50 Pemain Terbaik Asia 2017 versi FFT: Pemain Indonesia Akhirnya Merebut Tempat di Asia 50!

Mari kita mulai hitung mundur daftar ini. Untuk tiga tahun secara beruntun, FourFourTwo membuat daftar 50 pesepakbola terbaik Asia yang bermain di seluruh dunia. Kami mulai dengan para pemain di nomor 50 hingga 31...

No.50 Boaz Solossa

Boaz Solossa adalah pemain Indonesia pertama yang masuk ke dalam daftar Asia 50 kami dan kami rasa ini hadiah yang layak untuk pemain yang diakui sebagai talenta terbaik yang dimiliki sejak era Bambang Pamungkas berakhir pada 2012 lalu.

Meski saat ini ia tidak lagi memiliki kecepatan yang sama seperti yang ia tunjukkan di awal karirnya pada Piala AFF 2004 silam (ketika itu dikenal dengan nama Piala Tiger), kepemimpinannya di dalam dan luar lapangan menjadi contoh untuk setiap pemain Indonesia.

Bahkan saat negara ini menghadapi hukuman 12 bulan dari FIFA, Boaz memastikan kemampuan dan determinasinya tetap hidup ketika mereka kembali ke sepakbola internasional dan ia pun bermain sebagai bintang saat Merah Putih lolos hingga final AFF Suzuki Cup tahun 2016 lalu.

Timnas hanya kalah dari Thailand di laga penentuan, tetapi Boaz mendapatkan banyak pujian dari rekan-rekannya.

“Boaz punya banyak pengalaman dan ia adalah sosok paling tepat untuk jadi kapten kami,” puji bintang Indonesia lainnya, Andik Vermansyah. “Di laga final melawan Thailand, ia bermain sangat, sangat baik. Ia selalu tenang, tapi di lapangan, determinasinya selalu sangat tinggi.”

Boaz juga meraih kesuksesan di level klub pada tahun lalu, di mana ia memenangi Indonesia Soccer Championship A 2016 bersama Persipura Jayapura dengan catatan 11 gol dan tiga assist. – Tio Utomo

No.49 Theerathon Bunmathan

Theerathon mengejutkan para fans sepakbola Thailand dengan pindah dari Buriram United ke rival abadi mereka, Muangthong United, di paruh kedua musim lalu. Kepindahan ini terbukti pilihan yang tepat, setelah The Twin Quilins berhasil mengamankan gelar ganda Thai League dan Piala FA.

Pemain 27 tahun ini memiliki semua kemampuan yang dibutuhkan oleh seorang bek kiri papan atas dan juga spesialis bola-bola mati saat timnya mendapat tendangan bebas dan sepak pojok.

Ia juga bisa didorong ke depan sebagai pemain sayap atau pemain tengah jika dibutuhkan.

Tendangan bebas brilian saat menghadapi Kashima Antlers di Liga Champions Asia pada bulan Februari lalu menunjukkan kemampuannya mengeksekusi bola mati, dan merupakan gol kelimanya dari tendangan bebas di kompetisi ini.

Ia juga menciptakan salah satu gol terbaiknya langsung dari sepak pojok saat menghadapi Bangkok United– Kritikorn Thanamahamongkhol

No.48 Nawaf Al-Abed

Mulai dikenal di level internasional sebagai seorang remaja di tahun 2009 lalu saat ia menciptakan gol yang diyakini sebagai gol tercepat sepanjang sejarah sepakbola profesional – dua detik saja – karir pemain Saudi ini terus melejit sejak saat itu.

Terkenal dengan selebrasi akrobatiknya setelah mencetak gol, ia punya banyak kesempatan untuk melakukannya terutama jika melihat catatan gol-gol menakjubkan yang pernah ia ciptakan.

Secara alami ia adalah pemain yang mengandalkan kaki kiri, namun pemain 27 tahun ini juga punya kemampuan yang sama bagusnya dengan kaki kanannya dan untuk seorang pemain yang tidak terlalu tinggi (1,68 meter), ia juga menciptakan cukup banyak gol sundulan.

Sosok kunci di tim Al Hilal yang menyapu bersih liga domestik musim ini, di mana mereka hanya kalah dua kali dan finis 11 poin di depan Al Ahli, Al Abed menyumbangkan tujuh gol sepanjang musim dan juga berperan penting dalam lolosnya tim ini ke 16 besar di Liga Champions Asia.

Ia juga menjadi bintang di level internasional dengan menjadi starter di semua pertandingan fase grup terakhir Saudi dan menciptakan gol di tiga laga untuk memastikan posisinya sebagai salah satu pemain tengah paling berpengaruh di sepakbola Asia.. – Scott McIntyre

No.47 Mat Ryan

Tahun lalu kiper Australia ini berada di posisi 12, jatuh sedikit dari posisi 8 yang ia dapatkan di tahun sebelumnya. Namun ia tidak mampu mempertahankan standar tinggi ini dan jatuh hingga ke posisi 47 tahun ini.

Dalam 12 bulan terakhir, Ryan tidak bisa mengambil langkah selanjutnya dalam karirnya yang telah ia rencanakan, sebagian karena masalah cedera dan juga karena kurangnya kesempatan.

Ia hanya tampil 23 kali dalam dua musim bersama Valencia, dan akhirnya memilih untuk pindah ke klub Belgia, Genk, pada Januari 2017 lalu dengan status pinjaman.

Ini adalah pilihan yang bisa dipahami, karena ia sendiri memang memulai karirnya di Liga Belgia, ketika ia membela Club Brugge pada 2013-2015.

Terpilih menjadi penjaga gawang terbaik di Belgia pada tahun 2014 dan 2015, ia bermain 102 kali untuk Brugge dan memenangi Piala Belgia 2015 sebelum pindah ke Spanyol.

Bersama Genk, ia kebobolan 15 gol dari 19 pertandingan musim ini. Akan menarik untuk melihat apakah ia akan kembali ke Spanyol di akhir masa pinjaman nanti atau memilih untuk melanjutkan karirnya di tempat lain. – Tio Utomo

No.46 Karim Ansarifard

Pernah masuk dalam daftar pemain muda yang layak diwaspadai pada tahun 2012 lalu oleh FIFA, striker berusia 27 tahun ini belum membuat prestasi besar seperti yang diharapkan di Eropa.

Berpindah-pindah di sejumlah klub Iran dan pernah merasakan satu musim bersama Osasuna di Spanyol, Ansarifard pindah ke Yunani pada tahun 2015 untuk menghidupkan kembali kariernya dan dia berhasil melakukannya setelah mencetak 11 gol dalam 36 penampilan di semua kompetisi musim lalu bersama Panionios.

Dia dilaporkan mendapatkan tawaran yang menarik dari AEK, PAOK, Feyenoord, dan Marseille sebelum pindah ke juara Yunani, Olympiakos, pada Januari 2017.

Sepasang gol dari pemain timnas Iran ini di fase gugur pertama Europa League tahun ini berhasil membawa Olympiakos ke babak 16 besar, di mana mereka kemudian takluk dari raksasa Turki, Besiktas.

Ansarifard bisa menjalani tahun yang lebih hebat lagi di 2018 mendatang, dengan Olympiakos sekali lagi akan ikut serta dalam Liga Champions tahun depan sebagai juara liga dan Iran sedang memuncaki grup kualifikasi putaran ketiga Piala Dunia 2018 dan tak terkalahkan sampai saat ini. – Vijhay Vick

Pages