50 Derby Terbesar di Dunia versi FourFourTwo: 3. Celtic vs Rangers

Awalnya dimulai dengan aksi kebaikan, kemudian agama mengubahnya sebelum menyedot ketertarikan banyak bintang internasional. Inilah derby terbesar di Britania…

“Saya cukup beruntung bisa melihat pertandingan derby di seluruh dunia dan tidak ada yang menyamai ini,” kata mendiang legenda Rangers, Sandy Jardine, suatu kali kepada FFT. “Ketika Anda keluar dari lorong stadion, Anda akan mendengarkan level suara yang luar biasa.”

“Setelahnya di ruang ganti telinga Anda masih akan berdengung,” kata eks bek Celtic, Tom Boyd. “Bahkan ketika Anda kembali ke bis, telinga Anda masih agak terganggu. Hal yang sulit dengan stadion yang berisik seperti itu adalah mencoba berkomunikasi, mengatur pertahanan. Di dalam stadion itu bisa hampir tak mungkin dilakukan – biasanya melibatkan teriakan sekeras mungkin. Tenggorokan Anda akan sakit setelah pertandingan seperti itu.”

Kepala kepolisian kota, Percy Sillitoe, mengancam untuk melarang pertandingan Old Firm sama sekali untuk mengurangi persentase tindakan kriminal

Awal yang baik

Ini adalah rivalitas yang jelas didorong oleh sektarianisme, tetapi Old Firm sebetulnya dimulai dengan awal yang bersahabat. Rangers baru saja pindah ke kandang permanen mereka yang baru di selatan Glasgow ketika Celtic didirikan pada 1888, dengan niat mengumpulkan uang dari pertandingan untuk didistribusikan pada yang kurang mampu di sisi timur kota.

Kedua klub bertemu pertama kalinya di akhir tahun tersebut, dengan Celtic menang 5-2. Pertandingan itu menarik sekitar 2.000 penonton. Sebelas tahun kemudian, Rangers setuju untuk menjadi lawan ketika Sandy McMahon menjadi salah satu pemain Celtic pertama yang mendapatkan pertandingan amal.

Kedua fans menciptakan kerusuhan di final Piala Skotlandia 1909

Rivalitas apapun yang ada hanya terbatas di atas lapangan sampai 1920an dan 1930an ketika tensi sosial, agama, dan politik – dan juga dengan kemunculan geng-geng jalanan di Glasgow – mulai berimbas pada sepakbola. Tak lama kemudian kepala kepolisian kota, Percy Sillitoe, mengancam untuk melarang pertandingan Old Firm sama sekali untuk mengurangi persentase tindakan kriminal.

Katolik dan Protestan

Saya berada di tim Rangers yang kalah di hari terakhir musim pada 1979. Kami hanya membutuhkan hasil imbang untuk memenangkan liga dan mereka memenangkan gelar di hari itu

- Gordon Smith

Populasi Katolik kota ini, yang sebagian besar adalah orang Irlandia dan tidak mampu, mulai menjadi korban diskriminasi. Sementara itu, peraturan yang baru yang mengizinkan sekolah-sekolah Katolik dibiayai dan diselenggarakan oleh otoritas lokal menghasilkan perasaan iri pada masyarakat Protestan. Dengan Celtic semakin dekat dengan asal mereka yang Katolik, Rangers semakin menjadi simbol Presbyterianisme.

Tensi terus ada antara fans Celtic dan Rangers hingga hari ini. Meski hadir undang-undang baru yang melarang masuknya botol, kaleng, dan alkohol di stadion-stadion Skotlandia membantu mengurangi kekerasan, stigma sektarianisme tidak mudah dihapuskan.

2015: Fans Celtic menyalakan flares dan menunjukkan balon berbentuk boneka di laga melawan Rangers

Di satu sisi, ribuan orang diketahui telah menyanyikan The Sash dan lagu-lagu kebesaran Loyalis lainnya. Di sisi lain, banyak yang telah menyanyiakn The Boys of the Old Brigade dan eulogi pada kaum Republikan Irlandia. Bahkan lagu-lagu yang tak ofensif bisa dibelokkan menjadi lagu penghinaan oleh para penonton Old Firm. Rangers pernah berhenti menggunakan lagu pembuka mereka, Simply the Best, karena fans mereka telah mengubah liriknya dengan mereferensi pada Paus dan IRA (pejuang kemerdekaan Irlandia).

Tetapi sebuah kebijakan Ibrox yang telah lama diterapkan, yang tak pernah dinyatakan secara publik tetapi merupakan rahasia umum di sepakbola Skotlandia, telah hilang saat ini. Selama bertahun-tahun, Rangers tidak akan merekrut pemain Katolik. Celtic tak punya kebijakan seperti itu – Jock Stein, manajer tersukses klub tersebut, adalah seorang Protestan.

Jock Stein, manajer tersukses Celtic

Segalanya berubah di Ibrox di era kepemimpinan Graeme Souness, ketika ia merekrut pemain hanya berdasarkan talenta dan bukan karena agamanya. Pemain Katolik dengan profil terbesar adalah mantan striker Celtic, Mo Johnston.

Hal itu tidak diterima dengan baik oleh kedua pihak – fans Celtic menyebutnya Judas, sementara beberapa fans Rangers membakar syal dan mengancam untuk mengembalikan tiket musiman. Bahkan kit man klub sendiri memprotesnya dengan menolak untuk mengirim seragam Johnston ke kamar hotelnya pada tur pra-musim, meski melakukannya untuk setiap pemain lain. Namun Johnston segera mendapatkan dukungan fans Rangers dengan gol kemenangan ke gawang Celtic dalam sebuah derby Old Firm.

Dua tim dan sebuah gelar

100 STADION TERBAIK DI DUNIA

Bahwa kedua klub telah mendominasi liga – mengabaikan degradasi Rangers baru-baru ini ke liga yang lebih rendah – juga telah membantu menambah intensitas rivalitas keduanya. Pertandingan liga seringkali derby dan penentu gelar juara.

“Saya berada di tim Rangers yang kalah di hari terakhir musim pada 1979,” kata Gordon Smith kepada FFT. “Kami hanya membutuhkan hasil imbang untuk memenangkan liga dan mereka memenangkan gelar di hari itu. Kehilangan gelar di Celtic Park, duduk di ruang ganti dan mendengarkan perayaan mereka, terasa begitu buruk.”

Celtic memenangkan gelar juara Skotlndia atas Rangers setelah kemenangan 4-2

Belakangan Celtic akan mengalami tujuh tahun tanpa kemenangan di Ibrox. Selama periode itu, manajer Tommy Burns memberikan ide agar batu nisannya ditulis dengan kalimat ‘Andy Goram menghancurkan hati saya’, mengacu pada nama kipper Rangers yang selalu melakukan penyelamatan heroik di pertandingan-pertandingan Old Firm.

Fakta bahwa kekalahan dari Rangers di semifinal Piala Skotlandia beberapa waktu yang lalu diikuti dengan cepat berita mundurnya bos Celtic, Ronny Deila, menunjukkan bahwa derby Old Firm tetaplah derby yang penting seperti dulu – bahkan meski setelah beberapa waktu keduanya terpisah divisi yang berbeda.

Rivalitas ini akan berlanjut secara reguler musim depan. Siapkan penutup telinga Anda.

FFT 50 Derby Terbesar di Dunia: 50-41 • 40-31 • 30-21 • 20-11 • 10 • 9 • 8 • 7 • 6 • 5 • 4 • 3 • 2 • 1