Nagoya Grampus Eight, pencatat sejarah sudah siap menulis apa saja yang dilakukan Wenger ketika ia berlabuh ke Arsenal pada tahun 1996.

Dari Dennis Bergkamp, Thierry Henry hingga Robin van Persie adalah nama-nama yang pernah dipoles dan diangkatnya tinggi-tinggi layaknya Rafiki yang mengangkat Simba di film Lion King. Kebahagiaan, kepahitan dan rasa benci dari dalam juga dirasakannya di Arsenal hingga akhirnya ia memutuskan pergi pada 2018.

Untungnya, Le Professeur belum pensiun. Ia masih haus gelar dan masih ingin mencari pengalaman di tim lain. Melihat peta manajerial di liga-liga besar Eropa yang sedang bergejolak, inilah lima tim yang cocok dilatih oleh manajer sehebat Wenger.

1. Real Madrid

Kepergian Zinedine Zidane ditambah Cristiano Ronaldo betul-betul menghancurkan ‘kerajaan’ yang sudah mulai dibangun sejak sembilan tahun lalu. Dimulai dari kalah di UEFA Supercup hingga cukup terpuruk di La Liga. Dipecatnya Julen Lopetegui secara cepat dan pemilihan Santiago Solari yang dibilang terlalu berani membuat Madrid belum mampu lepas dari masalah.

Melihat betapa Madrid butuh pelatih berpengalaman yang sudah makan asam garam dunia sepakbola, maka Wenger sangat cocok untuk menjadi pilihan pertama Madrid jika mereka – lagi dan lagi – tidak sabaran dan segera memecat Solari.

Namun ada yang harus digarisbawahi untuk Florentino Perez. Wenger identik dengan pepatah ‘Berdikit-dikit, lama-lama menjadi bukit’, yang artinya ia perlu waktu untuk menjadikan Madrid sebagai tim yang menakutkan lagi. Kalau Perez bisa mengubah sifatnya, maka Wenger adalah pilihan terbaik untuk Madrid dari sekian banyak pelatih yang sedang menganggur di luar sana.