50 Derby Terbesar di Dunia versi FourFourTwo: 1. Boca Juniors vs River Plate

Numero uno dan yang terbesar, paling hebat di antara semuanya: inilah kegilaan rivalitas dua tim terbesar Argentina...

Sepakbola berkontribusi begitu besar pada masalah perbedaan kelas. Di atur oleh sekolah publik tapi dicintai oleh kelas pekerja, olahraga ini diekspor ke seluruh dunia oleh kombinasi para pejabat pecinta petualangan dan para pekerja yang membangun kerajaan, militer, atau sector komersial. Dan ini semua ada di jantung derby terbaik dunia.

Boca-River bukanlah satu-satunya dalam daftar kami yang terbentuk karena masalah ketidaknyamanan status dan kesombongan – cek lagi 49 lainnya dan Anda akan menemukan beberapa contoh lain dari masyarakat biasa vs kaum borjuis. Tapi ini adalah contoh yang paling hebat, keras, dan yang paling brilian.

La Bombonera

La Bombonera menjamu River baru-baru ini

Keduanya berasal dari pelabuhan. Club Atletico River Plate dibentuk di daerah pelabuhan kelas pekerja Buenos Aires bernama La Boca – yep – di tahun 1901. Club Atletico Boca Juniors muncul sekitar empat tahun kemudian, dibentuk oleh para imigran Italia tapi mendapatkan ide untuk warna biru-kuning mereka dari kapal Swedia yang kebetulan saja lewat. Derby perdana dilakukan pada tahun 1908.

Kemudian River menaikkan posisinya dengan pindah ke daerah utara, Nunez, pada pertengahan tahun 1920an. Dengan profesionalisme semakin membaik di tahun 1931, mereka mulai membuang-buang uang, membeli pemain sayap Carlos Peucelle dengan harga $10.000 AS dan penyerang Bernabe Ferreyra dengan harga $35.000 AS.

Tongkat dan batu...

Pengeluaran besar di awal-awal perjalanan mereka itu memberikan mereka julukan Los Millonarios. Julukan itu terus menempel semenjak saat itu, dan perbedaan kelas akhirnya menjadi pembentuk utama rivalitas ini. Persepsi umum untuk keduanya adalah Boca tim yang keras, dan River memiliki reputasi sebagai yang lebih miliki bakat alami.

Dan tentu saja kedua fans menerima ide ini dengan antusiasme seorang murid sekolah dasar. Boca menyebut River gallinas (ayam) karena mereka pengecut, setelah kehilangan keunggulan dua gol mereka saat menghadapi Penarol di final Copa Libertadores 1966. River memanggil Boca bau – chancitors (babi kecil) dan bosteros (mari sebut ini sebagai “pengumpul kotoran hewan”).

Fans Boca memanjat pagar

Fans Boca memanjat pagar di derby baru-baru ini

100 STADION TERBAIK DI DUNIA

Para fans terus menggunakan hinaan semacam ini, dan juga para pemain. Legenda Boca, Juan Roman Riquelme, yang pernah menyebutkan, “Saat saya bangun, saya tidak bisa menggunakan apapun yang berwarna merah atau putih” – karena keduanya adalah warna River – dengan senang hati berpose untuk foto dengan memegang tulisan “Bosteros”.

Carlos Tevez, yang kembali ke klub perdananya Boca di tahun 2015, pernah merayakan gol di derby dengan tarian ayam. Ia mendapatkan kartu merah karena menjadi penyebab awal kerusuhan yang muncul – tapi sebelumnya, Matias Almeyda yang bermain untuk River juga pernah mendapatkan hukuman yang sama setelah mencium logo klubnya di depan fans Boca pada tahun 2011.  

