Analisa

5 Transfer Terburuk di La Liga 2016/17

Mereka dibeli dengan harga tinggi, dan menumbuhkan kepercayaan diri para fans dengan kedatangan mereka. Tapi pada akhirnya, kontribusi mereka pun minim. Inilah transfer-transfer gagal di La Liga 2016/17...

We are part of The Trust Project What is it?

Andre Gomes

Berlabel sebagai rekrutan termahal Barcelona sekaligus termahal di La Liga Spanyol musim 2016/17 dengan nilai €35 juta, nyatanya Andre Gomes tak banyak berkontribusi baik ketika dipasang sebagai starter ataupun dari bangku cadangan. Bahkan, pada suatu kesempatan di salah satu pertandingan musim ini, seisi Camp Nou pernah menyiuli pemain asal Portugal ini karena tak kunjung menampilkan performa apik.

Umur Gomes memang terhitung masih muda dan masih punya banyak waktu serta tempat untuk berkembang sekaligus menebus dosanya di Barcelona. Kedatangan pelatih baru di musim depan juga mungkin akan berpengaruh bagi nasib pemain asal Portugal ini. Persaingan di lini tengah Barca juga terhitung sesak. Kemampuan Gomes benar-benar akan diuji musim depan.

Namun yang jelas, untuk musim ini, Andre Gomes serta Paco Alcacer (€35 juta + €30 juta) yang sama-sama diboyong dari Valencia oleh Barca, sama-sama tak menampilkan performa apik meski dilabeli dengan harga yang cukup mahal. Lagipula, fans mana yang tak kecewa jika klub hanya membeli mahal lalu berakhir tak berguna di bangku cadangan saja. Iya, kan?

Ezequiel Garay

Lebih banyak kebobolan daripada menjebolkan tentu menjadi masalah utama sebuah tim ketiga berlaga di kompetisi apalagi sebesar La Liga Spanyol. Valencia yang memiliki skuat cukup ‘lumayan’ seharusnya menghindari hal tersebut dam bersaing di papan atas. Namun faktanya, Valencia lebih banyak kebobolan daripada menceploskan bola ke gawang lawan sekaligus lebih banyak berkubang di papan bawah klasemen musim 2016/17 ini.

Bek serta sistem bertahan tentu menjadi sorotan atas rekor buruk Valencia ini. Padahal, pasca kehilangan Skhodran Mustafi yang hengkang ke Arsenal, Los Che memboyong Ezequiel Garay dari Zenit untuk memperkuat lini bertahan mereka. Banderol €20 juta menjadi mahar untuk melicinkan kepindahan pemain Argentina ini. Bahkan, untuk berduet dengan Garay, Valencia juga meminjam Eliaquim Mangala dari Manchester City. Kurang bagaimana, coba?

Dari 10 penampilan pertama di La Liga bersama Los Che, Garay hanya menang tiga kali dan sisanya berakhir dengan kekalahan atau hasil imbang. Tak adil memang jika menyalahkan Garay seorang, namun bobroknya sistem pertahanan Valencia juga tak lepas dari bagaimana Garay dan yang lainnya menerjemahkan instruksi pelatih saat di lapangan. Selain itu beberapa rekrutan Valencia lainnya seperti Luis Nani, Mario Suarez, Munir El-Haddadi pun tidak menunjukkan performa apik secara konsisten bagi Los Che.

Nicolas Gaitan

Sukses bersama klub sebelumnya bukan berarti akan sukses juga tadi klub baru. Sukses ini bisa berarti berupa trofi, gol atau menjadi andalan tim. Nicolas Gaitan seharusnya memahami hal tersebut dari apa yang telah ia lewati sepanjang musim 2016/17 ini. Saat di benfica, ia boleh terbilang sukses, tapi belum tentu di Atletico Madrid.

Banderol €30 juta yang ditebus oleh Atleti tampaknya menjadi terlihat sia-sia jika menilik catatan statistik Gaitan musim ini. Pada kancah La Liga saja, ia hanya menjadi starter 11 kali, menjadi pengganti 12 kali dan hanya duduk diam di bangku cadangan sebanyak 11 kali. Tiga gol serta tiga assist menjadi pelengkap catatan tak menyenangkan bagi Gaitan di La Liga musim ini.