50 Derby Terbesar di Dunia versi FourFourTwo: 2. Barcelona vs Real Madrid

El Clasico hanya berjarak satu posisi dari puncak daftar derby terbesar di dunia sepakbola...

Ada pertandingan antara klub, dan ada pertandingan antara negara. Dan terletak di antaranya adalah Barcelona vs Real Madrid.

Deskripsi Bobby Robson cukup untuk menyimpulkan masalah apa di tengah-tengah rivalitas ini, “Catalunya adalah negara dan FC Barcelona adalah tentara mereka.” Faktanya, Catalunya adalah komunitas otonomi di dalam negara Spanyol, dan pemain Barça biasanya tidak masuk ke dalam lapangan dengan tank, tapi klub sepakbola terkenal di dunia ini adalah manifestasi paling terlihat dalam hal kebanggaan Catalan.

Agresif? Bisa terjadi...

Selalu seperti ini, yang menjadi masalah ketika Franco lebih ingin semua orang menganggap diri mereka adalah orang Spanyol. Seperti orang-orang Basque, orang-orang Catalan juga merasa tertekan dengan sentralisasi pemerintahan yang memaksa untuk melarang budaya dan bahasa mereka sendiri. Karena tidak akan bijak untuk melakukan protes terhadap pemerintahan yang dipimpin seorang jenderal, Real Madrid berdiri sebagai salah satu simbol rezim ini, dan sepakbola pun menjadi fokus bagi semua yang tidak puas.

A late winner for Madrid in the last meeting between Real and Barcelona

A late winner for Madrid in the last meeting between Real and Barcelona

Keduanya juga sejauh ini adalah klub Spanyol terbesar dan terbaik, dan telah memenangi 55 (Madrid 32, Barcelona 23) dari 84 total gelar liga nasional. Duopoli ini juga secara konstan didukung ketidakseimbangan dalam hal kontrak televisi, yang menjadi sangat berarti saat pertandingan antara kedua klub disaksikan oleh setengah milyar penonton di seluruh dunia. Ini bisa disebut sebagai laga paling dinantikan dan dibicarakan oleh semua orang.

Lebih membantu lagi saat kedua tim melibatkan pemain-pemain yang begitu fantastis. Saat ini, memang ada BBC vs MSN – Bale, Benzema, Cristiano milik Madrid melawan Messi, Suarez, Neymar milik Barca – tapi pertandingan ini memilki daftar persona yang mungkin yang terbaik dalam sejarah sepakbola, dengan Maradona, Cryuff, Di Stefano, dan Zidane beberapa di antaranya.  

Musuh sejak awal

Tapi kembali ke sejarah – anda tidak akan pernah jauh dari sejarah untuk pertandingan ini. Madrid Football Club dibentuk di tahun 1902 dan mendapatkan dukungan kerajaan (sehingga mendapatkan tambahan Real di depannya) di tahun 1920, dan dengan bangga memasang mahkota di atas logo mereka semenjak saat itu.

Dibentuk di tahun 1899 oleh para pecinta sepakbola dari kelompok campuran Swiss, Inggris, dan Catalan, FC Barcelona selalu menjadi gabungan antara internasionalisme dan kebanggaan Catalanisme. Ini jelas tidak diterima dengan baik oleh Francisco Franco, yang memimpin kudeta yang mengawali Perang Sipil Spanyol dan siap untuk menaklukkan lawan separatis. Klub sepakbola tidak menjadi pengecualian – karena itu Bilbao yang berbau Anglikan dengan nama Athletic dipaksa mengubah nama menjadi Atletico.   

Salah satu kejadian yang membuat Barcelona merasakan kemarahan itu adalah di tahun 1943. Memenangi laga kandang di kompetisi dengan skor telak 3-0, mereka didatangi sebelum leg kedua oleh kepala keamaan negara Franco, yang menegaskan bahwa mereka semua bisa bermain –atau berjalan, atau bernapas – hanya karena kemurahan hati rezim ini.

Madrid memenangi leg kedua dengan skor 11-1.

Sosok yang membuat Madrid

Kegilaan Franco membantu, walaupun ia lebih memilih untuk mendukung mantan klub Angkatan Udara, Atletico Aviacion (yang kemudan berganti menjadi Atletico Madrid), tapi pria dari pertengahan abad lain lah yang membuat Madrid menjadi simbol modern. Diabadikan menjadi nama stadion, dia adalah Santiago Bernabeu.

When Barca saw off Madrid in the Bernabeu back in October

When Barca saw off Madrid in the Bernabeu back in October


100 STADION TERBAIK DI DUNIA

Ikut mengatur dan mengembangkan semua aktivitas klub, pada dekade setelah menjadi presiden Madrid di tahun 1944, ia menciptakan dasar bagi start hebat klub ini di kompetisi Eropa. Bahwa dirinya memiliki para pemain terbaik adalah hal yang cukup membantu, dan ia pun mendapatkan bantuan untuk mendapatkan para pemain terbaik yang ia inginkan.

Ketika Barcelona sudah menyetujui untuk mendatangkan seorang jenius dari Argentina bernama Alfredo di Stefano pada tahun 1953, ia mencoba mendapatkan beberapa bantuan – ia berperang untuk Franco di Perang Sipil – dan tiba tiba saja sebuah peraturan baru muncul, yang melarang klub-klub untuk mendatangkan pemain asing. Kemudian peraturan ini sedikit diubah. Singkatnya, ia kemudian bergabung dengan Real Madrid dan memimpin mereka memenangi lima Piala Eropa pertama.

Lebih sepakbola ketimbang politik?

Franco sudah lama tiada dan Catalan sekarang sudah bebas untuk berbicara dan menulis sesuai pilihan mereka, tapi persaingan tetap ada dan didukung oleh beberapa orang yang memutuskan untuk menyeberang dari satu sisi ke sisi lain. Jumlahnya lebih banyak dari yang Anda mungkin bayangkan – nyaris tiga lusin, termasuk Luis Enrique, Bernd Schuester, Michael Laudrup, dan Ronaldo (yang Brasil).

50 DERBY TERBESAR

Tapi sebagian besar dari mereka adalah pemain internasional dan seringkali tidak langsung pindah antara kedua klub. Enrique adalah yang terakhir pindah secara langsung dari Madrid ke Barça, pada tahun 1996, dan empat tahun kemudian, Luis Figo menjadi yang terakhir melakukannya ke arah sebaliknya. Yang terakhir ini terkenal dengan saat ia kembali ke Camp Nou, sepakan pojoknya diwarnai dengan lembaran berbagai benda termasuk koin, pemantik, botol wiski, dan sebuah kepala babi.

Saat Figo pergi, Madrid adalah kekuatan yang dominan. Barça lalu mengubah model mereka, mementingkan penggunaan para pemain akademi mereka, dan mengembalikan posisi mereka di puncak. Berapa lama mereka bertahan di sana akan bergantung pada respon dari sang rival ibukota, karena kedua tim ini tidak pernah beroperasi dalam isolasi.

FFT 50 Derby Terbesar di Dunia: 50-41 • 40-31 • 30-21 • 20-11 • 10 • 9 • 8 • 7 • 6 • 5 • 4 • 3 • 2 • 1