Fans kedua klub juga sangat senang mengisengi satu sama lain. Pada pergantian abad ini, fans Boca menempel poster di Buenos Aires yang berisi daftar nama-nama pemusik yang bermain di Stadion El Monumental milik River, menegaskan bahwa saat rival mereka menyaksikan musik, Boca sibuk memenangi banyak trofi. Tidak ingin kalah, River mengambil idea dari Pink Floyd dan menerbangkan balon besar berbentuk babi – menggunakan jersey Boca, tentu saja.  

Camilo Mayada dari River Plate (kiri) dan Jonathan Silva dari Boca Juniors

Camilo Mayada dari River Plate (kiri) dikejar oleh Jonathan Silva dari Boca Juniors

El Monumental adalah stadion tua penuh cerita, tempat sembilan pertandingan di Piala Dunia 1978 (termasuk final) diadakan dan rumah spiritual untuk upacara pelemparan gulungan kertas untuk menyambut para pemain yang benar-benar besar. La Bombonera milik Boca adalah sebuah kegilaan yang brilian. Stadion berbentuk D dengan warna biru dan kuning yang benar-benar berguncang saat para fans dari anak kecil hingga nenek-nenek melompat saat pertandingan.

Dan pemandangan yang disaksikan kedua stadion ini juga luar biasa. Nyaris semua pemain kelas dunia Argentina yang bisa anda sebutkan pernah bermain untuk salah satu klub atau yang lainnya, dan sudah banyak talenta hebat Amerika Selatan lainnya juga yang mencicipi pengalaman ini.

Superioritas dan tidak tergantikan

Saat River menghabiskan uang yang memberikan nama julukan mereka itu, Boca sudah menumpuk setengah lusin gelar liga, dan kemudian keduanya mendominasi perolehan trofi. River sudah memenagi liga sebanyak 36 kali, Boca 31 kali; ini sangat jauh dari pesaing terdekat, Racing, dengan catatan 17 gelar.

Jika ini terancam meningkatkan superiority complex River, maka Boca memiliki kartu truf: mereka memenangi Copa Libertadores sebanyak enam kali, sedangkan River hanya tiga. Ini sangat mirip dengan Liverpool vs Manchester United, tetapi Boca memenangi empat dari total trofi level kontinental mereka pada abad ini, tiga di antaranya di bawah Carlos Bianchi. Dan agar mereka tidak menikmati fakta ini dengan terlalu nyaman, River memenangi Copa Lib di tahun 2015 dan terus mengekor rapat di belakang.

Seorang pemain dilindungi tameng polisi untuk melakukan lemparan ke dalam

Seorang pemain dilindungi tameng polisi untuk melakukan lemparan ke dalam di laga ini

50 DERBY TERBESAR

Boca juga sedikit lebih unggul dari sisi head to head, tapi degradasinya River di tahun 2011 (mereka langsung kembali ke divisi utama) dan perburuan gelar yang lebih terbuka tidak terlalu berhasil mengurangi determinasi keduanya di laga derby. Ada yang pernah menyebutkan bahwa laga ini membuat derby Old Firm “seperti pertandingan anak sekolah.”

Atau seperti yang ditulis Martin Mazur dari majalah El Grafico, “Seratus tahun yang lalu, ini adalah laga tentang kelas pekerja melawan aristokrat. Sekarang, segalanya hanya tentang kebencian. Atmosfer di dalam lapangan membuat laga ini membutuhkan 2.000 polisi untuk mengawasi stadion: perkelahian, kartu merah (dua dalam satu pertandingan adalah hal yang biasa) dan kontroversi adalah bagian dari derby ini. Mendatangi pertandingan Boca-River, terutama di La Bombonera, adalah pengalaman sekali-seumur-hidup. Di tribun, Anda bisa berharap segalanya muncul – dari bulu ayam hingga babi terbang.” Perang antar kelas di laga ini kini sudah menjadi hiburan bagi seluruh dunia.

FFT 50 Derby Terbesar di Dunia: 50-41 • 40-31 • 30-21 • 20-11 • 10 • 9 • 8 • 7 • 6 • 5 • 4 • 3 • 2 • 1