50 Pemain Terbaik Asia 2017 versi FourFourTwo: Ada Messi dan Ibrahimovic-nya Asia!

Di bagian kedua dari seri Asia 50 tahun ini, ada pemain penting di Premier League, Bundesliga, A-League, dan juga bintang besar di J.League. 

No.30 Fahad Al-Muwallad

Dalam waktu singkat, Al-Muwallad mampu menahbiskan dirinya sebagai salah satu penyerang paling berbahaya di Asia Barat dan pada usia 22 tahun. Dan tentu saja, mengingat usia mudanya, ia masih bisa meningkatkan statusnya ini ke depannya.

Pemain yang berposisi sebagai winger ini memang hanya dimainkan sesekali saja oleh pelatih Arab Saudi, Bert Van Marwijk, saat kualifikasi untuk Piala Dunia 2018, namun kemampuannya dalam menggiring bola dan kecepatannya telah menambah dimensi di sektor penyerangan mereka.

Mungkin hanya sedikit orang yang akan mengira Green Falcons akan meraih jumlah poin yang sama dengan Jepang di puncak grup mereka dengan tiga pertandingan tersisa di fase terakhir babak kualifikasi zona Asia, tapi di sana lah mereka berada saat ini dan pemain Al Ittihad ini telah ikut berperan dalam kesuksesan ini, yang paling terlihat terjadi dalam kemenangan 3-0 atas Uni Emirat Arab pada bulan Oktober lalu.

Para penggemar Al Ittihad mencintai bintang lokal mereka ini, meski di sisi lain mereka juga berharap dia bisa sedikit lebih konsisten. Hal itu tampaknya akan terwujud dan, ketika itu terjadi, pemain yang dijuluki 'The Cheetah' ini akan menjadi sosok yang wajib untuk disaksikan. – John Duerden

No.29 Mehdi Taremi

Tidak hanya mencetak gol secara rutin, tapi juga rutin menciptakan gol penting, Taremi adalah salah satu properti paling panas di Asia Barat.

Setelah  musim di mana ia meraih Sepatu Emas tahun lalu (setelah ia mencatatkan lima gol lebih banyak dari posisi kedua), pemain Iran ini sekali lagi memuncaki daftar pencetak gol di level domestik di Iran musim ini dengan 18 gol yang ia ciptakan, atau rata-rata satu gol dari setiap dua laga.

Jika ini belum cukup, pesta golnya juga terus berlanjut di level Asia saat ia menciptakan hat-trick di pertandingan terakhir fase grup Liga Champions Asia melawan Al Wahda untuk memastikan posisi Persepolis di babak kedua.

Ditambah lagi, dari sembilan gol yang diciptakan klubnya di fase grup, pemain berusia 24 tahun ini berkontribusi dalam setidaknya enam di antaranya dengan kekuatan, kecepatan, sentuhan, dan penyelesaiannya terus bagus.

Menciptakan gol penentu kemenangan di dua pertandingan terakhir kualifikasi Piala Dunia Iran, penyerang muda ini jelas terus mengembangkan nama dan reputasinya ke papan atas– Scott McIntyre

No.28 Igor Sergeev

Meski baru berusia 24 tahun, striker jangkung ini sudah menorehkan banyak prestasi dalam kariernya. Bersama tim raksasa Uzbekistan, Pakhtakor, dia hanya butuh sedikit waktu untuk beradaptasi, tapi begitu dia melakukannya, Sergeev mulai sering mencetak gol.

Dalam tiga musim terakhir di klub, rata-rata dia mencetak lebih dari satu gol di setiap pertandingan.

Catatan golnya itu membawanya pindah ke Tiongkok pada tahun 2016 sebagai pemain pinjaman di Beijing Guoan, yang sayangnya tidak membuahkan hasil manis dan ia pun segera kembali negerinya.

Namun, Sergeev masih cukup muda untuk mencoba peruntungannya di luar negeri sekali lagi, dan ia pun telah menunjukkan bahwa ia mampu mencetak gol di level Asia, dengan mencetak delapan gol dari 12 penampilan terakhirnya di Liga Champions Asia.

Jumlah golnya memang agak sedikit seret saat bersama tim nasional, tapi dia tetap mampu menyulitkan bek-bek lawan, dan keyakinan bahwa Sergeev akan berkontribusi ketika Uzbekistan sangat membutuhkan striker bintangnya pun tetap terjaga– John Duerden

No.27 Mile Jedinak

Berada di posisi 28 dalam daftar ini tahun lalu, Jedinak berhasil naik satu posisi, sebuah hadiah untuknya setelah satu musim yang solid bersama Aston Villa.

Muncul sebagai sosok penting di jantung lini tengah Villa, klub ini memenangi 44 persen pertandingan mereka dan imbang di 26 persen laga saat pemain Australia ini bermain. Tanpa dirinya, persentase kemenangan ini turun hingga hanya tujuh persen saja, yaitu satu kemenangan dari 14 pertandingan.

Lebih banyak dimainkan sebagai gelandang bertahan oleh manajer baru mereka, Steve Bruce, kemampuan tekel dan sapuannya terbukti krusial untuk tim yang sempat nyaris merasakan bencana besar sebelum akhirnya finis di papan tengah divisi Championship setelah degradasi dari Premier League di tahun 2016.

“Ia tidak bermain secara spektakuler, namun di lini belakang, ia memberikan kami kesolidan dan membuat kami sulit untuk dikalahkan,” ucap Bruce tentang penampilan Jedinak musim ini. – Tio Utomo

No.26 Teerasil Dangda

Setelah menunjukkan pada semua orang mentalitas pemenang dan skill pemimpin yang ia miliki di Muangthong United, striker ini terpilh untuk menjadi kapten Thailand di AFF Suzuki Cup tahun 2016.

Ini adalah peran yang sangat ia hargai, terbukti dengan enam gol yang ia ciptakan untuk menjadi top skorer turnamen ini dan membawa negaranya meraih gelar juara untuk kelima kalinya.

Mantan striker tim La Liga, Almeria, ini mengambil alih posisi sebagai penyerang utama di klub dan tim nasional dalam beberapa musim belakangan.

Pemain 28 tahun ini menciptakaan 11 gol musim lalu dan menciptakan sejarah dengan melewati angka 100 gol bersama satu klub di Liga Thailand pada bulan Maret silam.

Ia juga tumbuh menjadi sosok yang mampu tampil bagus di level yang lebih tinggi. Selain performa briliannya di AFF Suzuki Cup, Teerasil menciptakan dua gol dalam hasil imbang 2-2 melawan Australia di Rajamangala Stadium, membantu Thailand mengamankan poin pertama mereka di fase terakhir kualifikasi Piala Dunia 2018– Kritikorn Thanamahamongkhol

Pages